bot 0 Posted 4 jam yg lalu. Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan, ambruknya IHSG pada hari ini tak terlepas dari masih leluasanya penggoreng saham di Bursa Efek Indonesia (BEI). Meskipun, ia tak menampik, tekanan di IHSG yang jatuh hingga lebih dari 8% dan mengalami penghentian perdagangan atau trading halt pada perdagangan hari ini, Rabu (28/1/2026) tak terlepas dari sentimen yang dibuat Morgan Stanley Capital International (MSCI). MSCI menilai masih adanya persoalan serius pada transparansi dan penilaian free float saham-saham Indonesia dalam MSCI Global Standard Indexes, meski Bursa Efek Indonesia (BEI) telah melakukan perbaikan minor. "Cuman ini karena berita negatif tadi kan kita tidak dianggap transparan, free floatingnya enggak cukup besar, sehingga bisa dipermainkan harganya. Seperti itu," kata Purbaya di Istana Negara, Jakarta, Rabu (28/1/2026). "Dan banyak penggoreng-penggoreng di pasar saham yang bebas berkeliaran. Untungnya banyak, sementara yang investor kecil mungkin sebagian dirugikan," tegasnya. Oleh sebab itu, Purbaya menegaskan, telah memberi waktu terhadap otoritas bursa untuk memberesi para penggoreng saham hingga Maret 2026. Bila tak kunjung mampu, ia mengaku akan intervensi langsung melalui Komite Stabilitas Sistem Keuangan alias KSSK. "Anda yang sikat lah. Saya sudah minta ke OJK untuk konfrontasi dengan BEI. Sekarang bulan apa? Januari. Kalau sampai akhir Maret enggak jalan, saya akan ke sana sebagai ketua KSSK. Sekarang kita biarkan mereka kerja dulu," paparnya. (arj/haa) [Gambas:Video CNBC][1] References^ [Gambas:Video CNBC] (www.cnbcindonesia.com)Sumber Share this post Link to post Share on other sites