Jump to content
FJB - Forum Jual Beli Indonesia
Masuk untuk mengikuti  
bot

Kembangkan AI, Meta Bakal PHK 1.500 Karyawan dari Divisi Metaverse

Recommended Posts

Jakarta, CNN Indonesia --

Raksasa teknologi multinasional Amerika, Meta[1] bakal memangkas 1.500 karyawan dari divisi Reality Labs. Divisi tersebut bertugas mengerjakan produk-produk untuk proyek Metaverse[2].

Jumlah tersebut setara 10 persen dari total karyawan Reality Labs yang mencapai 15 ribu orang. Adapun, total karyawan Meta secara keseluruhan berkisar 78 ribu karyawan.

Melansir New York Times[3], Kamis (15/1), tiga orang yang mengetahui rencana tersebut menyampaikan bahwa perusahaan tengah menggeser prioritas untuk membangun kecerdasan buatan (AI) generasi berikutnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Pemutusan hubungan kerja (PHK) tersebut meskipun sebagian kecil, namun secara tidak proporsional memengaruhi unit metaverse yang mengerjakan virtual reality headset, jaringan sosial berbasis VR," kata ketiga sumber yang tidak ingin disebutkan namanya, kepada New York Times.

Kepala Teknologi Meta Andrew Bosworth yang bertugas mengawasi Reality Labs disebutkan mengadakan pertemuan pada Rabu (14/1) dan meminta karyawan untuk hadir, menurut memo yang dikirim pekan lalu.

Sumber menceritakan kalau Bosworth menyatakan bahwa itu pertemuan "paling penting" tahun ini, namun tidak memberikan penjelasan lebih lanjut.

Tahun lalu, Bos Meta Mark Zuckerberg meminta direksi perusahaan untuk memangkas anggaran perusahaan di 2026. Di sisi lain, dia gencar mengucurkan dana untuk penelitian AI, termasuk dana US$14,3 miliar per Juni 2025 untuk merekrut pendiri Scale AI yakni Alexandr Wang.

Upaya tersebut dilakukan Zuckerberg untuk bisa bersaing dengan perusahaan lain seperti OpenAI dan Google.

Proyek ambisius Zuckerberg, Metaverse digadang tidak berjalan baik dan membuat perusahaannya, Meta, merugi. Secara keseluruhan, perusahaan dikabarkan merugi lebih dari US$70 miliar atau sekitar Rp1.166 triliun sejak awal 2021 akibat pertaruhan jangka panjang ambisi dunia virtual ini.

Proyek Metaverse berada di bawah Reality Labs, divisi yang mengembangkan headset mixed-reality Quest, kacamata pintar hasil kolaborasi dengan Ray-Ban dari EssilorLuxottica, serta kacamata augmented-reality yang akan datang.

Meta disebut masih kesulitan menjual visi mengenai dunia metaverse imersif yang saling terhubung, serta memperluas pasar perangkatnya di luar komunitas gim yang masih menjadi pasar utama. Eksekutif Meta tengah mempertimbangkan pemangkasan anggaran hingga 30 persen untuk proyek tersebut.

====[4]

(ins/sfr)

References

  1. ^ Meta (www.cnnindonesia.com)
  2. ^ Metaverse (www.cnnindonesia.com)
  3. ^ New York Times (www.cnnindonesia.com)
  4. ^ ==== (www.cnnindonesia.com)

Sumber

Share this post


Link to post
Share on other sites
Masuk untuk mengikuti  

×
×
  • Create New...