bot
Moderators-
Jumlah Konten
130.021 -
Bergabung
-
Kunjungan terakhir
Never
Content Type
Profiles
Forums
ARTIKEL
Store
Downloads
Calendar
Blogs
Galeri
Classifieds
Videos
Applications
Iklan
Collections
Direktori Bisnis
Photo Competition
Everything posted by bot
-
Seattle - Gerah dengan sistem tes Corona di Amerika Serikat, Bill Gates mendukung program tes mandiri yang dilakukan di rumah warga. Tapi program bernama SCAN (Seattle Coronavirus Assessment Network) itu dihentikan oleh otoritas. Dikutip detikINET dari Bill Gates, lembaga pemerintah US Food and Drug Administration atau FDA meminta program itu disetop sampai waktu yang belum ditentukan. Dalam inisiatif tersebut, warga bisa melakukan tes Corona sendiri di dalam rumah mereka. Sekitar 300 orang dites dalam program ini sebelum dihentikan oleh FDA. Apa alasannya? SCAN menjelaskan bahwa FDA membutuhkan izin tambahan untuk melaksanakan tes Corona mandiri ini. Mereka menegaskan tidak ada isu selain masalah itu. "Tidak ada isu ataupun kekhawatiran tentang keamanan atau akurasi tes yang dilakukan SCAN," sebut SCAN. SCAN diluncurkan pada awal Maret dengan pendanaan dari Gates Foundation dan didukung beberapa lembaga lain termasuk Seattle and King County Public Health Department dan Fakultas Kedokteran University of Washington. Dalam blognya, Gates membanggakan program ini karena berguna untuk memetakan penderita Corona di masyarakat. "Tidak hanya membantu meningkatkan pemahaman kita soal wabah Corona di Seattle, tapi juga menyediakan informasi berharga ke komunitas lain di dunia," tulis Gates. "SCAN adalah program pertama yang memungkinkan partisipan menggunakan tes swab sendiri untuk mengumpulkan sampel dan mengirimkannya ke lab tanpa perlu meninggalkan rumah," imbuhnya. Simak Video "Bill Gates Sumbang USD 100 Juta untuk Bantu Tangkal Corona" [==] (fyk/jsn) Sumber
-
Follow detikFinance Minggu, 17 Mei 2020 10:00 WIB Foto Bisnis Eduardo Simorangkir - detikFinance Jakarta - Hiruk pikuk mal di akhir pekan biasanya ramai oleh pengunjung. Namun situasi itu kini tak lagi normal di masa pandemi sejak ada PSBB, bahkan di malam minggu. Foto 1 dari 10 Hal tersebut tampak pada mal Kota Kasablanka yang ada di selatan Jakarta. Foto: Eduardo Simorangkir Baca Juga Sepakbola Bundesliga Sudah Dimulai Lagi, Ini Sejumlah 'New Normal' Dalam Sepakbola detikTravel Mungkin, Ini Spot yang Kamu Rindukan saat Akhir Pekan di Jakarta detikNews Peta Penyebaran 809 Kasus WNI Positif Covid-19 di Luar Negeri detikNews Obama Kritik Respons Pejabat AS atas Wabah Corona detikNews 88 TKI dari Malaysia Tiba di Parepare, 10 Dipantau karena Suhu Tubuh Tinggi detikFood Kelelawar Bacem di Gunungkidul Juga Kena Dampak Pandemi Corona detikNews Zero Kematian Akibat Corona, Warga Vietnam Bisa Nongkrong Lagi detikNews 19 Pendemo Diamankan Polisi London Karena Langgar Social Distancing Sumber
-
Follow detikFinance Minggu, 17 Mei 2020 10:00 WIB Foto Bisnis Eduardo Simorangkir - detikFinance Jakarta - Hiruk pikuk mal di akhir pekan biasanya ramai oleh pengunjung. Namun situasi itu kini tak lagi normal di masa pandemi sejak ada PSBB, bahkan di malam minggu. Foto 1 dari 10 Hal tersebut tampak pada mal Kota Kasablanka yang ada di selatan Jakarta. Foto: Eduardo Simorangkir Baca Juga Sepakbola Besok, Klub-klub Liga Italia Sudah Boleh Berlatih Kembali detikNews Akses Informasi soal Covid-19 untuk Kaum Difabel Masih Sangat Minim! detikHealth 2 Pasien dengan Gejala Mirip COVID-19 Terlacak di AS Sejak Desember 2019 detikNews Catatan Komisi V soal Ide Pengurangan Pembatasan Sosial Transportasi detikTravel Vietnam Membuka Lockdown, Bagaimana Keadaannya Kini? detikNews Video Ratusan Kendaraan Dipaksa Putar Balik di Perbatasan Cianjur! detikNews Zero Kematian Akibat Corona, Warga Vietnam Bisa Nongkrong Lagi detikNews 19 Pendemo Diamankan Polisi London Karena Langgar Social Distancing Sumber
-
Follow detikFinance Minggu, 17 Mei 2020 09:45 WIB Foto Bisnis ANTARA Foto - detikFinance Jakarta - Menjelang lebaran, pusat perbelanjaan mulai berlakukan diskon barang belanjaannya. Meski di tengah pandemi Corona, masih tetap ada warga yang berburu diskonan. Foto 1 dari 4 Padahal masyarakat diminta untuk patuh dan taat dengan imbauan maupun larangan pemerintah pusat ataupun daerah yang diberlakukan dan menerapkan disiplin diri guna mencegah penularan COVID-19. ANTARA FOTO/Yusuf Nugroho Baca Juga detikNews Evaluasi Provinsi Masuk Level 3, Ciamis Usulkan Perpanjangan PSBB Parsial detikNews Bertambah 22, Kasus Positif COVID-19 di Jabar Mencapai 1.618 Orang detikNews Tiket Solo Zoo Bisa Dibeli Sekarang Untuk Dipakai Liburan Usai Pandemi detikNews Polres Karanganyar Tebar Ribuan Benih Ikan di Telaga Lokasi Karantina detikFood Menu Harian Ramadhan Ke-24 : Sahur Praktis dengan Omelet Keju Panggang detikNews 9 Kecamatan Zona Merah di Blitar Sepakat Tak Salat Id di Masjid detikTravel Foto: Megah & Cantiknya Masjid Sukarno di Rusia detikNews Warga Berkerumun Beli Kebutuhan Lebaran di Tengah PSBB Sumber
-
