bot 0 Posted Mei 23, 2025 Jakarta, CNN Indonesia -- PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (Bank Jatim) menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2024 di Ruang Bromo, Kantor Pusat Bank Jatim Surabaya, Kamis (22/5). Agenda ini menjadi momentum penting bagi perseroan dalam menyampaikan laporan kinerja serta menetapkan langkah strategis ke depan. RUPST tahun ini dihadiri langsung oleh Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, selaku perwakilan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur (Jatim) sebagai pemegang saham pengendali, bersama jajaran dewan komisaris dan direksi Bank Jatim. Pada laporannya, Bank Jatim mencatatkan kinerja solid sepanjang 2024 dengan meraih laba bersih audit sebesar Rp1,28 triliun, tertinggi di antara bank pembangunan daerah di Indonesia. ADVERTISEMENT SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT Total aset perusahaan juga tumbuh 13,76% menjadi Rp118,1 triliun, dengan dana pihak ketiga mencapai Rp90 triliun dan penyaluran kredit meningkat ke angka Rp75,35 triliun. Perseroan juga memutuskan pembagian dividen sebesar Rp54,71 per lembar saham, naik dari tahun sebelumnya. Secara total, dividen yang dibagikan mencapai lebih dari Rp821 miliar, setara 64,12% dari laba bersih. Pada sambutannya, Khofifah menyampaikan apresiasi terhadap pencapaian kinerja Bank Jatim, meskipun masih ada beberapa hal harus dilakukan koreksi, evaluasi, dan perbaikan. "Tentu kita semua patut memberikan apresiasi terhadap kinerja Bank Jatim dan tetap memberikan kewaspadaan pada beberapa hal dari proses kehati-hatian yang memang menjadi prinsip sebuah lembaga perbankan," ujarnya dalam keterangan tertulis, Jumat (23/5). Ia pun menegaskan bahwa RUPS tidak hanya menjadi ajang pertanggungjawaban korporasi, tetapi juga refleksi atas kontribusi Bank Jatim dalam pembangunan ekonomi daerah. Menurut Khofifah, Bank Jatim berperan sebagai penggerak utama ekonomi Jatim yang kini menjadi pusat gravitasi logistik Indonesia Timur. Peran perbankan daerah sangat krusial dalam mendukung pembangunan yang inklusif dan merata. Ia juga menyoroti pertumbuhan ekonomi Jatim yang tetap stabil di tengah tantangan global, dengan kontribusi UMKM yang mencapai hampir 60% dari PDRB provinsi. Bank Jatim dinilai konsisten mendukung sektor ini, termasuk melalui program Gaspol UMKM. Berdasarkan data BPS pada 2024, ekonomi Jawa Timur tumbuh 4,93 persen (semester to semester) dan pada triwulan I tahun 2025 ekonomi Jawa Timur tumbuh 5 persen (YoY) di atas rata-rata nasional. Capaian tersebut didorong oleh akselerasi investasi yang di mana realisasi investasi Jawa Timur menunjukkan tren yang sangat menggembirakan. "Capaian realisasi investasi Jawa Timur dalam 6 tahun terakhir selalu mengalami peningkatan dan pada tahun 2024 realisasi investasi PMA serta PMDN Jawa Timur mencapai Rp 147,3 triliun atau meningkat 1,5 persen dari 2023. Secara nasional capaian ini berkontribusi 8,6 persen," papar dia. Ia juga melihat adanya perkembangan yang signifikan dalam layanan keuangan terutama untuk memperkuat UMKM Jawa Timur yang kontribusinya sekarang ini hampir 60 persen dari PDRB Jatim. Sesuai data OJK, Pemerintah Provinsi Jawa Timur selama 5 tahun berturut-turut tercatat sebagai provinsi dengan penyaluran kredit UMKM terbesar di Indonesia. "Tren pertumbuhan ini mencerminkan keberlanjutan kebijakan yang konsisten serta meningkatnya akses pelaku UMKM terhadap sumber pembiayaan formal," tegasnya. Transformasi dan Sinergi Direktur Utama Bank Jatim, Busrul Iman, yang masa jabatannya berakhir pada RUPS kali ini, memaparkan bahwa 2024 menjadi periode penting dengan berbagai pencapaian strategis. Salah satu capaian utama adalah implementasi Kelompok Usaha Bank (KUB) bersama Bank NTB Syariah sebagai bagian dari strategi sinergi antar BPD. Rencana penguatan sinergi dengan sejumlah BPD lain juga akan dilanjutkan, termasuk dengan Bank Lampung, Bank NTT, dan Bank Banten. Bank Jatim juga terus mengakselerasi transformasi digital melalui pengembangan layanan JConnect, serta penguatan sistem pendukung pemerintah daerah seperti SIPD, ETPD, dan SISKEUDESLINK. Sepanjang 2024, anggaran sebesar Rp118,47 miliar telah dialokasikan untuk mendukung pengembangan teknologi informasi. RUPS juga menetapkan perubahan susunan pengurus, termasuk pemberhentian dengan hormat Busrul Iman yang telah menyelesaikan masa jabatannya. Selain itu, tiga direktur lainnya juga diberhentikan dengan hormat, yakni Edi Masrianto, Eko Susetyono, dan Zulhelfi Abidin. Berdasarkan hasil RUPS Tahunan Tahun Buku 2024, susunan Dewan Komisaris dan Direksi Bank Jatim setelah pelaksanaan RUPS Tahunan Tahun Buku 2024 sebagai berikut: Calon Komisaris Utama Independen: Adi SulistyowatiKomisaris: Adhy KaryonoKomisaris Independen: Muhammad Mas'udKomisaris Independen: Dadang SetiabudiCalon Komisaris Independen: Asri Agung PutraCalon Komisaris Independen: Nurul Ghufron Calon Direktur Utama: Winardi LegowoCalon Wakil Direktur Utama: R. Arief WicaksonoCalon Direktur Bisnis Mikro, Ritel, dan Usaha Syariah: Tonny PrasetyoDirektur Kepatuhan: Umi RodiyahCalon Direktur Keuangan, Treasury & Global Services: RM Wahyukusumo WisnubrotoDirektur Bisnis Menengah, Korporasi, dan Jaringan: Arif SuhirmanCalon Direktur IT, Digital, dan Operasional: Wiweko ProbojaktiCalon Direktur Manajemen Risiko: Wioga Adhiarma Aji Ketua Dewan Pengawas Syariah: Dr (HC) KH Afifuddin MuhajirCalon Anggota Dewan Pengawas Syariah: Prof. Dr. Muhammad NasihCalon Anggota Dewan Pengawas Syariah: Ir. H. Tamhid Mashudi Melalui RUPST 2024, Bank Jatim menegaskan komitmennya untuk terus berperan sebagai mitra strategis pemerintah daerah dan menjadi penggerak utama pembangunan ekonomi regional. Dengan fondasi keuangan yang kuat, dukungan pemegang saham, serta arah strategi yang jelas, Bank Jatim optimis mampu memperkuat posisinya sebagai regional champion dalam dunia perbankan Indonesia. (rir) Sumber Share this post Link to post Share on other sites