Jump to content
FJB - Forum Jual Beli Indonesia
Masuk untuk mengikuti  
bot

Goldman Sachs Turunkan Peringkat RI, Bos Bursa Buka Suara

Recommended Posts

Foto: Layar menampilkan pergerakan perdagangan saham saat Pembukaan Perdagangan Tahun di Gedunh Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Kamis (2/1/2025). (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)

Jakarta, CNBC Indonesia - Bursa Efek Indonesia (BEI) buka suara soal penurunan peringkat dan rekomendasi atas aset keuangan termasuk saham Indonesia oleh Bank Investasi dan pengelola aset global Goldman Sachs.

Direktur Pengembangan BEI Jeffrey Hendrik mengatakan, pihaknya menghormati keputusan tersebut. Mengingat, lembaga rating memiliki independensinya tersendiri.

Tetapi pada saat yang bersamaan, Bursa aktif untuk menyampaikan bagaimana fundamental Indonesia secara objektif di depan investor asing. Pihaknya juga mendorong dan memfasilitasi emiten-emiten dalam negeri untuk menyampaikan informasi ke publik.

"Jadi kalau kami selalu meyakini dengan kondisi fundamental kita, investor asing kita harapkan nanti akan kembali lagi," tutur Jeffrey saat ditemui di gedung BEI, Jakarta, Rabu, (12/3/2025).

Lebih jauh, Jeffrey menegaskan naik turunnya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) adalah mekanisme di pasar. Sementara pasar digerakkan oleh persepsi dan ekspektasi.

"Jadi pesan yang kita sampaikan ke pasar itu adalah otoritas, regulator itu hadir dalam kondisi-kondisi seperti ini. Kalau memang dibutuhkan kolaborasi dalam bentuk regulasi, tentu kami siap untuk memberikan dukungan," ungkap Jeffrey.

Sebagaimana diketahui, Goldman menurunkan peringkat saham RI dari overweight menjadi market weight. Lebih lanjut, Goldman juga menurunkan rekomendasi atas surat utang yang diterbitkan BUMN tenor 10 sampai 20 tahun menjadi netral. Sebelumnya, surat utang BUMN menjadi salah satu aset yang paling ramai diburu oleh manajer investasi global.

Penurunan peringkat ini terjadi Setelah Goldman menaikkan proyeksi defisit fiskal Indonesia dari semua 2,5% kini menjadi 2,9% dari PDB.

Goldman mengungkapkan pasar keuangan Indonesia masih berada dalam tekanan beberapa bulan terakhir karena sentimen tarif dan perang dagang global hingga pelemahan ekonomi domestik membuat investor ketakutan dan kabur dari pasar RI.

Menurut Goldman, ketakutan investor asing terjadi setelah Prabowo mengumumkan inisiatif pemangkasan dan realokasi aggaran, pembentukan Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara), hingga program 3 juta rumah yang mana dianggap dapat membuat bengkak defisit anggaran.


(ayh/ayh)

Saksikan video di bawah ini:

Video: Morgan Stanley-Goldman Sachs Koreksi Rating Saham RI, Ada Apa?

Next Article Dibuka Sri Mulyani, IHSG Ngegas Ke Level 7.100 [1]

Sumber

Share this post


Link to post
Share on other sites
Masuk untuk mengikuti  

×
×
  • Create New...