bot 0 Posted Februari 6 Jakarta, CNBC Indonesia — PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) mencetak laba bersih tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik sebesar Rp7,96 triliun sepanjang 2025. Perolehan laba itu naik 8,01% secara tahunan (yoy) dari sebesar Rp7 triliun pada 2025. Berdasarkan laporan keuangan yang dipublikasikan di media massa, perolehan laba tersebut tidak terlepas dari pendapatan dari penyaluran dana yang naik 13,07% yoy menjadi Rp29,93 triliun pada akhir Desember 2025. Bagi hasil untuk pemilik dana investasi ikut terkerek 15,73% yoy menjadi Rp9,13 triliun. Alhasil, pendapatan setelah distribusi bagi hasil tercatat naik 11,93% yoy menjadi Rp20,8 triliun. Pada fungsi intermediasi, bank syariah terbesar RI itu tercatat telah menyalurkan pembiayaan sebesar Rp318,22 triliun, meningkat 14,5% yoy sepanjang tahun lalu. Seiring dengan peningkatan tersebut, kualitas pembiayaan semakin membaik dengan non performing financing (NPF) gross menjadi sebesar 1,81%, dari sebelumnya 1,90%. Sedangkan NPF net sebesar 0,47% dari sebelumnya 0,50%. Pada pendanaan, BSI mencatatkan pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) sebesar 16,19% yoy menjadi Rp380,48 triliun hingga kuartal IV-2025. Perbandingan pembiayaan terhadap simpanan alias financing to deposit ratio (FDR) BSI menyusut menjadi 83,74% dari sebelumnya 84,97%. Total aset BSI pun kali ini naik 11,64% yoy menjadi Rp456,19 triliun. (mkh/mkh) [Gambas:Video CNBC][1] References^ [Gambas:Video CNBC] (www.cnbcindonesia.com)Sumber Share this post Link to post Share on other sites