Jump to content
FJB - Forum Jual Beli Indonesia

Archived

This topic is now archived and is closed to further replies.

Lebay

Brent Turun Drastis ke USD116/Barel

Recommended Posts

TjIXONEGYG.jpgIlustrasi. (Foto: Corbis)

 

 

 

NEW YORK - Minyak mentah berjangka kembali merosot, sebagai respons adanya tanda-tanda pelambatan pertumbuhan ekonomi Amerika Serikat (AS). Selain itu, membengkaknya persediaan AS juga menambah tekanan terhadap harga minyak mentah.Minyak mentah AS, West Texas Intermediate turun 2,6 persen lebih rendah, persentase terbesar sejak 14 Desember. Sementara minyak mentah Brent, turun 1,8 persen. Brent telah turun tiga persen dalam dua hari terakhir, terbesar sejak 28 Februari.

 

Sektor jasa AS yang tumbuh lebih lambat dari perkiraan telah menyeret pasar, di tengah penantian para investor akan pengumuman data tenaga kerja (payrolls) AS pada akhir pekan nanti.

 

Data-data tersebut telah mengalahkan kekhawatiran pasokan yang berasal dari serangkaian gangguan di seluruh dunia dan potensi menurunya minyak mentah akibat sanksi Iran, yang dulu sempat melambungkan harga minyak.

 

Di sisi lain, harga minyak juga tertekan pernyataan sekretaris Jenderal OPEC, Abdullah al-Badri, yang mengungkapkan kelompok produsen minyak dunia tersebut akan membenahi kenaikan harga yang tinggi dan bekerja keras untuk menekan harga minyak agar turun dengan menggelontorkan stok minyak lebih dari biasanya.

 

Di London, ICE Brent untuk pengiriman Juni menetap di USD116,08 per barel turun USD2,12 per barel, bergerak di bawah rata-rata 100 hari sebesar USD117,34 per barel. Padahal, Brent sempat mencapai level USD120,17 per barel, tertinggi sejak pertengahan April.

 

Mengutip Reuters, Jumat (4/5/2012), minyak mentah AS, WTI, untuk pengiriman Juni turun USD2,68 dan bertahan pada USD102,54 per barel,dengan sesi terendahnya USD102,36 per barel, di bawah rata-rata 100 hari perdagangan sebesar USD102,37 per barel.

 

Premi Brent terhadap minyak mentah AS melebar 60 sen menjadi USD13,54 per barel, menyusul berita persediaan Cushing naik. Premi terus melandai sejak 5 April yang kala itu mencapai USD21,91 per barel, tertinggi sejak Oktober.

 

Volume perdagangan WTI terpantau naik 26 persen di atas rata-rata 30 hari perdagangan, sementara Brent naik sekitar 5 persen di atas rata-rata perdagangan 30 hari. (mrt)

 

 

p-89EKCgBk8MZdE.gif

 

Sumber

Share this post


Link to post
Share on other sites

×
×
  • Create New...