Jump to content
FJB - Forum Jual Beli Indonesia
Masuk untuk mengikuti  
bot

Menaker Akui BHR Tak Memuaskan, Minta Maaf di Depan Driver Ojol

Recommended Posts

Jakarta, CNN Indonesia --

Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli[1] mengakui bantuan hari raya (BHR[2]) untuk pengemudi ojek online (ojol) pada Lebaran tahun ini tidak memuaskan.

Yassierli mengatakan perumusan kebijakan BHR berpacu dengan waktu. Pemerintah harus segera membuat keputusan karena saat itu menjelang hari raya.

"Saya juga mohon maaf kalau BHR kemarin saya dan Pak Wamen itu belum optimal, tapi dari awal saya sudah sampaikan kita harus maju," ujar Yassierli pada acara Quo Vadis Ojek Online: Status, Perlindungan, dan Masa Depan ditemui di Plaza BPJAMSOSTEK, Jakarta, Kamis (8/5).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Yassierli mengatakan pemerintah juga memperhatikan kondisi keuangan perusahaan transportasi online. Menurutnya, peluang mencairkan BHR akan semakin berkurang bila pemerintah tak segera membuat kebijakan.

Dia pun bercerita cerita di balik kebijakan itu. Yassierli mengaku disebut bodoh oleh seorang profesor karena merumuskan kebijakan BHR.

Yassierli memahami memang belum ada contoh pelaksanaan BHR di negara mana pun. Namun, dia menerapkan kebijakan itu demi membuat kemajuan penjaminan kesejahteraan ojol.

"Kalau bicara tentang teori manajemen Amerika, saya tahu. Saya sudah baca buku-bukunya. Tapi ada yang hilang dari teori manajemen barat itu adalah kekeluargaan dan gotong royong dan itu hanya ada di Indonesia," ujarnya.

"Alhamdulillah satu langkah sudah berjalan," ucap Yassierli.

====[3]

(dhf/sfr)

References

  1. ^ Yassierli (www.cnnindonesia.com)
  2. ^ BHR (www.cnnindonesia.com)
  3. ^ ==== (www.cnnindonesia.com)

Sumber

Share this post


Link to post
Share on other sites
Masuk untuk mengikuti  

×
×
  • Create New...