Jump to content
FJB - Forum Jual Beli Indonesia
Masuk untuk mengikuti  
bot

Jejak Artha Graha Peduli dalam Harmoni Bencana di Aceh

Recommended Posts

Jakarta, CNN Indonesia --

Semangat kemanusiaan kembali menjadi sorotan dalam rangkaian perbincangan Harmoni Imlek Nusantara 2026. Di tengah refleksi kebangsaan dan keberagaman, kisah solidaritas lintas etnis saat bencana di Aceh mengemuka, termasuk peran aktif Artha Graha Peduli (AGP).

Pemilik Museum Pustaka Peranakan Tionghoa, Azmi Abubakar, mengungkapkan bahwa pengalaman tsunami Aceh 2004 menjadi titik balik pandangannya terhadap persaudaraan lintas identitas. Bencana itu, menurutnya, menyatukan dunia tanpa sekat.

"Berbagai saudara orang Aceh datang dari mana-mana. Dari dalam dan luar negeri. Saat itu seolah-olah dunia ini menjadi satu," kata Azmi dalam dialog bertajuk Memaknai Harmoni Imlek Nusantara di CNN Indonesia TV, Rabu (11/2).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia menuturkan, salah satu hal yang paling membekas adalah kehadiran komunitas Tionghoa dari berbagai daerah dan negara yang turut membantu membangun Aceh, bukan hanya pada masa tanggap darurat, tetapi hingga bertahun-tahun setelahnya.

Pengalaman tersebut mendorong Azmi mendirikan Museum Pustaka Peranakan Tionghoa sebagai ruang perjumpaan dan pengenalan lintas budaya. Baginya, semangat "tak kenal maka tak sayang" menjadi fondasi penting dalam merawat harmoni kebangsaan.

"Saya ingin berbuat sebisanya, semampu saya untuk memeluk saudara saya orang Tionghoa. Tak kenal maka tak sayang. Banyak orang yang tidak mengetahui betul seperti apa orang Tionghoa," kata dia.

Semangat serupa kembali terlihat ketika Aceh dilanda bencana banjir dan tanah longsor belum lama ini. Azmi menyebut sejumlah organisasi dan komunitas Tionghoa kembali turun tangan membantu masyarakat terdampak.

"Sejak hari pertama bencana, saudara-saudara Tionghoa hadir di Aceh. Di antaranya Artha Graha Peduli (AGP), INTI, PSMTI, hingga komunitas Buddhis," katanya.

Dalam penanganan banjir di Kabupaten Aceh Tamiang, Artha Graha Peduli tercatat ambil bagian melalui penyediaan layanan kesehatan, distribusi bantuan logistik, serta penyaluran paket sembako, terutama bagi warga di wilayah yang belum tersentuh bantuan.

Sejak Kamis (4/12), tim AGP telah terjun langsung ke lapangan dan terlibat dalam penanganan awal bencana. Kehadiran mereka dilakukan secara berkelanjutan dengan berkoordinasi bersama pemerintah daerah, TNI, Polri, dan instansi terkait guna memastikan respons yang cepat dan terintegrasi.

Tim medis AGP juga aktif membuka layanan di posko kesehatan. Pelayanan difokuskan pada kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, serta warga dengan berbagai keluhan kesehatan pascabanjir.

Pada saat bersamaan, tim relawan melakukan pengemasan dan distribusi sembako secara langsung ke rumah-rumah warga, dengan prioritas desa-desa yang belum menerima bantuan agar penyaluran lebih merata dan tepat sasaran.

Refleksi kemanusiaan dan harmoni ini juga diamini Wakil Menteri Ekonomi Kreatif RI sekaligus Ketua Umum Panitia Imlek Nasional 2026, Irene Umar. Ia menegaskan bahwa perayaan Imlek tidak lagi sekadar tradisi etnis, melainkan bagian dari kekayaan budaya nasional yang terus berkembang.

Mengusung tema Harmoni Imlek Nusantara, perayaan tahun ini diharapkan menjadi ruang perjumpaan lintas budaya dan agama. Irene menekankan pentingnya membangun relasi antarkelompok melalui perkenalan dan interaksi langsung.

"Cinta tidak akan muncul kalau kita tidak saling kenal. You can never hate a person if you know their life story," ujarnya.

Irene juga membagikan pengalaman pribadinya sebagai penyintas kerusuhan 1998. Trauma masa lalu tidak membuatnya menjauh, justru mendorongnya aktif membangun jembatan sosial melalui kegiatan sukarela dan pendidikan lintas komunitas.

Menurutnya, keberagaman Indonesia adalah kekuatan terbesar bangsa yang harus terus dirawat. Dalam konteks global yang dinilai sedang tidak stabil, Indonesia dinilai memiliki peluang menjadi inspirasi dunia dalam praktik toleransi dan solidaritas.

"Kita bukan hanya Bhinneka Tunggal Ika, tapi juga tak kenal maka tak sayang. Jangan biarkan bangsa ini terpecah belah," tegas Irene.

(inh)

Sumber

Share this post


Link to post
Share on other sites
Masuk untuk mengikuti  

×
×
  • Create New...