Jump to content
FJB - Forum Jual Beli Indonesia
Masuk untuk mengikuti  
bot

Harta Tiga Konglomerat RI Mendadak Lenyap Rp 35 Triliun

Recommended Posts

Jakarta, CNBC Indonesia — Harta tiga konglomerat Indonesia merosot hingga lebih dari Rp 35 triliun dalam semalam. Secara individu, Prajogo Pangestu tercatat mengalami penurunan kekayaan paling signifikan. 

Mengutip Forbes Real Time Billionaire, Kamis (22/1/2026), harta Prajogo turun US$ 930,3 juta atau setara Rp 15,73 triliun (kurs Rp 16.910), menjadi US$ 34,1 miliar atau Rp 575,91 triliun. 

Menilik Stockbit, beberapa saham Prajogo memang mengalami koreksi pada perdagangan kemarin. Seperti PT Petrosea Tbk. (PTRO) yang ambles 2,75%, PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk. (CUAN) turun 3,81%, PT Chandra Daya Investasi Tbk. (CDIA) turun 3,22%, PT Barito Renewables Energy Tbk. (BREN) -2,11%, dan PT Barito Pacific Tbk. (BRPT) -1,38%.

Bulan ini, Prajogo baru menambah kepemilikan sahamnya di tiga emiten yang tergabung dalam Grup Barito. Lewat aksi ini dirinya mengeluarkan dana hingga Rp 24,64 miliar.

Prajogo diketahui memborong saham CUAN dengan total 3.502.000 saham senilai Rp 6,55 miliar. Mengutip keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Prajogo melakukan transaksi pembelian saham pada tanggal 15 Januari 2026 melalui beberapa kali transaksi dengan kisaran Rp1.850 - Rp1.900 per saham.

Selanjutnya, Prajogo memborong 3 juta saham BRPT di harga Rp 2.830 per saham. Transaksi tersebut dilakukan pada 15 Januari 2026 dengan tujuan investasi. Adapun kepemilikannya secara langsung bertambah 71,36%. Atas transaksi ini Prajogo merogoh kocek Rp 8,49 miliar.

Selanjutnya, orang terkaya di Indonesia juga melakukan aksi beli di saham di BREN. Pembelian saham dilakukan dalam 7 kali transaksi pada 15 Januari di rentang harga Rp 9.525 per saham hingga Rp 9.675 per saham. Secara total Prajogo menggelontorkan dana Rp 9,60 triliun untuk menambah 1 juta lembar saham dan kepemilikannya saat ini mencapai 140,78 juta lembar di BREN.

Sementara, secara akumulasi keluarga Hartono mencatat penurunan harta paling tajam, yakni US$1,16 miliar atau Rp 35,56 triliun. Masing-masing, harta Robert Budi Hartono dan Michael Hartono merosot US$ 598,9 juta dan US$ 575,4 juta. 

Kekayaan kedua orang itu turun seiring dengan koreksi tajam pada saham Bank Central Asia (BBCA). Pada perdagangan kemarin, saham BBCA mendapat tekanan jual asing hingga mengalami penurunan 3,75% atau 300 poin ke level 7.700. 

(mkh/mkh)
[Gambas:Video CNBC]
[1]

References

  1. ^ [Gambas:Video CNBC] (www.cnbcindonesia.com)

Sumber

Share this post


Link to post
Share on other sites
Masuk untuk mengikuti  

×
×
  • Create New...