Jump to content
FJB - Forum Jual Beli Indonesia

TikTok Kaget Mendadak Mau Dicekal Donald Trump


Recommended Posts

Jakarta -

Presiden Donald Trump baru saja menandatangani perintah eksekutif yang akan melarang perusahaan Amerika Serikat untuk bekerjasama dengan ByteDance dan TikTok yang merupakan anak perusahaannya. TikTok pun mengaku terkejut dengan keputusan ini.

Dalam keterangan resmi TikTok yang diunggah lewat blog, TikTok mengatakan akan melawan keputusan ini dengan cara apa pun, bahkan menempuh jalur hukum jika diperlukan.

"Kami akan mengerahkan semua cara yang ada untuk memastikan bahwa aturan hukum tidak diabaikan dan bahwa perusahaan dan pengguna kami diperlakukan dengan adil - jika bukan oleh pemerintah, maka oleh pengadilan AS," tulis TikTok dalam keterangan resminya seperti dikutip detikINET dari Engadget, Sabtu (8/8/2020).

Tapi TikTok mengatakan mereka telah mencoba untuk mengatasi kekhawatiran AS tersebut tapi dihalangi oleh pemerintah. Alasan utama pemerintah Donald Trump mencekal TikTok adalah ancaman terhadap keamanan nasional dalam hal teknologi informasi dan komunikasi. AS juga khawatir jika TikTok mengumpulkan banyak informasi dari penggunanya, termasuk data lokasi dan browsing.

"Apa yang kami temui adalah bahwa Administrasi tidak memperhatikan fakta, mendikte persyaratan perjanjian tanpa mengikuti proses hukum dtandar, dan mencoba memasukkan dirinya ke dalam negosiasi antara bisnis privat," kata TikTok.

Untuk poin yang terakhir, TikTok sepertinya merujuk pada komentar Trump soal upaya Microsoft yang ingin membeli bisnis TikTok di AS dan permintaannya agar jatah dari pembelian ini diberikan kepada Kementerian Keuangan AS.

TikTok juga mengatakan perintah eksekutif yang ditandatangani Trump mengandalkan laporan dari sumber anonim tanpa kutipan yang spesifik. Mereka juga mencatat pemerintah AS mengatakan aplikasinya digunakan untuk menyebarkan misinformasi tapi tidak memberikan bukti untuk mendukung tudingannya.

Platform video pendek ini juga kembali menekankan kebijakannya untuk tidak membagikan data pengguna dengan pemerintah China. Mereka juga termasuk salah satu perusahaan media sosial yang menyediakan pedoman moderasi dan source code algoritmenya kepada publik.

"TikTok tidak pernah membagikan data pengguna dengan pemerintah China, maupun menyensor konten atas permintaannya," kata TikTok.

Seperti diketahui, lewat perintah eksekutif ini pemerintah AS akan melarang TikTok beroperasi dan berbisnis dengan perusahaan AS jika tidak dijual oleh perusahaan induknya dalam 45 hari. Perintah eksekutif ini juga berlaku pada WeChat yang merupakan aplikasi buatan Tencent.

Simak Video "Donald Trump Resmi Larang TikTok di AS, Ini Alasannya"
[==]
(vmp/fay)

Sumber

Link to post
Share on other sites

Komentar

Isi komentar anda sebelum mendaftar. Jika anda sudah mendaftar, ->login<- sekarang untuk mengomentari menggunakan akun anda.

Guest
Komentari...

×   Pasted as rich text.   Paste as plain text instead

  Only 75 emoji are allowed.

×   Your link has been automatically embedded.   Display as a link instead

×   Draft konten dipulihkan..   Hapus draft

×   You cannot paste images directly. Upload or insert images from URL.

×
×
  • Create New...