bot 0 Posted 2 jam yg lalu. Jakarta, CNBC Indonesia- Pelaku pasar keuangan global 2026 masih mewaspadai sejumlah sentimen yang masih menimbulkan ketidakpastian di awal tahun 2026, mulai dari Ketegangan geopolitik Timur Tengah, Penangkapan Presiden Venezuela, Nicolas Maduro, perang dagang hingga tekanan Pemerintahan Presiden AS, Donald Trump kepada Gubernur The Fed, Jerome Powell. Menilik gejolak global yang masih panas dan dampaknya terhadap arah pergerakan pasar dan kebijakan bank sentral, Direktur Investasi PT Bahana TCW Investment Management, Doni Firdaus memandang prospek Bank Indonesia untuk mempertahankan level suku bunga acuan 4,75% pada RDG BI di Januari 2026. Proyeksi arah kebijakan suku bunga RI ini didasarkan pada kondisi Rupiah yang masih mengalami tekanan di tengah penguatan Dolar indeks serta potensi lonjakan inflasi di tengah upaya pemerintah mengerek ekonomi. Bahana TCW juga belum melihat dampak signifikan pemangkasan BI Rate yang sudah mencapai 100 Bps namun transmisinya ke perbankan dan ekonomi ril sehingga BI belum akan kembali menurunkan suku bunga. Selain itu posisi Rupiah yang tengah mengalami tekanan membuat BI masih akan jadi pertimbangan penting BI untuk menahan level BI Rate. Seperti apa pelaku pasar melihat arah kebijakan suku bunga di tengah gejolak awal tahun 2026? Selengkapnya simak dialog Syarifah Rahma dengan Direktur Investasi PT Bahana TCW Investment Management, Doni Firdaus dalam Power Lunch, CNBC Indonesia (Kamis, 15/01/2026) Sumber Share this post Link to post Share on other sites