Jump to content
FJB - Forum Jual Beli Indonesia

Archived

This topic is now archived and is closed to further replies.

Parno

BAHAN BAKAR KAPAL: Pelayaran asing enggan pakai bunker domestik

Recommended Posts

JAKARTA: Pelaku usaha pengisian bahan bakar minyak (BBM) untuk kapal atau  bunker di Pelabuhan Tanjung menyesalkan pasar kegiatan bunker saat ini yang masih didominasi pelayaran angkutan domestik (antarpulau).

 

Sedangkan untuk  kapal asing  masih enggan melakukan kegiatan bunker di pelabuhan, karena harga bunker di dalam negeri terlalu tinggi jika dibandingkan dengan bunker di pelabuhan lain.

 

Penasehat DPP Asosiasi Perusahaan Bunker Kapal Indonesia (APBI) Manuel Moniaga, mengatakan, kapal-kapal asing yang setiap hari bolak balik melayani angkutan barang dan peti kemas di pelabuhan Priok itu, mayoritas memilih bunker di Pelabuhan Singapura atau Malaysia.

 

"Selisihnya jika bunker di sana bisa Rp.700/liter ketimbang di pelabuhan Priok,apalagi kapal-kapal asing itupun transhipment di Singapura maupun Malaysia," ujarnya kepada Bisnis siang ini, Kamis (7/6).

 

Dia mengatakan, padahal rata-rata  terdapat 30-an kapal asing pengangkut ekspor impor  setiap harinya sandar untuk mengangkut dan bongkar muatan di Pelabuhan Tanjung Priok.

 

Manuel mengakui, market bunker di pelabuhan saat ini masih dinominasi atau lebih 90%-nya untuk memenuhi kebutuhan kapal domestik (antar pulau).

 

"Kami berharap kedepan harga BBM kebutuhan kapal produk Pertamina bisa bersaing dengan di luar negeri, sehingga bisa meraih pasar bunker untuk kapal asing yang sandar di pelabuhan Indonesia," paparnya.

 

Menurut data Pelindo II cabang Pelabuhan Tanjung Priok, pergerakan keluar masuk kapal (asing dan domestik) melalui pelabuhan Tanjung Priok rata-rata mencapai 70 s/d 80 unit kapal perhari. (k1/arh)

 

BERITA LAINNYA:

 

p-89EKCgBk8MZdE.gif

 

Sumber

Share this post


Link to post
Share on other sites

×
×
  • Create New...