Jump to content
FJB - Forum Jual Beli Indonesia

Archived

This topic is now archived and is closed to further replies.

Parno

KINERJA MANDIRI: Pertumbuhan Kredit Kanwil X Makassar Capai 35%

Recommended Posts

MAKASSAR: PT Bank Mandiri (Persero) Kanwil X Makassar yang meliputi delapan provinsi, yaitu Sulsel, Sulut, Sulbar, Sulteng, Sultra, Maluku, Maluku Utara, dan Gorontalo mencatat pertumbuhan kredit 35,03% menjadi Rp11,78 triliun pada Triwulan II 2012, dibanding periode yang sama tahun lalu.

 

 

Chief Executive Officer Bank Mandiri Kanwil X Makassar Edhi Chrystanto mengatakan kinerja positif pada sisi intermediasi tersebut memacu pertumbuhan laba bersih yang mencapai Rp203,60 miliar pada Triwulan II tahun ini.

 

 

"Sementara itu, kualitas aset produktif juga tetap terjaga dengan baik, yang terlihat pada rasio kredit bermasalah atau NPL sebesar 3,05%. Mengalami perbaikan sebesar 33,26% dari periode yang sama tahun lalu yang sebesar 4,58%," papar Edhi, Minggu (5/8/2012).

 

 

Menurutnya, kenaikan penyaluran kredit terjadi diseluruh segmen bisnis, dengan pertumbuhan tertinggi terutama pada segmen mikro yang tumbuh 111,07%, atau menjadi Rp1,27 triliun pada Juni tahun ini.

 

 

Kepercayaan masyarakat kepada bank milik BUMN ini juga semakin tinggi, tercermin dari naiknya penghimpunan dana pihak ketiga (DPK) menjadi Rp19,12 triliun pada Juni 2012, dari hanya Rp13,43 triliun di Juni tahun lalu.

 

"Tabungan masyarakat juga tumbuh 30,19% atau menjadi Rp9,15 triliun, dibanding periode yang sama tahun sebelumnya," ujarnya.

 

 

Sebagai upaya meningkatkan pengumpulan dana masyarakat melalui peningkatan kenyamanan bertransaksi, pihaknya terus mengembangkan jaringan kantor cabang, elektronik, maupun jaringan layanan lainnya.

 

Dalam periode Juni 2011 hingga Juni 2012, pihaknya telah menambah dua unit kantor cabang menjadi 71 unit, sedangkan jaringan kantor mikro bertambah lima unit menjadi 25 unit. Pertambahan juga dilakukan pada jumlah Electronic Dana Capture (EDC), yang bertambah 2.177 unit menjadi 5.001 unit. Sementara itu, total mesin anjungan tunai mandiri (ATM) juga bertambah 65 unit, menjadi 442 unit ATM.

 

Kanwil X juga berhasil memacu pendapatan atas jasa atau fee-based income yang mencapai Rp115,09 miliar, atau meningkat 56,62% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. 

 

 

Khusus di Sulsel kata Edhi, kredit yang berhasil disalurkan juga meningkat 44,87% atau menjadi Rp6,38 triliun pada Triwulan II tahun ini, dibanding periode yang sama tahun lalu.

 

 

Pertumbuhan tertinggi juga terjadi disegmen mikro, dengan pertumbuhan 141,46% atau menjadi Rp507,26 miliar, dibandingkan dengan triwulan II 2011. 

 

 

DPK yang berhasil dihimpun di wilayah ini mencapai Rp8,31 triliun, atau meningkat 48,09% dari periode yang sama tahun sebelumnya. Untuk tabungan tumbuh 31,64%, atau menjadi Rp3,89 triliun.

 

 

Rasio kredit macet (non performing loan/NPL) juga berhasil mengalami perbaikan sebesar 36,32%, yaitu menjadi 2,73% dari tahun sebelumnya 4,29%.

 

 

"Kami juga berhasil menambah satu unit kantor cabang, sehingga kini menjadi 30 unit di Sulsel. Juga berhasil menambah dua unit kantor cabang kredit mikro, menjadi 11 unit," ungkapnya.

 

 

Selain itu,  Mandiri terus meningkatkan layanan elektronik dengan menambah 34 unit ATM, menjadi 184 unit. Serta menambah 1.436 unit mesin EDC menjadi 3.186 unit, dalam periode Juni 2011 hingga Juni 2012.

 

 

Dengan kondisi tersebut, pihaknya berhasil memacu pendapatan atas jasa atau fee-based income di wilayah ini yang mencapai Rp43,28 miliar, tumbuh 72,41% dibanding periode yang sama tahun lalu.

 

 

Dari total kredit yang disalurkan di Sulsel menurutnya, terbesar adalah kredit yang disalurkan di Kota Makassar yaitu mencapai Rp4,05 triliun pada triwulan II 2012.

 

 

"Jumlah itu tumbuh 37,33% dibanding periode yang sama tahun lalu, yang hanya mencapai Rp2,95 triliun," kata Edhi.

 

 

Kredit segmen mikro yang disalurkan di kota ini juga tumbuh 142,37%, menjadi Rp245,22 miliar. Dengan DPK yang berhasil dihimpun Rp6,77 triliun, atau tumbuh 60,69% dibanding Juni 2011. Tabungan juga tumbuh 35,56%, menjadi Rp2,72 triliun.

 

 

Sementara itu, NPL juga mengalami perbaikan 36,22% menjadi 3,02%, dari periode yang sama tahun sebelumnya 4,74%.

 

 

Pihaknya juga berhasil memacu pendapatan atas jasa atau fee-based income di kota ini sebesar 79,65% dibanding Juni tahun lalu, atau menjadi Rp30,84 miliar pada Juni 2012. (bas)

 

 

p-89EKCgBk8MZdE.gif

 

Sumber

Share this post


Link to post
Share on other sites

×
×
  • Create New...