Jump to content
FJB - Forum Jual Beli Indonesia

mother

Members
  • Jumlah Konten

    917
  • Bergabung

  • Kunjungan terakhir

Reputasi Forum

0 Neutral

Tentang mother

  • Rank
    Super Silver
  1. KOMPAS.com - Berapa berat badan bayi yang ideal? Untuk menjawabnya jangan pernah membandingkan bayi Anda dengan bayi tetangga yang chubby dan gemuk. Membandingkan bayi sendiri dengan bayi lain bukan langkah tepat. Mengingat berat badan setiap bayi sangat individual tergantung faktor genetik, bahkan juga zat gizi yang dikonsumsi ibu ketika hamil. Oleh sebab itu, daripada "galau" melihat bayi lain, lebih baik mengacu pada grafik pertumbuhan bayi bersumber dari WHO untuk memonitor berat badan dan panjang bayi si kecil setiap bulannya. Bayi baru lahir dinilai memiliki berat badan (BB) normal bi
  2. KOMPAS.com - Kebiasaan makan sehat terbentuk sejak masa balita. Untuk memulai kebiasaan makan sehat, balita butuh contoh dari orangtuanya. Dokter keluarga di London dan dosen di Imperial College Medical School, dr Carol Cooper punya kiatnya untuk para orangtua. Kebiasaan makan sehat pada anak bisa dimulai sejak dini dengan pengaruh besar dari orangtua. Dr Carol mengatakan orangtua perlu menyiapkan waktu khusus saat makan, dengan menikmati hidangan bersama balita. Di waktu inilah orangtua bisa mengajarkan sekaligus mencontohkan makan makanan sehat termasuk tata krama saat makan. Yang juga tak
  3. KOMPAS.com - Pada perjalanan usia si kecil, bila didapati berat badannya ternyata terus merosot, perlu diteliti apakah ada sesuatu masalah yang menjadi pemicunya. Misal, muncul penyakit kronis atau terjadi kelainan sistem pencernaan, hormonal, dan sebagainya. Berat badan (BB) bayi yang terus merosot bisa jadi juga karena asupan gizi si kecil tak mencukupi lantaran ada masalah menyusui sehingga ia tak mendapatkan ASI dengan baik. Bila diketahui ada masalah kesehatan, tentu perlu dilakukan pemeriksaan dan penanganan secara medis. Lain hal bila karena bayi kurang mendapatkan asupan ASI tentu pe
  4. KOMPAS.com - Pemeriksaan kehamilan penting bagi ibu untuk menyelamatkannya dari berbagai risiko. Karenanya ibu hamil perlu rutin memeriksakan kehamilan dengan tatap muka bersama dokter lewat konsultasi langsung. Namun belakangan semakin banyak bermunculan akun Twitter dokter yang melayani "konsultasi" seputar kehamilan. Merespons fenomena ini, salah satu pendiri gerakan Selamatkan Ibu, dr Sophia Hage mengatakan mencari informasi di Twitter tak bisa menggantikan konsultasi langsung ke dokter. Saat konsultasi langsung, ada unsur edukasi, terapi, diagnosa dan pengobatan. Diagnosa dan pengobatan
  5. KOMPAS.com - Penting bagi calon ayah dan calon ibu untuk membekali diri dengan pengetahuan yang baik dan menyeluruh saat menjalani kehamilan, hingga menyiapkan persalinan agar terhindar dari berbagai risiko kehamilan. Dengan pengetahuan yang baik, calon orangtua bisa mencegah berbagai risiko kehamilan atau setidaknya dapat mengantisipasinya lebih baik. Termasuk risiko pendarahan, infeksi, dan eklampsia yang menjadi penyebab kematian ibu saat melahirkan. Salah satu pendiri gerakan Selamatkan Ibu, dr Sophia Hage, mengatakan risiko kematian ibu ini perlu menjadi perhatian semua orang. Perempuan
  6. KOMPAS.com - Setelah beberapa tahun menikah dan melakukan hubungan seksual rutin, belum juga memperoleh momongan? Anda perlu segera memeriksakan diri ke dokter, karena kondisi ini digolongkan sebagai infertilitas. Suami istri perlu menjalani pemeriksaan menyeluruh dan dilakukan bersamaan. Suami akan ditangani oleh seorang androlog atau urolog, sementara istri ditangani oleh ahli kandungan dan kebidanan. Dari pemeriksaan, akan diketahui beberapa masalah fisik yang bisa menyebabkan infertilitas sebagai berikut: Sumbatan vagina Ada dua jenis sumbatan yang kerap terjadi, yakni sumbatan anatom
  7. KOMPAS.com – Tak hanya orang dewasa yang membutuhkan perlindungan dari paparan sinar matahari; buah hati Anda juga membutuhkan hal yang sama. Efek buruknya pun tak hanya terasa pada kulit, tetapi juga mata. Untuk menghindari bahaya yang ditimbulkan, ada sedikit tips yang bisa Anda terapkan untuk menjaga kesehatan mata anak Anda. "Ada banyak penelitian yang menunjukkan, sinar matahari berdampak buruk untuk mata anak Anda,” ujar James McDonnell, MD, direktur medis di Loyola University Health System dan profesor oftalmologi di Loyola University Chicago Stritch School of Medicine. "Sinar matahari
