bot 0 Posted Januari 23 Jakarta, CNBC Indonesia — Meski sempat menanjak lebih dari 1%, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berakhir di zona merah. Pada perdagangan Kamis (22/1/2026), indeks ditutup turun 0,2% ke 8.992,18. Nilai transaksi ramai, tembus Rp 38,06 triliun, melibatkan 72,18 miliar saham dalam 4,09 juta kali transaksi. Sebanyak 345 saham naik, 321 turun, dan 128 tidak bergerak. Seiring dengan pelemahan pergerakan IHSG, investor asing melakukan aksi penjualan bersih jumbo, tembus sebesar Rp1,33 trilliun di seluruh pasar. Perinciannya, sebesar Rp964,14 miliar di pasar reguler dan sebesar Rp363,20 miliar di pasar negosiasi dan tunai. Saham bank jumbo terpantau banyak dilepas asing pada perdagangan kemarin, dengan Bank Central Asia (BBCA) mendominasi. BBCA membukukan net foreign sell Rp 883,22 miliar. Lalu diikuti oleh Bank Mandiri (BMRI) Rp 207,53 miliar. Selanjutnya Aneka Tambang (ANTM), Bank Negara Indonesia (BBNI), dan Bank Rakyat Indonesia mengekor dengan masing-masing net sell Rp 127,06 miliar, Rp 104,23 miliar, dan Rp 103,11 miliar. Selengkapnya, mengutip Stockbit, berikut 10 saham dengan net foreign sell terbesar pada perdagangan Kamis: PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) - Rp883,22 miliar PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) - Rp207,53 miliar PT Aneka Tambang Tbk. (ANTM) - Rp127,06 miliar PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI) - Rp104,23 miliar PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) - Rp103,11 miliar PT Archi Indonesia Tbk. (ARCI) - Rp67,10 miliar PT Bukit Uluwatu Villa Tbk. (BUVA) - Rp65,37 miliar PT Barito Pacific Tbk. (BRPT) - Rp58,54 miliar PT Lippo Karawaci Tbk. (LPKR) - Rp55,28 miliar PT Petrosea Tbk. (PTRO) - Rp54,56 miliar (mkh/mkh) [Gambas:Video CNBC][1] References^ [Gambas:Video CNBC] (www.cnbcindonesia.com)Sumber Share this post Link to post Share on other sites