Jump to content
FJB - Forum Jual Beli Indonesia

Archived

This topic is now archived and is closed to further replies.

Lebay

Ini Alasan Lifting Minyak RI Tak Bertambah

Recommended Posts

4mydlEsKtG.jpgIlustrasi. (Foto: Corbis)

 

 

 

JAKARTA - Badan Pelaksana Minyak dan Gas Bumi (BP Migas) mengklaim telah melakukan berbagai cara agar produksi minyak (lifting minyak) tidak turun. Namun, tidak ditemukannya cadangan-cadangan gas baru membuat produksi minyak tidak jua terkerek naik."BP Migas telah berupaya keras untuk menahan laju penurunan produksi minyak dalam empat tahun terakhir yang secara alamiah sebesar 14 persen setahun bisa ditekan sampai rata-rata sekira empat persen setahun. Malah pada 2012 bisa hanya sekira satu persen saja," demikian diungkapkan Deputi Pengendalian Operasi BP Migas Rudi Rubiandini dalam tulisannya kepada wartawan, Kamis (10/5/2012).

 

Oleh karena itu, Rudi menyebut produksi minyak tahun ini bisa ditahan sampai 890 ribu barel per hari dibandingkan 2011 lalu sebesar 902 ribu barel per hari. Selain memaksimalkan produksi, Rudi juga menilai BP Migas juga melakukan langkah lain.

 

"KKKS juga telah menginjeksikan uap panas ke dalam tanah sehingga bisa mencairkan minyak dan akhirnya mudah mengalir. Namun tetap saja secara nasional tidak bisa mengimbangi penurunan secara alamiah yang menjadi sifatnya semua lapangan minyak di dunia," lanjut dia.

 

Karena alasan ini, Indonesia pun dengan sukarela telah keluar dari keanggotaan OPEC karena telah menjadi net importir minyak dan bukan lagi menjadi negara pengekspor minyak.

 

Satu-satunya solusi yang bisa menahan penurunan produksi minyak nasional, ditambahkan Rudi, jika Indonesia mendapatkan lapangan berukuran besar seperti lapangan Duri dan lapangan Minas di kontraktor CPI 20-30 tahun lalu. Nyatanya, Indonesia hanya punya tabungan lapangan Banyu Urip di Bojonegoro.

 

"Itupun hanya berpotensi 165 ribu barel per hari dan masih kalah dari produksi lapangan Minas dan Duri di CPI," tambah Rudi.

 

Jika Lapangan Banyu Urip benar-benar bisa mulai mengalir 2014, dijelaskan Guru Besar perminyakan ITB ini, diharapkan produksi minyak nasional mulai akan mencapai satu juta barel per hari. "Namun untuk mencapai 1,6 juta barel per hari hanya akan tercapai bila kita menemukan cadangan minyak minimal sebesar lapangan Minas atau Duri di CPI," tandasnya. (wdi)

 

 

p-89EKCgBk8MZdE.gif

 

Sumber

Share this post


Link to post
Share on other sites

×
×
  • Create New...