Jump to content
FJB - Forum Jual Beli Indonesia

Mengenal Nomophobia & Pilihan Ponsel yang Cocok untuk Pengidapnya


Recommended Posts

Jakarta -

Kamu merasa sulit jauh dari ponsel dan merasa gelisah jika tak bisa memainkan ponsel? Mungkin itu salah satu pertanda kamu mengalami nomophobia.

Nomophobia merupakan akronim dari No Mobile Phone Phobia atau bisa diartikan sebagai kecemasan karena tidak bisa menggunakan ponsel. Pengidap nomophobia sangat sulit dipisahkan dengan ponselnya. Sebab, mereka menjadi gelisah hingga stres saat tak bisa mengoperasikan ponsel.

Melansir verywellmind, Istilah nomophobia tercetus setelah adanya riset yang digagas UK Postal Office tahun 2008. Dalam penelitian yang melibatkan 2.100 orang dewasa tersebut, diketahui 53 persen responden terindikasi pernah mengalami nomophobia. Hal itu ditandai dengan munculnya kegelisahan saat seseorang kehilangan ponsel, kehabisan daya baterai ponsel, atau tidak mendapatkan jaringan seluler.

Studi tersebut juga mengungkap, kebanyakan dari responden (55 persen) mengaku tidak mau mematikan ponselnya di malam hari, sekalipun sudah tidak lagi mengoperasikan ponsel. Alasannya beragam, ada yang mengaku ingin tetap terhubung dengan kerabat, sebagian lain beralasan harus tetap siaga karena urusan pekerjaan, bahkan ada juga yang merasa gelisah jika ponsel dimatikan.

Ada beberapa tanda yang menunjukkan seseorang mengidap nomophobia. Tanda yang jamak terjadi, antara lain enggan mematikan ponsel, sering mengecek notifikasi di ponselnya, selalu ingin daya baterai terisi penuh, membawa ponsel ke mana saja bahkan sampai ke toilet, dan perilaku lainnya.

Seperti yang telah dipaparkan di atas, nomophobia bisa muncul saat ponsel kehabisan daya baterai. Oleh sebab itu, jika kamu merasa tidak bisa lepas dari ponsel, ada baiknya memilih ponsel yang punya kapasitas baterai besar dan irit daya. Dengan begitu, kamu tidak akan dibuat gelisah karena ponsel mulai low batt. Namun, perilaku penggunaan ponsel tetap harus dibatasi, agar tidak mengganggu aktivitas dan interaksi sosial di lingkungan.

OPPO Reno4 F yang punya baterai besar 4.000mAH untuk menyuplai daya dalam waktu lama cocok digunakan para pengidap nomophobia. Bukan hanya mengandalkan kapasitas baterai, varian paling bungsu dalam line up OPPO Reno4 Series ini dilengkapi sistem pintar Super Power Saving Mode untuk menghemat baterai. Sistem tersebut bekerja untuk mengoptimalkan sisa daya baterai untuk bisa menjalankan enam aplikasi pilihan dengan layar hitam putih.

Menurut klaim OPPO, Super Power Saving Mode dapat mengoptimalkan daya baterai 5 persen untuk menjalankan 70 menit menelepon, atau 49 menit SMS, atau bisa juga 30 menit Google Maps.

OPPO Reno4 F juga dilengkapi sistem pengisian daya cepat, 18W Fast Charge. Mengacu pada keterangan OPPO, dengan pengisian daya selama 5 menit, Reno4 F bisa standby selama 10 jam, bicara selama 2 jam, 1 jam menjalankan Instagram, atau 1 jam memutar YouTube (hanya salah satu).

Mengandalkan sistem kecerdasan buatan AI Night Charging, pengisian daya OPPO Reno4 F aman dilakukan sepanjang malam. Sebab, sistem secara otomatis mempelajari kebiasaan tidur pengguna dan melakukan pengisian daya ponsel hingga 100% tepat pada saat mereka bangun dari tidurnya. Dengan begitu smartphone akan terhindar dari masalah overcharge.

Kapasitas dan teknologi baterai pada OPPO Reno4 F menjadi salah satu cara untuk menghindari timbulnya nomophobia. Pengguna bisa mengoperasikan ponsel sepanjang hari, tanpa khawatir kehabisan daya.

[==]

(ega/ega)

Sumber

Link to post
Share on other sites

Komentar

Isi komentar anda sebelum mendaftar. Jika anda sudah mendaftar, ->login<- sekarang untuk mengomentari menggunakan akun anda.

Guest
Komentari...

×   Pasted as rich text.   Paste as plain text instead

  Only 75 emoji are allowed.

×   Your link has been automatically embedded.   Display as a link instead

×   Draft konten dipulihkan..   Hapus draft

×   You cannot paste images directly. Upload or insert images from URL.

×
×
  • Create New...