Jump to content
FJB - Forum Jual Beli Indonesia

Archived

This topic is now archived and is closed to further replies.

Parno

BANK BUMN" Petani minta Kemudahan akses permodalan

Recommended Posts

BANDUNG-- Kalangan petani cengkeh dan tebu di Jabar meminta bank milik negara (BUMN) untuk mempermudah persyaratan mengakses permodalan karena proses persetujuan kredit selama ini dianggap terlalu rumit.

 

Ketua Asosiasi Petani Cengkeh Majalengka Muhammad Mulyadi mengatakan pihaknya selama ini kesulitan mendapat pinjaman akibat persyaratan dari pihak bank terhadap petani berbelit-belit.

 

“Kami berharap perbankan bisa memberikan kemudahan pinjaman modal terhadap petani perkebunan,” katanya usai acara seminar Teknis Pengelolaan Permodalan Perkebunan Rakyat Jawa Barat di Bandung, Rabu (31/10/2012).

 

Dia menyontohkan selama ini pihak bank yang menawarkan pinjaman modal kepada para petani perkebunan terlalu rumit dicerna petani kecil.

 

Menurutnya, beberapa syarat yang harus dipenuhi oleh petani seperti NPWP, SIUP, TDP, Surat Nikah dan lainnya tidak cocok untuk para petani di daerah.

 

“Seharusnya pihak bank mengerti, tidak semua petani kecil itu paham akan persyaratan yang terlalu rumit, bahkan mereka [petani] tidak tahu apa itu NPWP, SIUP dan sebagainya,” jelasnya.

 

Sementara itu, anggota Kelompok Tani Tebu Subang Darsono mengatakan tidak sedikit petani yang mengundurkan diri ketika pihak bank melakukan survei ke setiap rumah petani.

 

Menurutnya, proses administrasi yang ketat membuat mayoritas petani yang mengajukan pinjaman permodalan ke perbankan tertolak, sehingga rencana pengembangan produksi menjadi terhambat.

 

“Kalau petani berpikir lebih baik pinjam ke para tengkulak, karena prosesnya mudah dan cepat,” ujarnya.

 

Dia menjelaskan meskipun bunga tengkulak lebih besar, namun para petani kecil lebih nyaman dan lancar dalam hal permodalan. Dia berharap, bank yang dikelola BUMN bisa mengerti dan memahami karakteristik petani kecil.

 

“Sebetulnya kami ingin sekali bekerja sama dengan pihak bank, tapi kami mohon proses adminitrasinya bisa dipermudah. Misalnya jaminan bisa menggunakan hasil produksi kami,” tuturnya.

 

Pada kesempatan yang sama, Wakil Ketua Kadin Jabar Iwan Gunawan merasa prihatin terhadap perbankan yang selama ini minim perhatian terhadap sektor perkebunan.

 

Dia menilai perbankan lebih condong terhadap sektor jasa dan perdagangan yang memiliki daya jual tinggi dibanding sektor perkebunan.

 

“Perkebunan rakyat di Jawa Barat itu mencapai 70% dibandingkan perkebunan milik industri yang hanya 30%. Bayangkan kalau sektor perbankan masuk ke sektor perkebunan, ini bakal menjadi sebuah terobosan baru,” katanya.

 

Untuk itu, dia berharap sektor perbankan bisa memaksimalkan pembiayaannya pada parap pelaku di sektor perkebunan rakyat. Selain akan memberikan lapangan kerja yang sangat luas sektor tersebut lanjutnya mampu meminimalkan urbanisasi.

 

Menurutnya, pihak perbankan milik BUMN dan BUMD senantiasa bisa mengucurkan ke sektor perkebunan terutama di daerah pedesaan guna menciptakan kesejahteraan petani kecil.

 

“Selain itu, kami juga berharap jika sudah ada kerja sama yang baik antara pihak bank dengan petani, ke depannya, sektor perkebunan bukan hanya menjual hasil produksi saja tetapi bisa meningkatkan nilai tambah dengan menjual barang setengah jadi,” ujarnya. (k5/msb)

 

 

p-89EKCgBk8MZdE.gif

 

Sumber

Share this post


Link to post
Share on other sites

×
×
  • Create New...