  8. KOMPAS.com - World Health Organization (WHO) menyebutkan, ada empat gangguan kesehatan yang sering menyerang anak, yaitu flu, radang tenggorokan, diare, dan tifus. Semua gangguan kesehatan ini berkaitan dengan daya tahan tubuh. Artinya, kalau daya tahan tubuh lemah, maka anak lebih berisiko terkena. Oleh sebab itu, mewaspadai gangguan-gangguan kesehatan ini akan membantu ayah ibu untuk menjaga anak-anaknya agar terhindar. Ada pun gangguan-gangguan kesehatan itu adalah: 1. Flu Sering disebut dengan influenza. Penyebabnya adalah virus influenza. Gejalanya diawali dengan batuk-pilek, demam/pana
  9. KOMPAS.com - Setiap fase perkembangan dan pertumbuhan anak pasti jadi momen yang berharga bagi orangtua. Namun yang perlu diketahui, semua anak memiliki tingkat perkembangan yang berbeda. "Jangan berpikir bahwa tiap anak punya tahap perkembangan yang sama. Dan momen penting dalam pertumbuhan anak bukan pada seberapa cepat dia bisa membaca, berjalan, atau bicara. Tetapi kesesuaian usia dan kemampuannya," ungkap Carrie Lupoli, pakar pengasuhan anak, saat workshop "The Joy of Learning" di Four Seasons Hotel, Jakarta Selatan, beberapa waktu lalu. Jika disesuaikan dengan usianya, ada beberapa tah
  10. KOMPAS.com - Memasak sendiri makanan harian bisa dilakukan anak-anak usia sekolah. Orangtua bisa mulai mengajarkan memasak dengan memberikan kepercayaan kepada si kecil. Dengan demikian, setiap kali anak ingin makan, ia bisa berkreasi dengan masakan di rumah, tidak menjadi konsumtif dengan meminta dibelikan makanan tertentu. Chef profesional masakan Indonesia dari Aku Cinta Masakan Indonesia (ACMI), Ade Suherman, melatih putra sulungnya Muhammad Rizki Abadi (10) untuk memasak sejak usia tujuh. Menurutnya, anak perlu dilatih memasak sendiri saat waktunya makan tiba. Namun demikian, orangtua te
  11. KOMPAS.com - Kehamilan adalah proses yang membahagiakan untuk Anda dan pasangan. Namun di balik kebahagiaan untuk memiliki momongan, proses ini juga menimbulkan ketidaknyamanan akibat morning sickness, gerakan bayi, dan gangguan emosional lain. Untuk sedikit membagi perasaan dan pengalaman ibu saat hamil, perusahaan popok bayi Huggies mengembangkan sebuah teknologi yang disebut sabuk sensorik kehamilan. Sabuk sensorik yang dikembangkan selama empat bulan ini dianggap bisa membantu mensimulasikan perasaan ibu hamil kepada pasangannya. Untuk merasakan gerakan bayi, Anda dan pasangan harus sama
  12. KOMPAS.com - Kehamilan menjadikan kulit seputar perut mengalami peregangan, kerusakan, dan meninggalkan stretchmark. Untuk mencegah kerusakan yang parah, ibu dapat memanfaatkan krim khusus yang bekerja melembabkan kulit. Bagaimana cara memilihnya? 1. Lakukan uji coba. Oleskan sedikit pada permukaan kulit. Bila keesokan hari terjadi gatal dan bentol kemerahan, pertanda kulit ibu sensitif terhadap bahan kimia tertentu dalam produk itu. Hindari pemakaian lebih lanjut, coba produk lain. 2. Perhatikan bahan-bahannya. Gunakan bahan yang aman bagi kehamilan. Meskipun katanya aman digunakan sepanjan
  13. KOMPAS.com – Menurut sebuah studi terbaru, remaja sekarang lebih materialistis dan kurang tertarik untuk bekerja keras, daripada remaja yang lahir tahun 1946 hingga 1964, yang kerap disebut baby boomers. Para peneliti mengatakan, hal itu kemungkinan karena kesalahan orangtua sendiri karena mendorong budaya yang melahirkan narsisisme dan hak (untuk tidak bekerja keras). "Dibandingkan generasi-generasi sebelumnya, lulusan SMA sekarang lebih menginginkan banyak uang dan barang-barang bagus, tapi kurang bersedia bekerja keras untuk mendapatkannya," kata Jean Twenge, penulis studi dan profesor ps
  14. KOMPAS.com - Berbuat kesalahan adalah bagian dari perjalanan hidup dan aktivitas keseharian setiap orang, termasuk anak usia 3-5. Jadi, tak usah berlebihan menanggapi kesalahan anak, apalagi melibatkan emosi. Yang perlu orangtua lakukan adalah membimbing anak untuk dapat mengetahui kesalahan atau permasalahannya, juga melatih anak untuk mempertimbangkan perilakunya terutama yang berkaitan dengan orang lain. Untuk memunculkan perilaku ini, sejak dini orangtua perlu secara konsisten mengenalkan pada norma dan aturan yang berlaku dalam lingkungan sosial. Contoh, ketika menyusu ia menggigit puti
  15. KOMPAS.com – Orangtua ternyata masih menganggap tabu berbincang mengenai seks dengan anak. Dan ini bukan hanya terjadi pada orangtua di Indonesia, lho. Sekitar 68 persen orangtua di Amerika Serikat mengaku tidak pernah menyinggung masalah seks dengan anak-anak mereka, karena malu atau risih melakukannya. Menurut sebuah survei yang dilakukan oleh situs diskon CouponCodes4u.com kepada 2.305 orang tua, setidaknya lebih dari 12,47 persen orangtua merasa bahwa sekolah lah yang harus bertanggung jawab penuh untuk memberikan pendidikan seks pada anak. Rasa malu menjadi alasan 44 persen orangtua seh
×
×
  • Create New...