bot 0 Posted 3 jam yg lalu. Jakarta, CNN Indonesia -- Lembaga Penjamin Simpanan (LPS[1]) memutuskan untuk mempertahankan tingkat bunga penjaminan[2] simpanan rupiah di bank umum 3,5 persen dan valuta asing 2 persen pada Januari 2026. Begitu juga dengan bunga simpanan rupiah di Bank Perkreditan Rakyat (BPR) tetap sebesar 6 persen. Keputusan tersebut ditetapkan dalam Rapat Dewan Komisioner (RDK) LPS pada 19 Januari 2026. ADVERTISEMENT SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT "Ini akan mulai berlaku pada Februari sampai Mei 2026," ujar Ketua Dewan Komisioner Anggito Abimanyu dalam konferensi pers di kantornya, Kamis (22/1). LPS menekankan penetapan tingkat bunga penjaminan periode Januari 2026 ini mempertimbangkan empat hal. Pertama, tingkat suku bunga pasar untuk simpanan rupiah dan valas masih dalam tren turun. Kedua, jumlah simpanan di perbankan tumbuh positif dengan kondisi likuiditas perbankan yang longgar. Ketiga, tingkat cakupan penjaminan simpanan berada di level yang terjaga. Keempat, tingkat bunga penjaminan yang berlaku masih sejalan dengan arah kebijakan makroekonomi dalam mendorong momentum pertumbuhan ekonomi. ====[3] (ldy/sfr) References^ LPS (www.cnnindonesia.com)^ tingkat bunga penjaminan (www.cnnindonesia.com)^ ==== (www.cnnindonesia.com)Sumber Share this post Link to post Share on other sites