Jump to content
FJB - Forum Jual Beli Indonesia
Masuk untuk mengikuti  
bot

Listing Bank Muamalat Molor Dua Tahun Lebih, OJK Buka Suara

Recommended Posts

Jakarta, CNBC Indonesia — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memberikan kabar terbaru terkait rencana PT Bank Muamalat Indonesia Tbk untuk mencatatkan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) yang telah molor lebih dari dua tahun.

Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Rae menyebutkan Bank Muamalat saat ini sedang melakukan langkah-langkah untuk memperkuat proses listing, termasuk penjajakan investor baru.

"Bank Muamalat itu sekarang itu kan, ya ini artinya kan sedang dalam ada juga calon investor yang saya bilang waktu itu kan sempat juga ada yang masuk dan lain sebagainya. Tapi juga kita itu sedang artinya sedang melakukan langkah-langkah yang ini dulu bisa semakin memperkuat gitu ya," ujar Dian saat ditemui di Wisma Danantara, belum lama ini, dikutip Rabu (18/22026).

Tanpa membeberkan secara detil, ia menyebut ada banyak investor yang berminat masuk ke bank syariah tertua RI itu.

"Sekarang banyak investor yang sedang melirik, itu yang berminat. Kita sedang lihat juga bagaimana prospeknya ke depan di samping yang ada sekarang," papar Dian.

Menurutnya, Bank Muamalat memiliki posisi strategis sebagai bank syariah tertua di Indonesia yang basis kepemilikannya didukung oleh masyarakat muslim yang memiliki loyalitas tinggi. Hal itu disebutnya menjadi modal utama bagi pengembangan bisnis bank itu ke depan.

"Bank ini kan bank yang tertua bank syariah tertua di kita dan saya kira itu apa namanya ownership masyarakat, kita masyarakat muslim kita kan sangat besar dan bank ini kan relatifnya punya customer nya itu loyal. Nah ini modal utama sebetulnya kan," tutur Dian.

Adapun OJK telah memberi arahan bagi BMI untuk mencatatkan sahamnya di bursa dan tahun 2023 adalah batas akhir. Artinya, sudah dua tahun lebih bank itu molor melakukan listing.

Untuk diketahui, sejak tahun 1998, Bank Muamalat sudah tercatat sebagai perusahaan terbuka, tetapi sahamnya saat ini belum tercatat di bursa.

Keadaan ini bermula saat pemerintah meminta jamaah yang berangkat naik haji tahun 1992 hingga 1994 untuk membeli saham bank. Lantas, ada sebanyak 300.000 jamaah memegang saham BMI dalam bentuk warkat.

Pada bulan Juni 2024, Corporate Secretary Bank Muamalat Hayunaji menyampaikan data pemegang saham jamaah haji tahun 1992-1994 yang tidak dapat diidentifikasi. Ini menjadi satu dari beberapa persyaratan yang belum terpenuhi untuk listing.

Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif dan Bursa Karbon OJK saat itu mengatakan BMI telah mengajukan permohonan pencatatan saham BEI pada tanggal 24 November 2023.

Menurut Inarno, BEI menanggapi pada tanggal 18 Desember 2023, bahwa BEI belum dapat memberikan persetujuan atas permohonan pencatatan saham BBMI.

(mkh/mkh) Add cnbc-logo.svg?v=6.8.6 as a preferred
source on Google
[1] [Gambas:Video CNBC]
[2]

References

  1. ^ Add as a preferred source on Google (www.cnbcindonesia.com)
  2. ^ [Gambas:Video CNBC] (www.cnbcindonesia.com)

Sumber

Share this post


Link to post
Share on other sites
Masuk untuk mengikuti  

×
×
  • Create New...