Jump to content
FJB - Forum Jual Beli Indonesia
Masuk untuk mengikuti  
bot

Kadin Bocorkan Arah Nego Tarif AS, RI Mau Akses Ekspor Garmen-Furnitur

Recommended Posts

Jakarta, CNN Indonesia --

Kamar Dagang dan Industri (Kadin[1]) Indonesia membeberkan arah pembahasan dalam negosiasi tarif dagang [2]antara Indonesia dan Amerika Serikat[3] (AS).

Salah satu yang didorong adalah kemudahan akses pasar bagi produk ekspor nasional.

Ketua Umum Kadin Indonesia Anindya Novyan Bakrie menyebut pembahasan mencakup sejumlah komoditas unggulan RI, seperti garmen, tekstil, alas kaki, dan furnitur.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Dengan Amerika tentu kita melihat dengan positif, apa yang diperjuangkan oleh pemerintah. Melalui Kemenko Perekonomian saya rasa sudah baik. Dan yang paling penting tadi saya dengar bahwa kita punya ekspor seperti garmen, tekstil, alas kaki, furnitur," kata Anindya dalam konferensi pers di Kementerian Perdagangan, Jakarta Pusat, Senin (12/1).

Ia menyebut produk-produk tersebut diharapkan memperoleh kemudahan dalam kesepakatan tarif yang tengah dirampungkan.

"Itu (kami berharap) diberikan kemudahan. Dari sisi mereka tadi bicara membutuhkan tentunya mesti bersaing di pasar sendiri ya. Di tempat kita," ujarnya.

Di sisi lain, Anindya mengatakan AS juga menyampaikan kepentingannya terhadap sejumlah komoditas pangan.

"Tapi apel, daging dan jagung itu yang mereka kelihatannya ingin dorong. Nah, nanti kita lihat perkembangannya tentu kita ikut pemerintah," ujarnya.

Menurut Anindya, kesepakatan dagang yang sedang dibahas harus memberi manfaat timbal balik bagi kedua negara.

"Tapi yang ingin kami sampaikan ialah pada akhirnya perjanjian ini harus menjadi suatu transaksi. Nah transaksi ini tentunya suatu kerja yang erat antar pemerintah dan juga dunia usaha sangat penting," tegasnya.

Pemerintah menargetkan kesepakatan dagang Indonesia-AS dapat dirampungkan pada akhir Januari 2026. Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyampaikan proses negosiasi masih berjalan dan akan memasuki tahap pertemuan teknis pada 12-19 Januari 2026 untuk penyusunan legal drafting dokumen Agreement on Reciprocal Trade (ART).

Proses tersebut berada di bawah koordinasi Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto yang sebelumnya menyatakan produk Indonesia yang masuk ke pasar AS tetap dikenakan tarif 19 persen, sesuai kebijakan yang diumumkan pada Juli 2025 setelah adanya penurunan dari tarif sebelumnya sebesar 32 persen.

Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan bertemu Presiden Donald Trump di AS pada akhir Januari 2026 untuk menandatangani kesepakatan tersebut, bergantung pada hasil final pembahasan teknis yang sedang berlangsung.

====[4]

(del/sfr)

References

  1. ^ Kadin (www.cnnindonesia.com)
  2. ^ tarif dagang (www.cnnindonesia.com)
  3. ^ Amerika Serikat (www.cnnindonesia.com)
  4. ^ ==== (www.cnnindonesia.com)

Sumber

Share this post


Link to post
Share on other sites
Masuk untuk mengikuti  

×
×
  • Create New...