Jump to content
FJB - Forum Jual Beli Indonesia

Archived

This topic is now archived and is closed to further replies.

Parno

KOMODITAS TEKSTIL: Produsen Ogah Produksi, Impor Pakaian Jadi Bakal Melonjak

Recommended Posts

JAKARTA: Impor produk pakaian jadi (garmen) diproyeksikan melonjak tahun ini akibat keengganan sebagian besar pengusaha mengolah produk tersebut di dalam negeri.

 

Ketua Harian Asosiasi Pemasok Garmen dan Aksesori Indonesia (APGAI) Suryadi Sasmita menuturkan keengganan pelaku industri tekstil dan produk tekstil (TPT) mengolah di dalam negeri mulai terjadi sejak 2008.

 

Pengusaha mengeluhkan berbagai kebijakan pemerintah yang dinilai tidak mendukung kalangan usaha.

 

"Maraknya demo buruh juga memengaruhi keinginan pengusaha sektor TPT untuk berekspansi lebih jauh," ujarnya, Minggu (7/10).

 

Akibat kondisi tersebut, pelaku industri beralih haluan dari produsen menjadi trader yang dipasok dari China.

 

Hal itu ditambah dengan penetrasi pasar China yang sangat gencar ke kawasan Asia Tenggara, terutama Indonesia, yang memiliki pasar terbesar di kawasan.

 

Asosiasi Produsen Synthetic Fiber Indonesia (Apsyfi) mencatat nilai impor pakaian jadi ilegal diperkirakan mencapai US$2,88 miliar pada tahun ini.

 

Sekretaris Jenderal Apsyfi Redma G. Wirawasta menuturkan dari total konsumsi nasional, industri lokal memenuhi hingga 60% kebutuhan garmen di dalam negeri. Penetrasi produk impor tercatat sebesar 15%, sedangkan 25% lainnya merupakan produk ilegal.

 

?Berdasarkan perhitungan pembanding kami dengan alokasi konsumsi PDB di data BI, jumlah yang dibeli selalu lebih besar dibandingkan dengan produk yang dijual. Kalau konsumsi lokal itu sekitar 1,4 juta ton, yang dijual lebih kecil. Artinya, ada yang dibeli tapi tidak legal,? ujarnya.

 

Dengan perhitungan populasi mencapai 240 juta jiwa, konsumsi garmen nasional bisa mencapai 1,53 juta ton per tahun.

 

Dengan perhitungan harga sekitar US$7,5 per kg, maka angka itu setara dengan US$11,52 miliar.

 

Redma menambahkan hingga semester I tahun 2012, nilai surplus perdagangan TPT nasional turun dari biasanya US$5?6 miliar menjadi US$2 miliar.

 

?Indonesia masih mengimpor banyak kain meski kain impor digunakan sebagai bahan baku produksi untuk tujuan ekspor,? ungkapnya.(bas)

?

 

 

p-89EKCgBk8MZdE.gif

 

Sumber

Share this post


Link to post
Share on other sites

×
×
  • Create New...