Jump to content
FJB - Forum Jual Beli Indonesia

Archived

This topic is now archived and is closed to further replies.

Parno

KASUS ASURANSI: Askrindo tunggu pengembalian dana investasi Rp344 miliar

Recommended Posts

JAKARTA : PT Asuransi Kredit Indonesia (Persero) atau Askrindo masih menunggu dana pengembalian eks investasi bermasalah sekitar Rp344 miliar.

 

Direktur Keuangan Askrindo T. Widya Kuntarto mengatakan sampai dengan akhir semester I/2012 pihaknya sudah menerima dana sekitar Rp33 miliar yang merupakan pengembalian eks investasi bermasalah dari satu perusahaan manajer investasi.

 

Seluruh dana tersebut, ujarnya, dalam bentuk tunai dan sudah masuk serta dicatatkan ke dalam rekening Askrindo. Dalam pencatatan perseroan, ujarnya, dana tersebut masuk ke dalam kelompok pendapatan lain-lain (other income).

 

Selain itu, ujarnya, masih ada Rp62 miliar pengembalian eks investasi bermasalah Askrindo yang sudah terkumpul dan masih tercatat di rekening penyidik. Pengembalian eks investasi tersebut, ujarnya, dalam bentuk barang sitaan antara lain seperti properti, surat berharga, dan deposito.

 

Menurut Toto – panggilan Widya Kuntarto, aset tersebut belum dapat dicatatkan di buku Askrindo karena masih berada di tangan penyidik.

 

“Dari total Rp439 miliar investasi bermasalah ketika itu, baru Rp33 miliar yang kembali dan benar-benar sudah ada di tangan [Askrindo] serta Rp62 miliar di tangan penyidik. Kami [Askrindo dan penyidik] masih mengupayakan pengembalian investasi bermasalah yang sekarang masih tersisa lebih dari Rp300 miliar itu,” ujarnya kepada Bisnis, Selasa.

 

Pada Agustus 2011, terkuak adanya praktik investasi bermasalah senilai Rp439 miliar yang dilakukan oleh Askrindo.

 

Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK) memastikan praktik investasi bermasalah Askrindo yang ditemukan otoritas pasar modal dan lembaga keuangan sebesar Rp439 miliar merupakan upaya perusahaan asuransi itu untuk mencegah pembayaran klaim penjaminan.

 

Regulator mengemukakan investasi bermasalah paling besar diduga dititipkan di PT Jakarta Investment berbentuk repo senilai Rp132,75 miliar dan KPD Rp41 miliar sehingga total mencapai Rp173,75 miliar.

 

Selain itu, sebanyak Rp80 miliar dana investasi dititipkan melalui PT Harvestindo Asset Management dan Rp63,32 miliar dititipkan melalui PT Reliance Asset Management dalam bentuk repo dan KPD.

 

Kemudian, dana Askrindo yang dititipkan kepada PT Batavia Prosperindo Financial Services hanya berbentuk repo sebesar Rp6,5 miliar.

 

Adapun dana Askrindo yang dititipkan di PT Jakarta Securities sebesar Rp66,11 miliar surat utang negara (SUN) dan repo Rp20 miliar.

 

Menurut regulator, sejak 2004 Askrindo mulai melibatkan pihak misalnya manajer investasi dan broker dalam mengelola dana investasinya. (faa)

 

 

 

p-89EKCgBk8MZdE.gif

 

Sumber

Share this post


Link to post
Share on other sites

×
×
  • Create New...