Jump to content
FJB - Forum Jual Beli Indonesia
Masuk untuk mengikuti  
bot

Bos BI Ungkap Detik-Detik Rupiah Nyaris Rp17.000 Lalu Menguat Seketika

Recommended Posts

Jakarta, CNBC Indonesia - Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo blak-blakan sejumlah faktor yang membuat nilai tukar rupiah mengalami tekanan hebat beberapa hari terakhir hingga hampir menyentuh level Rp 17.000/US$.

Ia mengakui, pada 23 Januari 2026, kurs rupiah sempat mengalami tekanan hingga ke level Rp 16.815/US$ dari posisi akhir tahun lalu di kisaran Rp 16.675/US$.

"Hingga 23 Januari 2026, nilai tukar rupiah tercatat Rp 16.815 per dolar AS atau melemah 0,83% dibanding level akhir Desember 2025," kata Perry saat konferensi pers hasil rapat KSSK, Jakarta, Selasa (27/1/2026).

Perry menjelaskan, pelemahan nilai tukar rupiah ini dipengaruhi aliran keluar modal asing akibat ketidakpastian pasar global. Lalu, efek kenaikan permintaan valas oleh perbankan dan korporasi domestik.

Meski begitu, ia menegaskan dengan kebijakan stabilisasi yang konsisten dilakukan BI, kurs rupiah kini mengalami penguatan, dan akan terus menguat.

Merujuk data Refinitiv, mata uang Garuda pun hari ini ditutup menguat 0,06% ke level Rp16.760/US$. Capaian ini sekaligus memperpanjang tren penguatan rupiah menjadi lima hari perdagangan beruntun.

Sepanjang perdagangan, rupiah sempat bergerak melemah hingga menyentuh level Rp16.780/US$ sebelum akhirnya kembali berbalik menguat hingga penutupan perdagangan.

"Dipastikan ke depan stabil dan kecenderungan menguat, didukung inflasi rendah dan prospek pertumbuhan ekonomi Indonesia," paparnya.

(arj/haa)
[Gambas:Video CNBC]
[1]

References

  1. ^ [Gambas:Video CNBC] (www.cnbcindonesia.com)

Sumber

Share this post


Link to post
Share on other sites
Masuk untuk mengikuti  

×
×
  • Create New...