Jump to content
FJB - Forum Jual Beli Indonesia
Masuk untuk mengikuti  
bot

Tren 'Nasionalisme Komoditas' Bisa Bikin Emas US$5.000 dan Perak US$100

Recommended Posts

Jakarta, CNBC Indonesia - Harga emas dan perak dunia kembali mencetak rekor dan masih berpeluang naik lebih tinggi tahun ini. Sejumlah investor global melihat peluang harga emas bisa menembus US$5.000 per ounce dan perak melampaui US$100, di tengah memanasnya ketegangan geopolitik dan perebutan kendali atas sumber daya strategis.

Pada awal pekan ini, harga emas menyentuh rekor baru di atas US$4.600 per ounce yang dipicu kabar bahwa Ketua Federal Reserve AS Jerome Powell tengah berada dalam penyelidikan pidana terkait renovasi kantor pusat The Fed senilai US$2,5 miliar. Hingga Rabu pagi waktu setempat, emas spot kembali menguat ke US$4.633,46 per ounce.

Sementara itu, perak spot menembus level psikologis US$90 per ounce, diperdagangkan di sekitar US$90,42, naik 3,5%. Di balik lonjakan ini, investor melihat satu faktor utama yang semakin dominan yaitu nasionalisme sumber daya alam (resource nationalism).

Partner Investment Strategy di Evelyn Partners, Daniel Casali bilang, dunia kini memasuki fase baru di mana negara-negara besar berlomba mengamankan kendali atas sumber daya strategis. Ia menyebut ketidakstabilan geopolitik telah menciptakan ketidakpastian yang terus mendukung harga emas.

"Ketika Presiden Trump mulai menaikkan tarif, China membalas dengan membatasi ekspor mineral tanah jarang. Itu bukan sekadar perang dagang, tapi perang nasionalisme sumber daya," ujarnya dikutip dari CNBC International, Jumat (16/1/2026).

China membatasi ekspor rare earth yang krusial bagi pertahanan, teknologi, hingga kecerdasan buatan (AI). Tak lama kemudian, pembatasan ekspor juga menyasar perak, komoditas vital untuk AI, kendaraan listrik, energi terbarukan, hingga industri manufaktur global.

"Perak sekarang sama pentingnya dengan chip. Tanpa perak, tidak ada AI, tidak ada EV, tidak ada teknologi," kata Casali.

Ketegangan geopolitik juga semakin memanas setelah AS menggulingkan Presiden Venezuela Nicolas Maduro dan munculnya wacana militer untuk menguasai Greenland. AS bahkan mulai membatasi akses China terhadap minyak Venezuela, salah satu sumber energi utama Beijing.

"Semua ini adalah bidak catur geopolitik. Dan pesan kuncinya: nasionalisme sumber daya bisa mendorong harga emas dan perak jauh lebih tinggi," tegas Casali.

Target Baru: Emas US$5.000, Perak US$100

Ned Naylor-Leyland, Investment Manager Jupiter Asset Management, menyebut skenario emas US$5.000 dan perak US$100 sebagai sesuatu yang sangat mungkin terjadi tahun ini.

"Dengan kondisi fundamental saat ini, investor seharusnya menganggap itu akan terjadi," katanya.

Sepanjang 2025, harga emas sudah melonjak 65%, sementara perak meroket 150%. Memasuki 2026, emas telah naik 7,1% dan perak melonjak 26,6% hanya dalam hitungan minggu.

Pasokan fisik perak juga semakin ketat. Perak menghilang ke China dan India, bahkan diperdagangkan dengan premi US$10 di Shanghai.

"Pasar perak sekarang soal batang fisik. Kalau selisih harga antara Asia dan Barat tetap lebar, perak fisik di London dan New York akan terus mengalir ke Timur," ujar Naylor-Leyland.

Selain geopolitik, kekhawatiran terhadap independensi The Fed turut memperkuat posisi emas sebagai aset lindung nilai. Paul Syms, Head of Commodity Product Management Invesco, mengatakan tekanan terhadap Powell memperbesar keraguan pasar terhadap kebijakan moneter AS.

"Ketidakpastian terhadap dolar AS, defisit anggaran, prospek suku bunga yang lebih rendah, serta konflik geopolitik membuat emas dan perak semakin menarik sebagai safe haven," ujarnya.

Menurut Syms, nyaris tak ada katalis jangka pendek yang dapat menekan harga emas dan perak. Sebaliknya, permintaan industri untuk perak serta kekhawatiran inflasi justru menciptakan landasan yang sangat kuat bagi reli logam mulia.

(haa/haa)
[Gambas:Video CNBC]
[1]

References

  1. ^ [Gambas:Video CNBC] (www.cnbcindonesia.com)

Sumber

Share this post


Link to post
Share on other sites
Masuk untuk mengikuti  

×
×
  • Create New...