Follow detikFinance Minggu, 17 Mei 2020 09:45 WIB Foto Bisnis ANTARA Foto - detikFinance Jakarta - Menjelang lebaran, pusat perbelanjaan mulai berlakukan diskon barang belanjaannya. Meski di tengah pandemi Corona, masih tetap ada warga yang berburu diskonan. Foto 1 dari 4 Padahal masyarakat diminta untuk patuh dan taat dengan imbauan maupun larangan pemerintah pusat ataupun daerah yang diberlakukan dan menerapkan disiplin diri guna mencegah penularan COVID-19. ANTARA FOTO/Yusuf Nugroho Baca Juga Wolipop Pasangan Ini Alami Rasisme Saat Pandemi Corona, Diteriaki Penyebar Penyakit detikNews Bebas dari Penjara, Habib Bahar Tetap Diawasi Bapas via Video Call detikFood Kelelawar Bacem di Gunungkidul Juga Kena Dampak Pandemi Corona detikNews Jelang Lebaran, Harga Ayam dan Bawang Merah di Sumedang Naik detikNews Video Suasana Bandara Soekarno-Hatta Pagi Ini detikNews Update Kasus Corona Dunia: 4,6 Juta Kasus, AS Masih Tertinggi detikNews Mengintip Aktivitas Santri Tuna Rungu Mengaji detikTravel Foto: Megah & Cantiknya Masjid Sukarno di Rusia Sumber
-
Jakarta - Setiap tahunnya tepat pada tanggal 17 Mei dijadikan hari perayaan untuk memperingati pentingnya budaya membaca. Hari Buku Nasional juga kerap diidentikkan dengan permasalahan minat baca yang kurang di Indonesia. Perjalanan panjang tanggal 17 Mei sebagai Hari Buku Nasional bukan tanpa sebab. Pada 17 Mei 1890 silam, pendirian Perpustakaan Nasional Republik Indonesia menjadi salah satu awal bersejarah yang menginisiasi momen tersebut. Kemudian di tahun 2002, Menteri Pendidikan dari Kabinet Gotong Royong, Abdul Malik Fadjar mencanangkan adanya peresmian Hari Buku Nasional. Hadirnya momen tersebut sebagai pemacu agar minat baca masyarakat Indonesia meningkat sekaligus menaikkan penjualan buku. Media sosial hari ini Minggu (17/5/2020) ditelusuri detikINET selain merayakan Hari Buku Nasional, netizen juga ramai-ramai mengajak untuk rajin membaca buku dan menjadikan Hari Buku Nasional masuk ke deretan trending topik di urutan kedua. Tak hanya itu netizen juga membagikan buku-buku favorit dan yang bagus untuk dibaca, serta kutipan-kutipan isi dari buku tersebut. Trending Topik Hari Buku Nasional, (17/5/2020) Foto: screenshot "Semakin aku banyak membaca, semakin aku banyak berpikir, semakin aku banyak belajar, semakin aku sadar bahwa aku tak mengetahui apa pun.." -Selamat Hari Buku Nasional-#Ayobacabuku#HariBukuNasional — KhusnulL (@khusnul_zul) May 17, 2020 Selamat #HariBukuNasional Definisi membaca bukan perkara hobi, melainkan membaca buku adalah upaya untuk menyadarkan diri sendiri; kalau sebetulnya masih terlalu bodoh untuk bersikap acuh terhadap pengetahuan. Selamat Hari Buku Nasional. . . .#denganmubukuku pic.twitter.com/LOPas8ks0J — Rizky Sanjaya (@rizkysanjaya_id) May 17, 2020 Selamat hari buku nasional. Minat membacaku dimulai dari buku2 ini. Gatau kenapa pas kecil suka banget baca hidayah.#HariBukuNasional pic.twitter.com/JXV7lAX1yb — Rian erdiansa (tanjung) (@ErdiansaRian09) May 17, 2020 Ayo Membaca!#SahabatBahari Selain u/meningkatkan #MinatBaca masyarakat Indonesia yg tergolong rendah, tujuan peringatan #HariBukuNasional jg u/merayakan budaya mmbaca agar bisa mnambah #wawasan, #pengetahuan,& mengasah #kreativitas & #imajinasi#Ramadhan #dirumahsaja @andry_is pic.twitter.com/gT4eo4Zdg5 — BPSPL Makassar (@bpspl_makassar) May 17, 2020 buku adalah jendela dunia dan membaca adalah kuncinya, buku adalah gudangnya pengetahuan dan rasa ingin tau yang tinggi adalah awal kesuksesannya ~#haribuku #haribukunasional — Rizky Andri Hermawan (@RizkyAndriHerm1) May 17, 2020 Sangking bosannya dirumah, Aku minta tolong dikirimin beberapa buku dari kosan, Sudah rindu menjelajahi shoope dan memburu buku edisi TTD Tunggu dunia membaik kita tambah koleksi kembali#HariBukuNasional pic.twitter.com/kh5fP5D2rs — Aksaramu (@aksara_pelangii) May 17, 2020 "Saya ini enggak punya pacar. Teman main saya cuma BUKU dan bola." Abdurrahman Wahid. Selamat Hari Buku Nasional, 17 Mei 2020.#HariBukuNasional pic.twitter.com/V4niL0coNC — Ditjen PDT (@DitjenPDT) May 17, 2020 Simak Video "#banjir Jadi Trending Topik Teratas di Twitter" [==] (jsn/jsn) Sumber
-
Jakarta - Kabar gembira bagi pegawai negeri sipil (PNS) pusat, daerah, prajurit TNI, anggota Polri dan para pensiun. Mengingat tunjangan hari raya (THR) telah cair serentak Jumat (15/5) lalu. Untuk itu, bagi masyarakat yang berprofesi seperti di atas segeralah cek rekening untuk memastikan THR tersebut telah masuk. Hal itu diumumkan oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati. Untuk pemberian THR disiapkan anggaran Rp 29,38 triliun. Dana tersebut diperuntukkan kepada ASN pusat termasuk TNI dan Polri sebesar Rp 6,77 triliun, pensiunan sebesar Rp 8,70 triliun, dan ASN daerah sebesar Rp 13,89 triliun. Pencairan THR para abdi negara ini menyusul peraturan pemerintah (PP) atau payung hukum THR bagi PNS yang sudah ditandatangani oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi). "PMK sudah keluar, sekarang persiapan satker untuk eksekusi pembayaran dan diharapkan serentak paling lambat Jumat tanggal 15 kalau nggak salah," kata Sri Mulyani, Senin (11/5/2020). Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia ini menyebut pencairan THR hanya berlaku untuk pejabat eselon III ke bawah atau tidak berlaku pada pejabat eselon I dan II serta pejabat fungsional lainnya di lembaga lain. Namun besaran THR pada tahun ini lebih kecil lantaran tanpa tunjangan kinerja (tukin). Siapa saja pensiunan yang dapat? Mengutip keterangan PT Taspen (Persero), THR pensiunan akan diberikan sebesar penghasilan bulan Maret 2020 dan tidak dikenakan potongan iuran dan/atau potongan lain. Kecuali, potongan pajak penghasilan sesuai ketentuan perundang-undangan dan ditanggung pemerintah. Lebih lanjut, SVP Sekretariat Perusahaan M Ali Mansur mengatakan, komponen penghasilan THR tahun 2020 bagi para penerima pensiun dan penerima tunjangan meliputi pensiun pokok, tunjangan keluarga, dan/atau tunjangan tambahan penghasilan tanpa tunjangan beras dan hanya dikenakan potongan pajak. "Bagi penerima pensiun atau penerima tunjangan yang menerima lebih dari satu penghasilan yang sama-sama bersumber dari APBN, hanya diberikan salah satu yang lebih menguntungkan," bunyi keterangan tersebut. Berikut daftar pensiunan yang mendapat THR tahun ini: 1. Pensiun Pegawai Negeri Sipil (PNS): a. Pensiun PNS Pusat/Daerah b. Pensiun PNS eks Pegadaian c. PNS eks Departemen Perhubungan pada PT Kereta Api Indonesia (Persero). 2. Penerima pensiun pejabat negara 3. Penerima pensiun hakim 4. Penerima pensiun TNI/Polri 5. Penerima pensiun janda/duda/yatim-piatu dari penerima pensiun sebagaimana dimaksud pada angka 1, 2, 3 dan 4. 6. Penerima pensiun orang tua dari PNS yang tewas 7. Penerima tunjangan veteran 8. Penerima tunjangan PKRI 9. Penerima tunjangan KNIP 10. Penerima tunjangan KNIL 11. Penerima tunjangan janda/duda dari penerima tunjangan sebagaimana dimaksud pada angka 7, 8, 9, dan 10. Simak Video "Ini 12 Kategori PNS yang Nggak Dapat THR" [==] (eds/eds) Sumber
-
Jakarta - Kabar gembira bagi pegawai negeri sipil (PNS) pusat, daerah, prajurit TNI, anggota Polri dan para pensiun. Mengingat tunjangan hari raya (THR) telah cair serentak Jumat (15/5) lalu. Untuk itu, bagi masyarakat yang berprofesi seperti di atas segeralah cek rekening untuk memastikan THR tersebut telah masuk. Hal itu diumumkan oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati. Untuk pemberian THR disiapkan anggaran Rp 29,38 triliun. Dana tersebut diperuntukkan kepada ASN pusat termasuk TNI dan Polri sebesar Rp 6,77 triliun, pensiunan sebesar Rp 8,70 triliun, dan ASN daerah sebesar Rp 13,89 triliun. Pencairan THR para abdi negara ini menyusul peraturan pemerintah (PP) atau payung hukum THR bagi PNS yang sudah ditandatangani oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi). "PMK sudah keluar, sekarang persiapan satker untuk eksekusi pembayaran dan diharapkan serentak paling lambat Jumat tanggal 15 kalau nggak salah," kata Sri Mulyani, Senin (11/5/2020). Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia ini menyebut pencairan THR hanya berlaku untuk pejabat eselon III ke bawah atau tidak berlaku pada pejabat eselon I dan II serta pejabat fungsional lainnya di lembaga lain. Namun besaran THR pada tahun ini lebih kecil lantaran tanpa tunjangan kinerja (tukin). Siapa saja pensiunan yang dapat? Mengutip keterangan PT Taspen (Persero), THR pensiunan akan diberikan sebesar penghasilan bulan Maret 2020 dan tidak dikenakan potongan iuran dan/atau potongan lain. Kecuali, potongan pajak penghasilan sesuai ketentuan perundang-undangan dan ditanggung pemerintah. Lebih lanjut, SVP Sekretariat Perusahaan M Ali Mansur mengatakan, komponen penghasilan THR tahun 2020 bagi para penerima pensiun dan penerima tunjangan meliputi pensiun pokok, tunjangan keluarga, dan/atau tunjangan tambahan penghasilan tanpa tunjangan beras dan hanya dikenakan potongan pajak. "Bagi penerima pensiun atau penerima tunjangan yang menerima lebih dari satu penghasilan yang sama-sama bersumber dari APBN, hanya diberikan salah satu yang lebih menguntungkan," bunyi keterangan tersebut. Berikut daftar pensiunan yang mendapat THR tahun ini: 1. Pensiun Pegawai Negeri Sipil (PNS): a. Pensiun PNS Pusat/Daerah b. Pensiun PNS eks Pegadaian c. PNS eks Departemen Perhubungan pada PT Kereta Api Indonesia (Persero). 2. Penerima pensiun pejabat negara 3. Penerima pensiun hakim 4. Penerima pensiun TNI/Polri 5. Penerima pensiun janda/duda/yatim-piatu dari penerima pensiun sebagaimana dimaksud pada angka 1, 2, 3 dan 4. 6. Penerima pensiun orang tua dari PNS yang tewas 7. Penerima tunjangan veteran 8. Penerima tunjangan PKRI 9. Penerima tunjangan KNIP 10. Penerima tunjangan KNIL 11. Penerima tunjangan janda/duda dari penerima tunjangan sebagaimana dimaksud pada angka 7, 8, 9, dan 10. Simak Video "Ini 12 Kategori PNS yang Nggak Dapat THR" [==] (eds/eds) Sumber
-
