bot 0 Posted April 10, 2025 Jakarta, CNN Indonesia -- Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengobarkan perang dagang[1] dengan menetapkan kebijakan tarif[2] timbal balik (resiprokal) pada barang impor dari hampir seluruh negara. Awalnya, orang nomor satu di AS itu mengumumkan tarif resmi berlaku mulai Rabu (9/4) kemarin. Namun, Trump kemudian menunda penetapan tarif selama 90 hari ke depan. Alasan utama Trump memungut tarif tinggi adalah demi menekan defisit neraca perdagangan AS. Dengan mematok tarif impor tinggi untuk produk-produk negara lain, Trump ingin neraca perdagangannya impas. ADVERTISEMENT SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT Tarif yang ditetapkan ke setiap negara berbeda-beda. China menjadi negara paling terdampak karena dikenakan tarif impor tertinggi oleh Trump, yakni sebesar 125 persen. Awalnya Trump menetapkan tarif 20 persen untuk China pada Maret 2025. Trump kemudian menetapkan tarif resiprokal 34 persen ke China per 9 April. Namun, Trump menambahkan 50 persen lagi karena China membalas dengan menaikkan tarif terhadap impor barang-barang asal AS. Sehingga total tarif yang dikenakan terhadap barang China mencapai 104 persen. Tak tinggal diam, pemerintah China memberlakukan tarif 84 persen terhadap barang-barang asal AS. Hal itu membuat Trump mengamuk dan menaikkan tarif impor ke China menjadi 125 persen. Bahkan China menjadi satu-satunya negara yang penerapan tarifnya tidak ditunda oleh Trump. Negara kedua yang dikenakan tarif resiprokal tertinggi adalah Lesotho sebesar 50 persen. Menurut Trump, Lesotho mengenakan tarif 99 persen pada barang-barang dari AS, tetapi pemerintah Lesotho mengatakan bahwa mereka tidak tahu bagaimana pemerintahan AS menghitung angka tersebut. Posisi ketiga ditempati Kamboja dengan tarif resiprokal sebesar 49 persen. Trump beralasan bahwa Kamboja telah menetapkan tarif 97 persen selama ini terhadap AS. Namun, klaim itu dibantah oleh pemerintah Kamboja. Selanjutnya, Laos yang dikenakan tarif resiprokal 48 persen. Ekspor utama negara ini ke AS meliputi alas kaki, furnitur kayu, tekstil, dan komponen elektronik. Di posisi kelima ada Madagaskar yang dikenakan tarif resiprokal sebesar 47 persen. Kebijakan tarif Trump diperkirakan akan memukul sektor tekstil Madagaskar, bahkan 60 ribu pekerja tekstil terancam kehilangan pekerjaan. Berdasarkan data Gedung Putih, berikut daftar negara terdampak kebijakan tarif Trump: 1. China: 125 persen2. Lesotho: 50 persen3. Kamboja: 49 persen4. Laos: 48 persen5. Madagaskar: 47 persen6. Kamboja: 46 persen7. Myanmar: 44 persen8. Sri Lanka: 44 persen9. Kepulauan Falkland: 41 persen10. Suriah: 41 persen:11. Mauritius: 40 persen12. Irak: 39 persen `13. Guyana: 38 persen14. Serbia: 37 persen15. Bostwana: 37 persen16. Liechtenstein: 37 persen17. Bangladesh: 37 persen18. Thailand: 36 persen19. Bosnia: 35 persen20. Makedonia Utara: 33 persen 21. Fiji: 32 persen22. Indonesia: 32 persen23. Angola: 32 persen24. Taiwan: 32 persen25. Moldova: 31 persen26. Libya: 31 persen27. Swiss: 31 persen28. Algeria: 30 persen29. Nauru: 30 persen30. Pakistan: 29 persen31. Tunisia: 28 persen32. Kazakhstan: 27 persen33. Korea Selatan: 25 persen34. Malaysia: 24 persen35. Brunei 24 persen36. Jepang: 24 persen37. Vanuatu: 22 persen38. Côte d'Ivoire: 21 persen39. Namibia: 21 persen40. Jordan: 20 persen41. European Union: 20 persen42. Nicaragua: 18 persen43. Zimbabwe: 18 persen44.Israel: 17 persen45. Filipina: 17 persen46. Malawi: 17 persen47.Zambia: 17 persen48. Mozambique: 16 persen49. Norway: 15 persen50. Venezuela: 15 persen51. Nigeria: 14 persen52. Equatorial Guinea: 13 persen53. Chad: 13 persen54. Congo: 11 persen55. Kamerun: 11 persen. ====[3] (fby/pta) References^ perang dagang (www.cnnindonesia.com)^ tarif (www.cnnindonesia.com)^ ==== (www.cnnindonesia.com)Sumber Share this post Link to post Share on other sites