bot 0 Posted 4 jam yg lalu. Jakarta, CNN Indonesia -- Penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) oleh BRI menjadi instrumen penting bagi keberlanjutan sektor informal di Kota Semarang. Salah satu pelaku usaha yang memanfaatkan fasilitas ini adalah Heddy Pamungkas melalui unit usaha Angkringan Moses.Heddy memulai usaha ini sebagai langkah adaptasi setelah kehilangan pekerjaan sebelumnya. Ia memilih konsep angkringan karena menilai model bisnis kuliner ini memiliki daya tahan yang panjang."Saat itu memang lagi ramai dan menurut saya bisa untuk usaha jangka panjang," ujar Heddy menjelaskan alasan pemilihan jenis usahanya. ADVERTISEMENT SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT Lokasi operasional angkringan yang berada di pinggir jalan raya memberikan aksesibilitas tinggi bagi pelanggan. Keberadaan hotel di sekitar tempat berjualan turut memperluas segmentasi konsumen yang datang.Meski demikian, Heddy mengakui adanya tantangan operasional seperti faktor cuaca dan fluktuasi jumlah pembeli. Kondisi lalu lintas yang ramai tidak selalu menjamin volume penjualan harian yang stabil. "Perkembangan pelanggan baru selalu ada. Tapi yang namanya jualan, ya tidak pasti setiap hari," kata Heddy mengenai dinamika usahanya.Kebutuhan akan peremajaan peralatan dan penambahan stok membuat Heddy memutuskan untuk mencari akses permodalan resmi. Atas rekomendasi rekan di lingkungan tempat tinggalnya, ia mengajukan pinjaman melalui skema KUR BRI.Proses administrasi yang dilakukan tergolong efisien bagi pelaku usaha kecil. Heddy mendapatkan dana sebesar Rp15 juta yang dialokasikan untuk pembenahan infrastruktur angkringan miliknya."Prosesnya cepat, satu hari langsung selesai. Malam itu saya pengajuan dan disurvei, besoknya saya diminta ke kantor, tanda tangan dan langsung cair," ungkapnya.Pemanfaatan dana tersebut digunakan untuk mengganti perkakas lama dan menambah inventaris meja bagi pelanggan. Tampilan angkringan kini menjadi lebih tertata setelah mendapatkan dukungan modal kerja tersebut.Heddy menilai akses keuangan tanpa jaminan tambahan sangat membantu pelaku ekonomi skala mikro. Pengalaman positif ini juga ia bagikan kepada rekan sesama pedagang yang membutuhkan modal pengembangan."Sangat membantu, terutama untuk pedagang kecil seperti saya. KUR ini sangat membantu karena tanpa jaminan dan prosesnya cepat, tidak berbelit-belit," tutur Heddy.Pihak perbankan menyatakan bahwa kemudahan akses modal bertujuan untuk memperkuat daya saing ekonomi di tingkat daerah. Dukungan ini diharapkan mampu mendorong UMKM untuk naik kelas dan memperluas lapangan kerja.Corporate Secretary BRI, Dhanny, menjelaskan bahwa kisah ini merupakan contoh nyata implementasi program prioritas pemerintah. BRI berkomitmen untuk terus mendampingi sektor produktif agar memiliki kapasitas usaha yang lebih besar."Kisah pelaku usaha Angkringan ini menjadi contoh nyata dukungan KUR dalam mendorong perekonomian masyarakat," kata Dhanny dalam keterangan tertulisnya. (rir) Sumber Share this post Link to post Share on other sites