Adalah Masayoshi Matsumoto seniman asal Jepang yang mampu menciptakan patung dengan berbahan balon. (Foto: Instagram/Masayoshi Matsumoto) Dengan balon ia dapat membentuk beragam wujud hewan hasilnya tampak hidup dan nyata. (Foto: Instagram/Masayoshi Matsumoto) Karya ini ia jadikan sebuah proyek yang ia namai 'realistic balloon art'. (Foto: Instagram/Masayoshi Matsumoto) Dalam proyeknya tersebut ia sudah habiskan waktunya lebih dari satu dekade. (Foto: Instagram/Masayoshi Matsumoto) "Saya mulai membuat balon seni ketika saya berada di klub juggling 12 tahun yang lalu," ujarnya seperti dilansir dari Bored Panda. (Foto: Instagram/Masayoshi Matsumoto) Masayoshi pun juga tertarik pada binatang dan serangga sejak dia masih kecil. (Foto: Instagram/Masayoshi Matsumoto) Tak heran jika karya-karyanya ini terinspirasi dari hewan. (Foto: Instagram/Masayoshi Matsumoto) “Saya sudah menyukai binatang sejak saya kecil, jadi saya lebih banyak membuat karya seni dengan tema binatang,” katanya. (Foto: Instagram/Masayoshi Matsumoto) "Sebagai seorang anak, saya memelihara serangga sebagai hewan peliharaan, jadi saya memiliki ikatan emosional dengan karya seni bertema serangga saya." tambahnya. (Foto: Instagram/Masayoshi Matsumoto) Dalam karyanya, Pria berusia 31 tahun ini benar-benar menggunakan balon tanpa alat lain seperti spidol ataupun tempelan stiker. (Foto: Instagram/Masayoshi Matsumoto) Dengan detail dan susunan yang rumit ia bisa habiskan waktu dua hingga enam jam pada tiap bagiannya. (Foto: Instagram/Masayoshi Matsumoto) Tak hanya menyusun, ia juga mengisi udara pada balon tersebut, memelintir, menyimpulkan, hingga menganyam balon menjadi berbagai bentuk di setiap bagian-bagiannya. (Foto: Instagram/Masayoshi Matsumoto) Matsumoto adalah lulusan dari teknik di Tokyo Institute of Technology, di mana ia menerima gelar master pada tahun 2014. (Foto: Instagram/Masayoshi Matsumoto) Dalam karyanya ini ia membagikannya ke berbagai akun media sosialnya dari Instagram, Twitter dan Facebook. (Foto: Instagram/Masayoshi Matsumoto) Ia menggunakan username Isopresso untuk akun-akunnya tersebut.Foto: Instagram/Masayoshi Matsumoto Foto: Instagram/Masayoshi Matsumoto Foto: Instagram/Masayoshi Matsumoto Foto: Instagram/Masayoshi Matsumoto Foto: Instagram/Masayoshi Matsumoto Foto: Instagram/Masayoshi Matsumoto Sumber
-
Jakarta - Pasar barang mewah di China perlahan mulai hidup kembali setelah toko dibuka April lalu. Sejak itulah orang kaya cenderung menghabiskan uang mereka seperti 'balas dendam' karena tak bisa belanja selama lockdown. Kesempatan itu menjadi angin segar bagi merek-merek papan atas. Merek barang mewah di China, seperti Louis Vuitton, Hermes, Gucci, dan Prada kini tercatat mengalami peningkatan pesat setelah toko dibuka kembali di China. Toko Hermes di Guangzhou misalnya, mengantongi pendapatan US$ 2,7 juta atau setara dengan Rp 39,96 miliar (kurs Rp 14.800/US$) selama April lalu. Angka itu menjadi rekor penjualan di toko China. Menurut Claudia D'Arpizio, Mitra di Bain & Co yang berfokus pada barang-barang mewah, kini banyak merek ternama dunia mengalami lonjakan omzet setelah pendapatan anjlok pada kuartal I. "Orang-orang terlihat gerak cepat ketika toko kembali dibuka. Meskipun angka konsumen belum seperti biasanya, keuntungan toko sudah cukup besar. Ini seperti ajang balas dendam dalam berbelanja," kata D'Arpizio. Bain & Co memperkirakan penjualan barang mewah di seluruh dunia turun hingga US$ 100 miliar tahun ini, atau sekitar sepertiga dari US$ 300 miliar pada 2019. Sedangkan 2020 turun sekitar US$ 200 miliar hingga US$ 240 miliar. Hingga kini belum dapat diperkirakan apakah 2022 hingga 2023 perusahaan ritel dapat pulih kembali. Meski begitu, tren besar dalam berbelanja barang mewah dapat berpindah ke belanja online. Perusahaan ritel tidak perlu menghabiskan banyak uang untuk membuat toko karena toko online dapat menjadi alternatif dan lebih dekat dengan konsumen. Setelah balas dendam dengan belanja barang mewah, pengeluaran orang kaya bisa saja berubah prioritas dan berpaling ke kebutuhan fisik. Dalam waktu satu hingga dua tahun, orang akan lebih milih ke restoran untuk makan atau liburan untuk refreshing. Simak Video "Kehidupan di Jerman Tampak Mulai Menggeliat" [==] (eds/eds) Sumber
-
Jakarta - Berdiam di rumah selama pandemi COVID-19 membuat orang-orang mencari cara menghibur diri, salah satunya dengan bermain game. Tidak heran, kepopuleran konsol mencuat sebagai salah satu kebutuhan masyarakat di tengah pandemi. Firma riset iPrice Group, merilis laporan mengenai game konsol paling populer yang digunakan para gamer di Asia. Dalam risetnya, iPrice menganalisis 1,5 juta pencarian yang dilakukan pada platform belanja online di Malaysia, Singapura, Indonesia, Thailand, Vietnam, Filipina, dan Hong Kong. "Nintendo Switch menjadi game konsol populer secara global. Rilisnya Animal Crossing pada Maret lalu jadi saat yang tepat menghasilkan kenaikan penjualan yang luar biasa," tulis iPrice dalam laporannya. Analisis yang dilakukan NDP Group minggu lalu melaporkan bahwa penjualan Nintendo Switch pada Maret 2020 naik lebih dari dua kali lipat dibandingkan periode yang sama di tahun lalu. Negara-negara di Asia Tenggara yang sedang menerapkan sistem lockdown demi mencegah luasnya penyebaran COVID-19 juga tak lepas dari target pemasaran Nintendo. Menariknya, hasil