bot 0 Posted Juli 25, 2020 Jakarta - Pemerintah melalui Kementerian Keuangan memastikan utang dana talangan PT Minarak Lapindo Jaya hingga saat ini belum lunas. Anak usaha Lapindo Brantas Inc baru membayar Rp 5 miliar dari total utang Rp 773,382 miliar. Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) Kementerian Keuangan mencatat ada tiga masalah yang membuat utang Lapindo tak kunjung lunas hingga saat ini. Berikut 3 masalah tersebut: 1. Membayar Utang dengan Aset Isa mengatakan pihak Minarak Lapindo Jaya akan membayarkan utangnya dengan aset yang dimiliki. "Mereka tawarkan untuk menggantinya atau membayarnya dengan aset. Jadi Lapindo sudah berkirim surat resmi, mereka minta untuk tukar aset saja, asetnya ada di wilayah terdampak itu maupun kalau dianggap kurang dari tempat lain," kata Isa dalam video conference, Jakarta, Jumat (12/6/2020). Isa mengaku masih belum mengetahui nilai aset yang akan dijadikan modal pelunasan utang pihak Lapindo. Pasalnya, pemerintah juga belum bisa menghitung kembali aset yang dijadikan jaminan tersebut lantaran COVID-19. Meski demikian, Isa berharap pihak Lapindo dapat melunasi utangnya dengan membayar secara tunai. Simak Video "Sri Mulyani Sebut Semua Negara Islam di Dunia Berutang"[==] Sumber Share this post Link to post Share on other sites