Jump to content
FJB - Forum Jual Beli Indonesia

Archived

This topic is now archived and is closed to further replies.

Parno

LIKUIDITAS KETAT: Realisasi investasi akhir tahun akan tertekan

Recommended Posts

JAKARTA: Penyusutan likuiditas perekonomian global berpotensi menekan realisasi investasi mulai kuartal IV/2012.

 

Kepala BKPM Chatib Basri mengungkapkan pertumbuhan realisasi investasi bisa melambat jika masih belum ada solusi politik mengenai krisis utang di zona Eropa.

 

“Yang harus diperhatikan adalah kuartal terakhir dan tahun depan. Itu yang kami amati dengan hati-hati,” katanya, Kamis (12/7).

 

Dia menjelaskan krisis utang yang tidak terselesaikan di Eropa bisa membuat pasar keuangan bergejolak dan berlanjut pada pengetatan likuiditas global.

 

Penyusutan persediaan modal, lanjutnya, akan menyulitkan para calon investor meralisasikan penanaman modal di Indonesia.

 

“Bisa likuiditas ketat, banknya jadi sulit mengeluarkan pinjaman, orang jadi sulit untuk investasi,” kata Chatib.

 

Namun, dia menegaskan pertumbuhan realisasi investasi pada kuartal II/2012 dan kuartal III/2012 masih akan tetap tinggi.

 

Prediksi tersebut berdasarkan impor barang modal selama Januari—April 2012 yang tumbuh hingga 37% dari tahun sebelumnya.

 

Barang-barang modal impor tersebut, jelas Chatib, biasa akan direalisasikan sebagai investasi 3—6 bulan setelah dimasukan ke dalam negeri.

 

Deputi Pengendalian dan Pelaksanaan Penanaman Modal BKPM Azhar Lubis memproyeksikan realisasi investasi pada kuartal II/2012 tumbuh 25% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

 

Data BKPM menyatakan realisasi investasi pada kuartal II/2011 mencapai Rp62 triliun, terdiri dari penanaman modal negeri sebesar Rp18,9 triliun dan penanaman modal asing senilai Rp43,1 triliun.

 

Realisasi investasi pada kuartal II/2012 bisa mencapai Rp77,5 triliun jika tumbuh sebesar 25% dibandingkan periode yang sama pada tahun lalu. Pencapaian tersebut lebih tinggi dari realisasi investasi kuartal I/2012 yang sebesar Rp71 triliun.

 

Ekonom Utama Bank Dunia untuk Indonesia Shubham Chaudhuri memperkirakan gejolak pasar keuangan dunia masih akan berlanjut dalam jangka pendek dan berpengaruh pada lairan modal ke negara-negara berkembang, termasuk Indonesia.

 

Dia mengatakan Indonesia dan negara ekonomi berkembang lain harus bersiap menghadapi kemungkinan gejolak ekonomi jangka panjang dengan mengkaji ulang strategi pembangunan jangka menengah.

 

“Dibutuhkan fokus perhatian pada kebijakan dan investasi yang dapat mendorong pertumbuhan jangka menengah melalui peningkatan produktivitas,” kata Shubham.

 

Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Sofjan Wanandi mengatakan beberapa calon investor sudah mempertimbangkan kembali rencana investasi di Indonesia.

 

“Realisasi yang masih tinggi itu kan dari rencana-rencana tahun sebelumnya, sudah banyak koq yang batal berinvestasi,” katanya. (Faa)

 

 

 

p-89EKCgBk8MZdE.gif

 

Sumber

Share this post


Link to post
Share on other sites

×
×
  • Create New...