menunjukkan bahwa meskipun Nintendo Switch menjadi konsol game paling populer dan memimpin di 5 dari 7 negara, pada akhirnya perangkat ini gagal melawan kompetitor utamanya yaitu PlayStation 4 (PS4) di Vietnam dan Indonesia. Di Indonesia, minat untuk Switch hanya berkisar 61% dari minat untuk PS4. Data menarik lainnya, konsol terpopuler ke-3 yang paling dicari di Indonesia adalah PlayStation 3 yang sudah berusia 13 tahun. Alhasil, data ini menjadikan Indonesia sebagai rumah bagi PlayStation. Sementara itu di Vietnam, hal serupa terjadi karena minat untuk Switch jauh dibawah minat untuk PS4. Setelah PS4 dan Nintendo Switch, di urutan ke-3 ada Microsoft Xbox One. Untuk Malaysia, Singapura, Filipina, dan Hong Kong, PS4 berada di urutan kedua dibawah Switch. Berpindah ke tren ke Thailand, Xbox One berhasil naik peringkat di depan PS4 untuk berada di posisi ke-2. Namun secara keseluruhan, Nintendo Switch masih merupakan konsol game yang paling diminati di Asia. Seperti sudah sempat disinggung di awal, hal ini erat kaitannya dengan adanya aturan social distancing yang diterapkan di negara-negara tersebut, sehingga banyak orang bermain game. Dari pertengahan Maret hingga pertengahan April, minat untuk Nintendo Switch pada platform belanja online di wilayah ini melonjak sebesar 245%. Sebagai perbandingan, minat untuk PS4 'hanya' meningkat sebesar 135%. Sedangkan total permintaan untuk Switch sekarang 1,6 kali lebih tinggi dari itu. Hasil riset iPrice juga melihat dalam waktu yang sama, pencarian untuk semua konsol game di 7 negara meningkat 115% secara keseluruhan dibandingkan periode sebelumnya. Vietnam memimpin dengan peningkatan 432%, diikuti Singapura sebesar 241% dan Thailand sebesar 208%. Nah, apakah kalian termasuk yang berkontribusi dalam kepopuleran konsol-konsol ini? *) Artikel ini berdasarkan riset iPrice: Nintendo Switch dan PlayStation 4 mendominasi Asia di Tengah Musim Pandemi. Simak Video "Momen Tadarus Al-Qur'an Raksasa di Banyuwangi di Tengah Pandemi" [==] (rns/jsn) Sumber
-
Jakarta - Masyarakat ramai-ramai menolak keras kenaikan iuran BPJS Kesehatan yang sudah ditetapkan pemerintah melalui Perpres Nomor 64 Tahun 2020 tentang Perubahan Kedua Atas Peraturan Presiden Nomor 82 Tahun 2018 tentang Jaminan Kesehatan. Dalam beleid ini, iuran untuk kelas I peserta mandiri atau PBPU dan BP menjadi Rp 150.000 per orang per bulan atau naik 85,18%, kelas II menjadi Rp 100.000 per orang per bulan atau naik 96,07%, sedangkan kelas III menjadi Rp 42.000 per orang per bulan atau naik 64,70%. Kenaikan iuran untuk kelas I dan II mulai berlaku 1 Juli 2020 mendatang, sedangkan kenaikan untuk kelas III baru akan berlaku tahun 2021. Keputusan itu mendapat kritikan karena terjadi saat daya beli sedang turun imbas virus Corona (COVID-19). Jokowi sendiri mengakui jika ada penurunan daya beli di masyarakat. "Saya lihat laporan dari BPS bulan April bahan pangan justru mengalami deflasi sebesar 0,13%, ini ada indikasi penurunan permintaan bahan-bahan pangan artinya daya beli masyarakat menurun," tuturnya saat membuka rapat terbatas virtual, Rabu (13/5/2020). detikcom pun menggelar polling, mengajak pembaca menyuarakan pandangan mereka soal setuju atau tidak iuran BPJS Kesehatan naik lagi. Apa hasilnya? Sejak polling dibuka sekitar pukul 13.00 Jumat (15/5/2020) hingga Sabtu (16/5) pada jam yang sama, ada 582 pembaca detikcom yang menyampaikan aspirasi mereka. Rinciannya, 499 pembaca detikcom menolak keras iuran BPJS Kesehatan naik, sementara 83 sisanya setuju. Apa saja alasan mereka yang menolak keras iuran BPJS Kesehatan naik? "Sangat tidak setuju. Saat ini sikon semua orang lagi susah akibat Covid-19 janganlah ditambah susah lagi dengan menaikkan iuran BPJS. Pleaseeeeee be wise lah dlm mengambil keputusan!!!," ujar seorang pembaca detikcom yang menyuarakan aspirasinya sekitar satu jam yang lalu. Pembaca detikcom lainnya meminta pemerintah mengerti kondisi masyarakat saat ini sedang susah gara-gara merebaknya Corona. Jangan lagi dibebani dengan kenaikan tarif. "Bikin kebijakan itu mbok ya dipikir masak masak, jangan menyakiti, melukai hati rakyat terus, apalagi ini sdh jelas sekali ditolak MA yg putusan nya bersifat final dan mengikat , katanya negara hukum, lha piye kok malah mencontohkan melawan hukum MA sendiri. Tegasnya cuma pada saat mencabut subsidi sana sini dan menaikkan iuran tok, sejahterakan rakyat dan bukan malah sengsarakan rakyat, kalau mau jujur & fair serta menilai apa adanya, zaman peiode pemimpin sebelum nya jauh lebih baik, jauh lebih bijaksana, sekarang dah banyak banget yg nyesel dan sadar akan hal ini., keledai saja tak akan jatuh 2 kali dilubang yg sama., wasallam," paparanya. Ada juga pembaca detikcom yang meminta pemerintah lebih baik membereskan manajemen BPJS Kesehatan, ketimbang menaikkan iuran. "Belum saatnya untuk menaikkan iuran, dikarenakan kondisi sekarang masyarakat sedang sulit. Untuk kebutuhan sehari-hari sudah susah. Dahulu Askes tidak pernah komentar defisit dan pasti selalu profit, dikarenakan pegawai negeri, tni dan polri banyak