bot 0 Posted Januari 28, 2025 Jakarta, CNN Indonesia -- Menteri Keuangan Sri Mulyani[1] memangkas 16 pos belanja yang ada di kementerian/lembaga (K/L) demi menghemat Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN[2]). Keputusan itu tertuang dalam Surat Nomor S-37/MK.02/2025 yang merujuk pada Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 1 Tahun 2025 tentang Efisiensi Belanja dalam Pelaksanaan APBN dan APBD 2025. Lewat instruksi itu, Prabowo ingin APBN HEMAT Rp306,69 triliun, di mana Rp256,1 triliun dipotong dari belanja K/L. ADVERTISEMENT SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT Sri Mulyani mengingatkan para pimpinan di Kabinet Merah Putih untuk membahas efisiensi anggaran dengan DPR RI. Setelah mendapat lampu hijau, baru disampaikan kepadanya paling lambat 14 Februari 2025. "Apabila sampai dengan 14 Februari 2025 kementerian/lembaga belum mengusulkan revisi sebagaimana dimaksud pada butir 2d, maka Kementerian Keuangan c.q. Direktorat Jenderal Anggaran secara mandiri akan mencantumkan dalam catatan halaman IV A DIPA," ancam Ani soal blokir otomatis, dikutip Senin (27/1). Berikut 16 pos yang harus dipangkas KL: 1. Alat tulis kantor (ATK): 90 persen2. Kegiatan seremonial: 56,9 persen3. Rapat, seminar, dan sejenisnya: 45 persen4. Kajian dan analisis: 51,5 persen5. Diklat dan bimbingan teknis (bimtek): 29 persen6. Honor output kegiatan dan jasa profesi: 40 persen7. Percetakan dan souvenir: 75,9 persen8. Sewa gedung, kendaraan, dan peralatan: 73,3 persen9. Lisensi aplikasi: 21,6 persen10. Jasa konsultan: 45,7 persen11. Bantuan pemerintah: 16,7 persen12. Pemeliharaan dan perawatan: 10,2 persen13. Perjalanan dinas: 53,9 persen14. Peralatan dan mesin: 28 persen15. Infrastruktur: 34,3 persen16. Belanja lainnya: 59,1 persen ====[3] (skt/fby) References^ Sri Mulyani (www.cnnindonesia.com)^ APBN (www.cnnindonesia.com)^ ==== (www.cnnindonesia.com)Sumber Share this post Link to post Share on other sites