Jump to content
FJB - Forum Jual Beli Indonesia
Masuk untuk mengikuti  
bot

Daftar Saham Ditendang MSCI per Januari 2026

Recommended Posts

Jakarta, CNN Indonesia --

Morgan Stanley Capital International (MSCI[1]) kembali melakukan peninjauan untuk indeks atau rebalancing pada saham-saham[2] Indonesia. Beberapa saham ditinjau, bahkan dihapus dari indeks.

Salah satunya, PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF).

"Indeks MSCI Indonesia SMID Cap mencakup representasi perusahaan berkapitalisasi menengah dan kecil di pasar ekuitas Indonesia. Dengan 63 konstituen, indeks ini mencakup sekitar 28 persen dari kapitalisasi pasar yang disesuaikan dengan free float di Indonesia," tulis keterangan resmi MSCI yang dirilis Jumat (30/1).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Melansir laman MSCI, status saham INDF diturunkan dari kategori Global Standard Indexes menjadi Small Cap Indexes (SMID). Berdasarkan laporan MSCI per 30 Januari 2026, kapitalisasi atau nilai pasar INDF tercatat US$1,78 miliar.


Selain memangkas status INDF, lembaga pemeringkat saham asal Amerika Serikat (AS) tersebut juga mendepak dua saham Indonesia dari daftar indeksnya. Saham tersebut adalah PT Sariguna Primatirta Tbk (CLEO) dan PT Aspirasi Hidup Indonesia Tbk (ACES).

"Ketetapan berlaku sejak penutupan perdagangan 27 Februari 2026 dan efektif mulai 2 Maret 2026," menurut keterangan MSCI.

Kedua saham tersebut, sebelumnya masuk dalam daftar Small Cap Indexes. Untuk kategori tersebut, MSCI menetapkan saham-saham dengan kapitalisasi pasar minimal US$141,5 juta. Sedangkan kategori kapitalisasi besar, minimal bernilai US$3,9 miliar.

Nama Baru di 10 Unggulan

Berbalik nasib dengan saham INDF, CLEO dan ACES, MSCI memasukkan nama baru dalam daftar 10 saham Indonesia unggulan per 30 Januari 2026.

Nama baru tersebut adalah PT Bumi Resources Minerals Tbk (BUMI) yang memiliki kapitalisasi pasar US$3,65 miliar.

Daftar 10 Saham Indonesia Teratas dalam Indeks MSCI per Januari 2026:

1. PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) dengan nilai pasar US$24,46 miliar
2. PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) dengan kapitalisasi pasar US$ 15,48 miliar
3. PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) dengan nilai pasar US$10,72 miliar
4. PT Telekom Indonesia Tbk (TLKM) dengan nilai US$10,62 miliar
5. PT Astra International Tbk (ASII) kapitalisasi pasar US$7,66 miliar
6.PT Amman Mineral INTL Tbk (AMMN) dengan kapitalisasi US$6,57 miliar
7.PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) dengan nilai pasar US$5,91 miliar
8. PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) dengan nilai US$4,08 miliar
9. PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) dengan nilai US$3,99 miliar
10. PT Bumi Resources Minerals Tbk (BUMI) dengan nilai US$3,65 miliar

Saham BUMI menggeser posisi PT Barito Pacific Tbk (BRPT) yang mana per 31 Desember 2025 tercatat memiliki kapitalisasi pasar US$4,6 miliar.

Sebelumnya, MSCI menetapkan sejumlah perubahan indeks review bagi saham Indonesia pada Februari. Pertama, pembekuan seluruh kenaikan Foreign Inclusion Factor (FIF) dan Number of Shares (NOS).

Kedua, pembekuan penambahan konstituen ke dalam MSCI Investable Market Indexes (IMI). Ketiga pembekuan perpindahan naik antar-indeks segmen ukuran, termasuk dari Small Cap ke Standard.

Dalam pengumumannya, MSCI menyebut ketetapan ini dilakukan untuk mengurangi index turnover dan risiko kelayakan investasi (investability). Ketetapan ini juga sekaligus memberi waktu bagi otoritas pasar untuk menghadirkan perbaikan transparansi.

Jika tidak ada perbaikan hingga Mei 2026, MSCI akan mengevaluasi kembali status akses pasar Indonesia. Langkah ini dilakukan dengan memperhatikan penurunan bobot dalam Indeks Pasar Emerging MSCI untuk semua sekuritas Indonesia dan potensi reklasifikasi Indonesia dari status Emerging Market ke Frontier Market.

====[3]

(ins/pta)

References

  1. ^ MSCI (www.cnnindonesia.com)
  2. ^ saham (www.cnnindonesia.com)
  3. ^ ==== (www.cnnindonesia.com)

Sumber

Share this post


Link to post
Share on other sites
Masuk untuk mengikuti  

×
×
  • Create New...