bot 0 Posted 5 jam yg lalu. Jakarta, CNBC Indonesia — Chief Investment Officer (CIO) Danantara, Pandu Sjahrir menilai peringatan Morgan Stanley Capital International (MSCI) terhadap pasar saham Indonesia seharusnya dimaknai sebagai momentum bagi regulator untuk bergerak lebih agresif. Pandu menegaskan, peringatan dari MSCI tersebut sejatinya bukan hal baru dan telah menjadi perhatian pelaku pasar sejak beberapa bulan terakhir. "Saya sudah membaca laporan MSCI dan sejujurnya ini bukan hal yang mengejutkan. Isu ini sebenarnya sudah ada sejak 3-4 bulan lalu dan menurut saya ini bisa dihindari," ujar Pandu saat acara Outlook Prasasti Centre di Ritz-Carlton, Jakarta, Kamis (29/1/2026). Menurutnya, persoalan utama pasar saham Indonesia saat ini adalah terlalu lama berada di zona nyaman, sehingga dibutuhkan semacam "pecut" agar pembenahan bisa dipercepat. "Ini persoalan zona nyaman. Kita harus menyelesaikannya dan bergerak," tegasnya. Ia menilai, sudah saatnya pasar modal Indonesia melangkah lebih jauh dan bertransformasi menjadi bursa yang memiliki standar global. Lebih lanjut, Pandu menekankan bahwa Indonesia seharusnya tidak lagi membandingkan diri dengan pasar-pasar kecil di kawasan, melainkan langsung mengacu pada pasar modal yang telah mendunia. "Kita harus berkompetisi secara global. Kompetisi kita bukan negara tetangga. Lupakan itu. Patokan kita harus India dan Hong Kong," ujarnya. Ia pun mendorong agar Indonesia tidak ragu meniru praktik terbaik dari pasar-pasar besar tersebut. "Tiru saja. Jangan mengacu ke pasar yang lebih kecil," pungkas Pandu. (mkh/mkh) [Gambas:Video CNBC][1] References^ [Gambas:Video CNBC] (www.cnbcindonesia.com)Sumber Share this post Link to post Share on other sites