bot 0 Posted 3 jam yg lalu. Jakarta, CNBC Indonesia - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih tertekan aksi jual pada perdagangan hari ini, Kamis (29/1/2026). IHSG pada sesi pertama kembali mengalami penghentian sementara perdagangan atau trading halt namun mampu memangkas koreksi pada akhir sesi satu. IHSG tengah hari terperosok 492 poin atau ambles 5,91% ke level 7.828,47. Meski demikian, indeks tercatat mampu memangkas koreksi secara signifikan setelah sempat ambles hingga 10% setelah trading halt dibuka. Sebanyak 720 saham turun, 65 naik, dan 22 tidak bergerak. Nilai transaksi mencapai Rp 32,75 triliun, melibatkan 42,91 miliar saham dalam 2,55 juta kali transaksi. Investor masih menjauhi saham-saham konglomerat yang tercatat masih mengalami koeksi dalam. Saham-saham blue chip juga ikut menukik dengan pelaku masih menunggu kepastian dari otoritas terkait. Akibat aksi jual masif, sebanyak Rp 2.550 triliun menguap dari pasar modal dalam empat hari terakhir. Tekanan IHSG hari ini masih dibayangi oleh sentimen dari Morgan Stanley Capital International (MSCI). Sebagaimana diketahui, MSCI menyoroti masih adanya kekhawatiran investor global terhadap transparansi struktur kepemilikan saham di Indonesia meski terdapat perbaikan minor pada data free float dari PT Bursa Efek Indonesia (BEI). MSCI menjelaskan bahwa sebagian pelaku pasar global mendukung penggunaan laporan Monthly Holding Composition Report dari PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) sebagai data tambahan. Namun, banyak investor menyampaikan kekhawatiran signifikan atas kategorisasi pemegang saham KSEI yang dinilai belum cukup andal untuk mendukung penilaian free float dan kelayakan investasi. Baca:Lo Kheng Hong: Beli Saham Jangan Karena MSCISementara itu, Goldman Sachs menurunkan peringkat (rating) saham Indonesia menjadi underweight, menyusul peringatan dari indeks global MSCI. Dalam laporan terbarunya, bank investasi asal Amerika Serikat itu memperkirakan aksi jual pasif (passive selling) oleh investor global masih akan berlanjut, seiring keputusan MSCI yang menilai pasar saham Indonesia menghadapi persoalan struktural, khususnya terkait kepemilikan saham dan free float. "Kami memperkirakan akan ada lanjutan passive selling dan menilai perkembangan ini akan menjadi overhang yang menahan kinerja pasar," tulis analis Goldman Sachs, sembari memangkas outlook Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menjadi underweight, dikutip dari Business Times, Kamis (29/1/2026). Baca artikel CNBC Indonesia "Breaking News! IHSG Trading Halt Lagi" selengkapnya di sini: https://www.cnbcindonesia.com/market/20260129092218-17-706230/breaking-news-ihsg-trading-halt-lagi Download Apps CNBC Indonesia sekarang https://app.cnbcindonesia.com/ (fsd/fsd) [Gambas:Video CNBC][1] References^ [Gambas:Video CNBC] (www.cnbcindonesia.com)Sumber Share this post Link to post Share on other sites