bot 0 Posted Januari 7, 2025 Foto: Dewan komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Agusman di acara Pertemuan Tahunan Industri Jasa Keuangan 2024 di Hotel St Regis, Jakarta, Selasa, (20/2/2024). (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki) Jakarta, CNBC Indonesia - Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pengawas lembaga pembiayaan Agusman mengungkapkan pembiayaan modal ventura yang merupakan salah satu bentuk pembiayaan utama untuk perusahaan rintisan (startup) masih mengalami kontraksi, sedangkan untuk pinjaman online (pinjol) atau peer-to-peer lending (P2P) masih mengalami pertumbuhan signifikan. Agusman menyampaikan piutang pembiayaan multifinance naik 7,27% secara tahunan (yoy) pada November 2024 menjadi Rp 501,37 triliun. Meski masih tumbuh, namun piutang pembiayaan tercatat melambat dari bulan Oktober lalu yang tercatat naik 8,37% yoy. "Rasio pembiayaan macet (NPF) gross November sebesar 2,71%, di Oktober lalu 2,60%. NPF net 0,81% di November, sedangkan bulan Oktober lalu 0,77%. Gearing ratio turun jadi 2,23 kali, jauh di bawah batas maksimum 10 kali," jelas Agusman. Secara spesifik, pembiayaan modal ventura hingga akhir November turun 7,46% secara tahunan (yoy) menjadi Rp 16,09 triliun. Nilai kontraksi bulan November lebih cepat dibandingkan periode Oktober yang kontraksinya hanya 5,6%. Sementara itu, untuk pembiayaan pinjol hingga akhir November 2024 nilai outstanding tumbuh 27,3% (yoy) menjadi Rp 75,6 triliun. Sementara itu tingkat kredit macet pinjol (TWP90) disebut masih terjaga. "Tingkat TWP90 terjaga di 2,52% per November 2024, dibandingkan pada Oktober 2,37%," terang Agusman dalam RDK Bulanan OJK, Selasa (7/1/2025). (fsd/fsd) Saksikan video di bawah ini: Video: Siap-Siap! Aturan IPO & Listing di BEI Bakal Diperketat! Next Article OJK Bekukan Aktivitas Perusahaan Ini karena Direksi Tabrak Aturan [1]References^ Next Article OJK Bekukan Aktivitas Perusahaan Ini karena Direksi Tabrak Aturan (www.cnbcindonesia.com)Sumber Share this post Link to post Share on other sites