bot 0 Posted 11 jam yg lalu. Jakarta, CNN Indonesia -- Perum Bulog[1] memastikan ketersediaan Cadangan Beras Pemerintah (CBP) dalam kondisi aman dan mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat menjelang rangkaian Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) tahun 2026.Pasokan ini disiapkan untuk mengawal stabilitas pangan mulai dari Tahun Baru Imlek, Hari Raya Nyepi, hingga puncaknya pada bulan suci Ramadhan dan Idul Fitri 1447 Hijriah.Direktur Operasi Perum Bulog, Andi Afdal, menyatakan bahwa kesiapan stok ini merupakan langkah antisipatif untuk meredam fluktuasi harga yang biasanya terjadi di periode sibuk tersebut. ADVERTISEMENT SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT "Bulog memastikan stok Cadangan Beras Pemerintah dalam kondisi aman dan cukup untuk menghadapi momentum HBKN 2026," ujar Andi Afdal dalam keterangan resminya di Jakarta, seperti dilansir Antara, Sabtu (14/2).Saat ini, Bulog menguasai stok beras nasional yang mencapai angka fantastis guna menjamin ketenangan masyarakat dalam beribadah dan merayakan hari besar. Stok beras mencapai 3,4 juta ton. Ketersediaan komoditas pendukung seperti minyak goreng dan gula pasir pasokannya juga mencukupi. Cakupan wilayah stok beras melibatkan seluruh kantor wilayah dan cabang Bulog di 38 provinsi dan 497 kabupaten/kota.Andi menambahkan bahwa pihaknya terus memperkuat sinergi dengan Badan Pangan Nasional (Bapanas) dan pemerintah daerah untuk mendekatkan akses pangan murah kepada masyarakat melalui berbagai intervensi pasar.Sebagai operator logistik pangan nasional, Bulog tidak hanya sekadar menjaga cadangan di gudang, tetapi juga aktif melakukan aksi nyata di lapangan. Salah satunya melalui Gerakan Pangan Murah (GPM) Serentak Nasional yang dikoordinasikan oleh Bapanas.Kegiatan ini dilaksanakan secara masif di 1.218 lokasi di seluruh penjuru Indonesia. Melalui program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP), Bulog terus menggelontorkan komoditas pangan berkualitas dengan harga di bawah pasar."Ini adalah bukti nyata kehadiran negara. Melalui SPHP dan GPM, kami ingin masyarakat dapat memenuhi kebutuhan pokoknya dengan tenang dan terjangkau," tegas Andi Afdal.Senada dengan Bulog, Kepala Bapanas sekaligus Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, mengungkapkan bahwa pengawasan pangan tahun ini menjadi atensi khusus dari kepala negara. Amran menegaskan telah menerima instruksi langsung dari Presiden Prabowo Subianto untuk memastikan perlindungan terhadap daya beli rakyat."Pesan Presiden Prabowo jelas: jaga rakyat dan berpihak pada rakyat. Kita jaga harga pangan, terutama di bulan suci Ramadhan ini," kata Amran.Dengan cadangan yang mencapai 3,4 juta ton dan koordinasi lintas lembaga yang ketat, pemerintah optimistis inflasi pangan dapat terkendali sehingga masyarakat tidak perlu khawatir akan kelangkaan atau lonjakan harga yang ekstrem selama semester pertama tahun 2026. (wiw) ====[2] References^ Bulog (www.cnnindonesia.com)^ ==== (www.cnnindonesia.com)Sumber Share this post Link to post Share on other sites