yg tdk menggunakan fasilitas kesehatan Askes. Benahi dahulu manajemen BPJS Kesehatan, terutama keuangan dan pelayanannya. Trims," tuturnya. "Maap nih bapak ibu.. kenaikan BPJS itu cuma bbrp belas /puluh ribu aja, situ udah dapet perlindungan kesehatan. Kenapa pd ribut ya ? Rokok naek masih pd beli ? Tol naik masih pd lewat juga kan ? Motor DP nya naik masih laris juga kok.. dikasih perlindungan kesehatan pd ribet amat sih. Makanya kerja yg bener, biar bisa dapet asuransi yg layak !," tutur pembaca detikcom yang setuju iuran BPJS Kesehatan naik. Ada juga pembaca detikcom yang mengkritik balik mereka yang menolak iuran BPJS Kesehatan naik. Dia menyinggung soal saling bantu dalam iuran BPJS Kesehatan. "Modal dikit kenapa kok maunya gratisan mulu ... katanya mau saling bantu," tuturnya. Kemudian, pembaca detikcom yang setuju iuran BPJS Kesehatan naik berargumen langkah tersebut diambil demi memperbaiki pelayanan, termasuk memperbaiki tarif untuk beberapa penyakit yang ditanggung. "Setuju karena untuk memperbaiki layanan yang bisa diberikan bagi pasien BPJS. Sebenarnya pemerintah perlu mengecek ke fasilitas kesehatan yang ada, bagaimana BPJS sering menunggak klaim RS. Belum lagi tarif BPJS untuk beberapa penyakit, tidak seimbang dengan realita di lapangan, sehingga RS harus memanipulasi diagnosis agar tidak merugi," tutur pembaca detikcom. Simak Video "Bos BPJS Kesehatan Yakin Naiknya Iuran Bisa Atasi Defisit" [==] (hek/eds) Sumber
-
Jakarta - Masyarakat ramai-ramai menolak keras kenaikan iuran BPJS Kesehatan yang sudah ditetapkan pemerintah melalui Perpres Nomor 64 Tahun 2020 tentang Perubahan Kedua Atas Peraturan Presiden Nomor 82 Tahun 2018 tentang Jaminan Kesehatan. Dalam beleid ini, iuran untuk kelas I peserta mandiri atau PBPU dan BP menjadi Rp 150.000 per orang per bulan atau naik 85,18%, kelas II menjadi Rp 100.000 per orang per bulan atau naik 96,07%, sedangkan kelas III menjadi Rp 42.000 per orang per bulan atau naik 64,70%. Kenaikan iuran untuk kelas I dan II mulai berlaku 1 Juli 2020 mendatang, sedangkan kenaikan untuk kelas III baru akan berlaku tahun 2021. Keputusan itu mendapat kritikan karena terjadi saat daya beli sedang turun imbas virus Corona (COVID-19). Jokowi sendiri mengakui jika ada penurunan daya beli di masyarakat. "Saya lihat laporan dari BPS bulan April bahan pangan justru mengalami deflasi sebesar 0,13%, ini ada indikasi penurunan permintaan bahan-bahan pangan artinya daya beli masyarakat menurun," tuturnya saat membuka rapat terbatas virtual, Rabu (13/5/2020). detikcom pun menggelar polling, mengajak pembaca menyuarakan pandangan mereka soal setuju atau tidak iuran BPJS Kesehatan naik lagi. Apa hasilnya? Sejak polling dibuka sekitar pukul 13.00 Jumat (15/5/2020) hingga Sabtu (16/5) pada jam yang sama, ada 582 pembaca detikcom yang menyampaikan aspirasi mereka. Rinciannya, 499 pembaca detikcom menolak keras iuran BPJS Kesehatan naik, sementara 83 sisanya setuju. Apa saja alasan mereka yang menolak keras iuran BPJS Kesehatan naik? "Sangat tidak setuju. Saat ini sikon semua orang lagi susah akibat Covid-19 janganlah ditambah susah lagi dengan menaikkan iuran BPJS. Pleaseeeeee be wise lah dlm mengambil keputusan!!!," ujar seorang pembaca detikcom yang menyuarakan aspirasinya sekitar satu jam yang lalu. Pembaca detikcom lainnya meminta pemerintah mengerti kondisi masyarakat saat ini sedang susah gara-gara merebaknya Corona. Jangan lagi dibebani dengan kenaikan tarif. "Bikin kebijakan itu mbok ya dipikir masak masak, jangan menyakiti, melukai hati rakyat terus, apalagi ini sdh jelas sekali ditolak MA yg putusan nya bersifat final dan mengikat , katanya negara hukum, lha piye kok malah mencontohkan melawan hukum MA sendiri. Tegasnya cuma pada saat mencabut subsidi sana sini dan menaikkan iuran tok, sejahterakan rakyat dan bukan malah sengsarakan rakyat, kalau mau jujur & fair serta menilai apa adanya, zaman peiode pemimpin sebelum nya jauh lebih baik, jauh lebih bijaksana, sekarang dah banyak banget yg nyesel dan sadar akan hal ini., keledai saja tak akan jatuh 2 kali dilubang yg sama., wasallam," paparanya. Ada juga pembaca detikcom yang meminta pemerintah lebih baik membereskan manajemen BPJS Kesehatan, ketimbang menaikkan iuran. "Belum saatnya untuk menaikkan iuran, dikarenakan kondisi sekarang masyarakat sedang sulit. Untuk kebutuhan sehari-hari sudah susah. Dahulu Askes tidak pernah komentar defisit dan pasti selalu profit, dikarenakan pegawai negeri, tni dan polri banyak yg tdk menggunakan fasilitas kesehatan Askes. Benahi dahulu manajemen BPJS Kesehatan, terutama keuangan dan pelayanannya. Trims," tuturnya. "Maap nih bapak ibu.. kenaikan BPJS itu cuma bbrp belas /puluh ribu aja, situ udah dapet perlindungan kesehatan. Kenapa pd ribut ya ? Rokok naek masih pd beli ? Tol naik masih pd lewat juga kan ? Motor DP nya naik masih laris juga kok.. dikasih perlindungan kesehatan pd ribet amat sih. Makanya kerja yg bener, biar bisa dapet asuransi yg layak !," tutur pembaca detikcom yang setuju iuran BPJS Kesehatan naik. Ada juga pembaca