Jump to content
FJB - Forum Jual Beli Indonesia
Masuk untuk mengikuti  
bot

IMF Ramal Ekonomi Dunia Tumbuh Minus, Begini Respons Pengusaha

Recommended Posts

Jakarta -

International Monetary Fund (IMF) telah merilis proyeksi angka pertumbuhan ekonomi dunia minus 4,9% di sepanjang tahun 2020. Angka ini lebih rendah dibandingkan proyeksi yang dirilis pada April yaitu minus 1,9%.

Berdasarkan laporan IMF yang dikutip detikcom, Kamis (25/6/2020), pertumbuhan ekonomi negara maju akan minus 8,0% sepanjang tahun ini. Sedangkan negara berkembang minus 3,0% di 2020.

Sementara itu, pada wilayah ASEAN-5 secara keseluruhan minus 2,0%. ASEAN-5 ini terdiri dari Indonesia, Malaysia, Filipina, Thailand, dan Vietnam. Jika dijabarkan satu per satu, IMF memproyeksi ekonomi Indonesia minus 0,3%, sementara Malaysia minus 3,8%, Filipina minus 3,6%, Thailand minus 7,7%.

Lalu seperti apa respons dunia usaha soal prediksi IMF terbaru? Ketua Kebijakan Publik Asosiasi Pengusaha Indonesia ( APINDO) Sutrisno Iwantono akan menjawabnya.

Bagaimana komentar mengenai prediksi ekonomi terakhir dari IMF?
Prediksi IMF pertumbuhan ekonomi minus 0,3% tahun 2020 ya ada benarnya juga. Pertumbuhan di negara lain lebih parah. Amerika Serikat -8%, Jepang -5,8%, Inggris -10,2%, Jerman -7,8%, Prancis, -12,5%, sementara Italia dan Spanyol tumbuh -12,8%. Kalau di negara maju pertumbuhan ekonominya lebih rendah dari negara sedang berkembang itu wajar, dan memang pattern-nya begitu. Negara berkembang memang harus lebih tinggi menurut teori, ada gejala yang mungkin relevan dengan itu.

Bagaimana cashflow pengusaha saat ini?
Iya memang seperti itu, pada umumnya pengusaha punya cadangan cash itu sampai 3 bulan saja. Itu artinya ya sampai bulan Juni ini. Di lapangan kondisinya memang masih tidak baik.

Bahkan banyak juga teman-teman usaha yang sudah kekeringan cashflow-nya sebelum habisnya bulan Juni ini. Upaya membalikkan keadaan masih sangat sulit. Data-data terinfeksi virus Corona masih belum menurun, tiap hari kita catat pertambahan angka berkisar di 1.000 kasus. Ini artinya kegiatan di luar masih beresiko, orang pun masih takut keluar sehingga ekonomi belum bangkit. Meskipun pelonggaran PSBB telah dilakukan.

Buka halaman selanjutnya>>>

Simak Video "Sandi: Pemerintah Terjebak Dalam Pertumbuhan Ekonomi 5%"
[==]

Sumber

Share this post


Link to post
Share on other sites
Masuk untuk mengikuti  

×
×
  • Create New...