bot 0 Posted kemarin, jam 07:05 Jakarta, CNBC Indonesia — Aliran dana asing masih mengalir keluar dari pasar saham Tanah Air, Kamis (5/2/2026). Asing tercatat membeli Rp 3 triliun dan melepas Rp 3,3 triliun, sehingga net foreign sell Rp 326,5 miliar sepanjang sesi 1. Emiten perbankan menjadi saham yang paling banyak dibeli asing pada sesi 1. Bank Mandiri (BMRI) mencatat net buy terbesar, yakni Rp 155,1 miliar. Lalu diikuti Bank Rakyat Indonesia (BBRI) Rp 120,6 miliar dan Bank Central Asia (BBCA) Rp 79,8 miliar. Sementara itu, saham yang paling banyak dibuang asing adalah Antam (ANTM) dengan net sell Rp 127,7 miliar. Kemudian diikuti oleh Bumi Resources (BUMI) Rp 82,4 miliar dan Bank Syariah Indonesia (BRIS) Rp 63,3 miliar. Selengkapnya berikut daftar 10 saham dengan net foreign buy dan net foreign sell terbesar sepanjang sesi 1: Net foreign buy PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) - Rp 155,1 miliar PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) - Rp 120,6 miliar PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) - Rp 79,8 miliar PT Astra International Tbk (ASII) - Rp 70,2 miliar PT Petrosea Tbk (PTRO) - Rp 49,5 miliar PT Bukit Asam Tbk (PTBA) - Rp 27,6 miliar PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) - Rp 21,4 miliar PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) - Rp 16,8 miliar PT Astrindo Nusantara Infrastruktur Tbk (BIPI) - Rp 11,4 miliar PT PP Presisi Tbk (PPRE) - Rp 9,7 miliar Net foreign sell PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) - Rp 127,7 miliar PT Bumi Resources Tbk (BUMI) - Rp 82,4 miliar PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BRIS) - Rp 63,3 miliar PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) - Rp 53 miliar PT Barito Pacific Tbk (BRPT) - Rp 44,3 miliar PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) - Rp 41,7 miliar PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) - Rp 38,1 miliar PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) - Rp 37,9 miliar PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk (VKTR) - Rp 31,4 miliar PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) - Rp 31,2 miliar Adapun Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berakhir di zona merah pada perdagangan sesi 1 hari ini, Kamis (5/2/2026). Indeks ditutup turun 4,87 poin atau -0,06% ke level 8.141,85. Sebanyak 348 saham naik, 353 turun, dan 257 tidak bergerak. Nilai transaksi mencapai Rp 10,94 triliun, melibatkan 18,99 miliar saham dalam 1,51 juta kali transaksi. Kapitalisasi pasar mencapai Rp 14.676 triliun. Sepanjang sesi 1, IHSG bergerak pada rentang 8.214,46-8.118,5. Volatilitas indeks masih terbilang tinggi. Setelah melambung naik 0,83% pada awal perdagangan, indeks terjun ke level terendah sesi 1 pada sekitar pukul 10.00 WIB. IHSG kemudian bangkit, tetapi tidak cukup kuat dan berakhir koreksi tipis pada jeda makan siang. Mengutip Refinitiv, konsumer siklikal menjadi pemberat utama dengan penurunan -1,75%. Kemudian teknologi, bahan baku, dan kesehatan, masing-masing turun -1,6%, -1,43%, -1,25%, dan -1,03%. Kendati IHSG mengalami koreksi, sejumlah saham blue chip yang tergabung di dalam indeks LQ45 menguat. Indeks LQ45 naik 0,45% dengan Unilever Indonesia (UNVR) melesat paling kencang, yakni 8,29%. Saham perbankan juga masih melanjutkan penguatan. Bank Mandiri (BMRI) naik 2%, Bank Syariah Indonesia (BRIS) naik 2,08%, dan Bank Rakyat Indonesia (BBRI) 1,29%, dan Bank Negara Indonesia ((BBNI) 0,22%. Sementara itu, Bank Tabungan Negara (BBTN) koreksi 1,12%, setelah menguat 9,39% pada (mkh/mkh) [Gambas:Video CNBC][1] References^ [Gambas:Video CNBC] (www.cnbcindonesia.com)Sumber Share this post Link to post Share on other sites