detikcom yang mengkritik balik mereka yang menolak iuran BPJS Kesehatan naik. Dia menyinggung soal saling bantu dalam iuran BPJS Kesehatan. "Modal dikit kenapa kok maunya gratisan mulu ... katanya mau saling bantu," tuturnya. Kemudian, pembaca detikcom yang setuju iuran BPJS Kesehatan naik berargumen langkah tersebut diambil demi memperbaiki pelayanan, termasuk memperbaiki tarif untuk beberapa penyakit yang ditanggung. "Setuju karena untuk memperbaiki layanan yang bisa diberikan bagi pasien BPJS. Sebenarnya pemerintah perlu mengecek ke fasilitas kesehatan yang ada, bagaimana BPJS sering menunggak klaim RS. Belum lagi tarif BPJS untuk beberapa penyakit, tidak seimbang dengan realita di lapangan, sehingga RS harus memanipulasi diagnosis agar tidak merugi," tutur pembaca detikcom. Simak Video "Bos BPJS Kesehatan Yakin Naiknya Iuran Bisa Atasi Defisit" [==] (hek/eds) Sumber
-
Jakarta - Realme mulai memperlihatkan smartphone terbaru mereka yang akan dirilis akhir bulan Mei ini. Ya, ponsel terbaru yang dimaksud adalah Realme X50 Pro Player (Edition). Sebelumnya, perangkat tersebut baru diketahui nama kodenya, yaitu Blade Runner. Realme X50 Pro Player ini akan jadi andalan vendor asal China untuk bertarung di pasar smartphone gaming, seperti diberitakan GSMArena, Sabtu (16/5/2020). Untuk saat ini memang belum disebutkan spek dari Realme X50 Pro Player. Akan tetapi, perangkat itu kemungkinan akan menggunakan chip Qualcomm Snapdragon 865 untuk menunjang kebutuhan bermaint game dan minim gangguan. Jika rumor tersebut benar adanya, maka Realme X50 Pro Player bakal jadi pesaing Black Shark 3, Lenovo Legion Gaming Phone, hingga Oppo Find X2. Sama seperti poster yang beredar sebelumnya, X50 Pro Player tampil dengan kelir abu-abu dengan tercantum tanggal perilisan ponsel terbaru Realme itu ke publik, yaitu 25 Mei. Pada tanggal itu, Realme dikabarkan akan merilis delapan produk terbaru bersamaan X50 Pro Player. Vendor ini juga disebutkan segera meluncurkan Realme TV, Realme Watch, earphone TWS, dan setidaknya dua smartphone Realme X3. Realme siapkan X50 Pro, smartphone gaming pesaing Black Shark 3. Foto: Istimewa Simak Video "Aktivitas #dirumahaja Jadi Auto Semangat with Samsung Galaxy S20" [==] (agt/afr) Sumber
-
Larangan Dagang Huawei Diperpanjang, China Bakal Balas Dendam
bot posted a topic in Berita Teknologi
Jakarta - Pemerintah Amerika Serikat memperpanjang larangan dagang terhadap Huawei dan ZTE, dan pemerintah China pun bakal melancarkan aksi balasan terhadap larangan tersebut. Aksi balasan tersebut memang belum ditetapkan, namun pemerintah China mengaku tak segan untuk membuat larangan sejenis untuk perusahaan AS seperti Qualcomm dan Apple. Dilansir Global Times of China, pemerintah China tengah mempersiapkan larangan dagang sejenis untuk sejumlah perusahaan AS untuk melawan terhadap larangan dagang untuk Huawei. Perusahaan asal AS seperti Apple, Cisco, dan Qualcomm bakal dimasukkan ke dalam daftar bernama 'unreliable entity list' oleh pemeirntah China. Kabar ini pun memicu ketidaknyamanan di kalangan investor. Sebelumnya diberitakan, Presiden AS Donald Trump memperpanjang keputusan eksekutif yang ditandatangani pada Mei 2019 yang melarang perusahaan Amerika Serikat untuk menggunakan peralatan telekomunikasi yang dibuat oleh perusahaan yang dianggap mengancam keamanan nasional. Larangan dagang ini pun bahkan diperluas dengan mewajibkan persuahaan asing yang menggunakan peralatan pembuat chip dari AS untuk mempunyai lisensi sebelum memasok chip untuk Huawei. Aturan baru ini tampaknya dibuat untuk menargetkan pasokan chip HiSilicon Huawei yang dibuat oleh TSMC, yang sebenarnya bukan perusahaan asal AS. Huawei hanya bisa mendapat pasokan chip yang saat ini sudah diproduksi oleh TSMC, itu pun kalau pengapalannya bisa terjadi dalam waktu 120 hari. Regulator AS mengatakan kebijakan Trump tersebut ditujukan secara spesifik untuk perusahaan China seperti Huawei dan ZTE. Pemerintah AS telah lama menuding Huawei memiliki hubungan khusus dengan pemerintah China. Sejak larangan dagang tersebut ditetapkan, Huawei jadi terseok-seok di pasar smartphone global. Bahkan Huawei sampai harus merilis ulang P30 Pro -- yang masih punya akses ke Google Mobile Services -- karena ponsel yang dirilis setelah itu tak lagi punya akses dan harus menggunakan Huawei Mobile Services. Simak Video "Siap Tandingi iPad Pro, Huawei MatePad Pro Resmi Tiba di Indonesia" [==] (asj/asj) Sumber -
