Jump to content
FJB - Forum Jual Beli Indonesia

Archived

This topic is now archived and is closed to further replies.

Parno

OCBC NISP: Cetak Laba Bersih Rp656 Miliar

Recommended Posts

JAKARTA: PT Bank OCBC NISP Tbk mencatatkan pertumbuhan laba bersih setelah pajak 26% menjadi Rp656 miliar sepanjang 9 bulan pertama tahun ini, dari Rp522 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.

 

Presiden Direktur Bank OCBC NISP Parwati Surjaudaja mengungkapkan pertumbuhan laba tersebut didorong oleh kenaikan penyaluran kredit yang mencapai 30% dari Rp36 triliun menjadi Rp50,51 triliun.

 

"Peningkatan kredit ini mendorong kenaikan laba bersih sebesar 26 % dari Rp522 miliar menjadi Rp656 miliar," ujarnya dalam siaran pers yang diterima Bisnis, Selasa (30/10/2012).

 

Pertumbuhan kredit tersebut membantu meningkatkan aset perseroan menjadi Rp71,43 triliun per 30 September 2012 dari 55,01 triliun per September 2011, tumbuh 30%.

 

Parwati juga mengungkapkan pertumbuhan aset dan ekspansi kredit tersebut diiringi dengan perbaikan kualitas kredit yang tercermin dalam penurunan rasio kredit bermasalah menjadi 0,4% per kuartal III/ 2012 dari 0,8% pada kuartal yang sama tahun lalu.

 

Adapun sumbangan terbesar bagi laba perseroan didapat dari pendapatan bunga bersih yang mencapai Rp1,87 triliun per 30 September 2012, tumbuh 14% dari Rp1,6 triliun per 30 September 2011.

 

Sementara itu pendapatan operasional setelah dikurangi beban operasional mencapai Rp1,03 triliun per kuartal III/ 2012 dari Rp829 miliar per kuartal III/ 2011, tumbuh 24,24%.

 

Sesuai dengan anjuran bank sentral, perseroan juga meningkatkan perolehan pendapatan di luar pendapatan bunga menjadi Rp597 miliar per September tahun ini dari Rp458 miliar per September tahun lalu. Pertumbuhan tersebut merupakan pertumbuhan pendapatan tertinggi, yaitu 30%.

 

Perseroan juga mencatatkan penurunan marjin bunga bersih (net interest margin/ NIM) menjadi 4,2% per 30 September 2012 dari 4,8% pada periode yang sama tahun sebelumnya.

 

Selain itu, bank yang didirikan di Bandung ini juga mencatatkan pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) 25% menjadi 53,61 triliun pada September 2012 dari Rp43,01 triliun pada September 2011. Menjadikan rasio kredit terhadap dana pihak ketiga ketiga (LDR/ loan to deposit ratio) mengetat ke level 93,9% dari 83,7%. (bas)

 

 

p-89EKCgBk8MZdE.gif

 

Sumber

Share this post


Link to post
Share on other sites

×
×
  • Create New...