Jump to content
FJB - Forum Jual Beli Indonesia
Masuk untuk mengikuti  
bot

MSCI Bikin IHSG Anjlok 8%, Bos BTN Bicara Soal Manajemen Risiko

Recommended Posts

Jakarta, CNBC Indonesia — PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN) buka suara mengenai manajemen risiko atas koreksi saham signifikan pasar saham RI. Adapun saham BBTN ditutup terkoreksi 4,02% ke posisi 1.195 pada perdagangan Rabu (28/1/2026).

Seperti diketahui, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sempat mengalami penghentian sementara (trading halt), setelah anjlok 8% pada perdagangan kemarin. Hal itu menyusul keputusan indeks global MSCI untuk membekukan sementara perlakuan indeks untuk saham-saham Indonesia, menyusul kekhawatiran atas isu free float dan aksesibilitas pasar.

Mengenai ini, Direktur Risk Management BTN Setiyo Wibowo mengatakan yang terpenting dari sisi perusahaan perbankan adalah bagaimana fundamental kinerjanya. Menurutnya, perlu melihat sifat dari aksi penjualan massif yang terjadi di pasar saham.

"Jadi volatilitas saham di market harus dilihat mana yang sifatnya panic selling, mana yang karena fundamental dari perusahaan," kata Setiyo selepas pembukaan BTN Expo 2026, Rabu (28/1/2026).

Ia meyakini, BTN memiliki kinerja yang kuat dan akan dilaporkan secara terbuka pada setiap kuartal.

"Jadi kalau dari sisi BTN tentunya kita meyakini dan kita fully disclose apa yang fundamental kinerja kita. Jadi setiap quarter kita selalu disclose," ucap Setiyo.

Ia menyoroti, transparansi perusahaan menjadi hal yang paling penting agar para pemegang saham juga merasa yakin.

"Tentunya itu yang paling adalah transparansi, supaya para investor, pemegang saham kita pun meyakini mengenai kinerja yang kita sampaikan itu, kinerja yang transparent, reliable, dan dapat dipercaya," tukas Setiyo.

Seperti diberitakan sebelumnya, Morgan Stanley Capital International (MSCI) memberi pengumuman terkait penilaian free float saham-saham Indonesia dalam MSCI Global Standard Indexes.

Dalam pengumuman tersebut, MSCI menyoroti masih adanya kekhawatiran investor global terhadap transparansi struktur kepemilikan saham di Indonesia meski terdapat perbaikan minor pada data free float dari PT Bursa Efek Indonesia (BEI).

MSCI menjelaskan bahwa sebagian pelaku pasar global mendukung penggunaan laporan Monthly Holding Composition Report dari PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) sebagai data tambahan. Namun, banyak investor menyampaikan kekhawatiran signifikan atas kategorisasi pemegang saham KSEI yang dinilai belum cukup andal untuk mendukung penilaian free float dan kelayakan investasi.

Menurut MSCI, persoalan mendasar masih berkaitan dengan keterbatasan transparansi struktur kepemilikan saham serta potensi perilaku perdagangan terkoordinasi yang dapat mengganggu pembentukan harga wajar. Oleh karena itu, MSCI menilai dibutuhkan informasi kepemilikan saham yang lebih rinci dan dapat diandalkan, termasuk pemantauan konsentrasi kepemilikan saham, guna mendukung penilaian free float yang lebih robust.

"Sejalan dengan kondisi tersebut, MSCI menerapkan perlakuan sementara atau interim treatment untuk sekuritas Indonesia yang berlaku efektif segera," sebagaimana disampaikan dalam pengumuman di situs resminya.

Langkah ini diambil untuk memitigasi risiko perputaran indeks dan risiko investabilitas sembari menunggu adanya perbaikan transparansi dari otoritas pasar terkait.

Dalam kebijakan sementara tersebut, MSCI akan membekukan seluruh kenaikan Foreign Inclusion Factor (FIF) dan jumlah saham atau Number of Shares (NOS) hasil peninjauan indeks maupun aksi korporasi. Selain itu, MSCI tidak akan menambahkan saham Indonesia ke dalam MSCI Investable Market Indexes (IMI) serta menahan migrasi naik antar segmen ukuran, termasuk dari Small Cap ke Standard.

Atas kejadian ini, terdapat kemungkinan penurunan bobot saham Indonesia dalam MSCI Emerging Markets Indexes. Bahkan, MSCI membuka peluang reklasifikasi Indonesia dari kategori Emerging Market menjadi Frontier Market, dengan tetap melalui proses konsultasi pasar.

(mkh/mkh)
[Gambas:Video CNBC]
[1]

References

  1. ^ [Gambas:Video CNBC] (www.cnbcindonesia.com)

Sumber

Share this post


Link to post
Share on other sites
Masuk untuk mengikuti  

×
×
  • Create New...