Jump to content
FJB - Forum Jual Beli Indonesia
Masuk untuk mengikuti  
bot

Deputi Gubernur BI Ungkap 2 Pemicu Utama Dolar AS Melemah

Recommended Posts

Foto: Petugas menjunjukkan uang pecahan dolar AS dan rupiah di Dolarindo Money Changer, Jakarta, Selasa (8/4/2025). (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)

Jakarta, CNBC Indonesia - Nilai tukar rupiah terpantau terapresiasi terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Hal ini dipicu oleh pelemahan dolar AS.

Merujuk Refinitiv, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS pada Selasa (20/5/2025) dibuka pada posisi Rp16.400/US$ atau menguat 0,15%. Dolar telah melemah sejak akhir April 2025.

Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (BI) Destry Damayanti mengungkapkan penyebab dolar AS mulai melemah dalam beberapa minggu terakhir.

"Dolar sekarang juga melemah karena baru di downgrade kemarin sama Moody's dan rating agency lain lagi dan mereka mengalami twin deficit, di budget dan neraca dagang," papar Destry dalam Outlook Ekonomi DPR bertajuk 'Indonesia Menjawab Tantangan Ekonomi Global', Selasa (20/5/2025).

Adapun, downgrade dari rating agency, yakni Moody's, terhadap utang AS ini dipicu oleh kebijakan tarif respirokal Presiden AS Donald Trump. Kebijakan ini memicu ketidakpastian di AS. Alhasil, aliran modal dari AS kembali masuk ke emerging market dan instrumen emas.

"Ini tercermin di Indonesia ada inflow ke SBN, saham dan beberapa masuk ke SRBI," kata Destry.

Bahkan, dia mengklaim volatilitas nilai tukar telah semakin mereda, jika dibandingkan negara lain. "Ini mencerminkan kestabilan rupiah yang relatif membuat adanya confidence dan jadi dasar kuat Bapak dan Ibu kalau mau bisnis tentu dibutuhkan stabilitas," ujarnya.


(haa/haa)

Saksikan video di bawah ini:

Video: Rupiah Kian Perkasa! Tembus Rp16.300-an per Dolar AS

Next Article Rupiah Kembali Keok, Dolar Sentuh Rp16.355 [1]

Sumber

Share this post


Link to post
Share on other sites
Masuk untuk mengikuti  

×
×
  • Create New...