Jakarta - Peristiwa menghebohkan terjadi pada Kamis pekan ini. Bagaimana tidak, ramai beredar di media sosial foto kondisi Bandara Soekarno-Hatta (Soetta) yang ramai disesaki penumpang pasca penerbangan dibuka kembali. Padahal, di tengah pandemi Corona seperti ini jaga jarak merupakan hal yang sangat penting. Salah satu netizen yang mengunggah kondisi Bandara Soetta itu ialah Risang Dipta Permana lewat akun Twitter pribadinya. "@AngkasaPura_2 Suasana Soetta Pagi ini.... Apakah tidak ada protokol social distancing dari AP2? @kemenhub151 @KemenkesRI @gugustugas_wsb," cuit Risang dalam akun @risangpermana dikutip detikcom, Kamis lalu (14/5/2020). Merespons cuitan tersebut, PT Angkasa Pura II (Persero) atau AP II pun langsung angkat bicara. AP II menginformasi antrean yang terlihat di gambar yang diunggah netizen tersebut merupakan antrean calon penumpang pesawat di posko pemeriksaan dokumen perjalanan yang terletak di Terminal 2 pada pukul 04.00 WIB. Pihak AP II memastikan mulai sekitar pukul 05.00 WIB sudah tidak terjadi lagi antrean. Senior Manager Branch Communications & Legal Bandara Soekarno-Hatta Febri Toga mengatakan personel AP II telah berupaya penuh mengatur antrean namun calon penumpang pesawat yang datang cukup banyak di Terminal 2 Gate 4. "Antrean di posko verifikasi dokumen terjadi mulai pukul 04.00 WIB, di mana calon penumpang memiliki tiket pesawat untuk penerbangan antara pukul 06.00 - 08.00 WIB. Di antara pukul tersebut terdapat 13 penerbangan dengan keberangkatan hampir bersamaan, yaitu 11 penerbangan Lion Air Group dan 2 penerbangan Citilink," ujar Febri kepada detikcom, Kamis (14/5/2020). "Seperti diketahui, pada masa pengecualian dalam pembatasan penerbangan ini, calon penumpang harus melakukan verifikasi kelengkapan dokumen sebagai syarat untuk bisa memproses check in. Verifikasi dokumen dilakukan oleh personel gabungan dari sejumlah instansi yang masuk dalam Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 yang ada di posko pemeriksaan," jelasnya. Adapun dokumen yang diverifikasi sebagai syarat agar calon penumpang dapat memproses check in antara lain tiket penerbangan, surat keterangan dinas, surat bebas COVID-19, dan dokumen lainnya sesuai yang tercantum dalam Surat Edaran No 4/2020 tentang Kriteria Pembatasan Perjalanan Orang Dalam Rangka Percepatan Penanganan COVID-19 yang diterbitkan Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19. "Saat ini sudah tidak ada antrean lagi di Terminal 2. Kami selalu berupaya untuk menjaga physical distancing di setiap area. Penerapan physical distancing di Soekarno-Hatta juga akan dievaluasi berkala melihat situasi dan kondisi terkini yang cukup dinamis," katanya. Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mengaku pihaknya telah menerima laporan mengenai adanya maskapai yang tidak menerapkan Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 18 Tahun 2020 tentang Pengendalian Transportasi dalam rangka Pencegahan Penyebaran Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) tersebut. Menurut Direktur Jenderal Perhubungan Udara Novie Riyanto, pihaknya langsung melakukan investigasi lebih lanjut terkait laporan tersebut. "Pagi ini langsung kami tindak lanjuti dengan memerintahkan inspektur penerbangan untuk melakukan investigasi lebih lanjut terhadap hal tersebut," ujar Novie kepada detikcom. Novie memastikan pihaknya akan menindak tegas operator penerbangan yang terbukti melanggar ketentuan pembatasan jumlah penumpang dalam melakukan layanan penerbangan. "Begitu terbukti melanggar aturan, kami akan terapkan sanksi tegas sesuai dengan peraturan yang berlaku," tegasnya. Simak Video "Ingin Terbang via Bandara Soetta? Penuhi Dulu Syaratnya!" [==] (acd/eds) Sumber
-
Jakarta - Pada bulan Maret kualitas streaming Netflix dan beberapa platform lainnya diturunkan untuk mencegah internet jebol karena banyak orang yang bekerja dan belajar dari rumah akibat pandemi virus Corona. Kini kualitas streaming Netflix mulai normal di beberapa negara Eropa. Dikutip detikINET dari The Verge, Sabtu (16/5/2020) pengguna Netflix di Denmark, Norwegia, Jerman dan beberapa negara lainnya mulai melihat peningkatan bitrate streaming. Pengguna di negara-negara tersebut melaporkan kualitas streaming telah kembali menjadi 4K HDR dengan bitrate hingga 15 Mb/detik, kapasitas yang tidak pernah dirasakan dalam dua bulan terakhir. Kepada FlatpanelsHD, Netflix mengonfirmasi bahwa mereka sedang bekerja dengan penyedia layanan internet untuk meningkatkan kapasitas layanan secara bergilir. Tapi Netflix tidak mengatakan negara mana saja yang sudah merasakan kualitas streaming lebih tinggi. "Pada bulan lalu saja kita menambahkan empat kali lebih banyak dari kapasitas normal. Ketika kondisi membaik kami akan mencabut batasan ini," kata juru bicara Netflix kepada FlatpanelsHD. Diturunkannya kualitas Netflix dan platform lainnya pada bulan lalu merupakan permintaan dari Uni Eropa untuk membantu mengurangi beban pada infrastruktur telekomunikasi. Netflix pun menyetujui untuk menurunkan bitrate stream selama 30 hari, dan memperkirakan langkah ini berhasil menurunkan trafic Netflix di Eropa hingga 25%. Langkah Netflix ini mengikuti Apple yang pada bulan lalu telah mengembalikan kemampuan streaming Apple TV+ hingga 4K. Setelah Netflix dan Apple, diperkirakan platform streaming lainnya juga akan kembali ke kapasitas normal dalam beberapa waktu ke depan. Simak Video "Ironi Netflix di Indonesia" [==] (vmp/afr) Sumber
-
Jakarta - Kengototan DPR RI agar Bank Indonesia (BI) mencetak uang Rp 600 triliun menjadi sorotan akhir-akhir ini. Bahkan Mantan Menteri BUMN Dahlan Iskan ikut menyoroti alasan DPR RI terutama salah satu anggota fraksi Golkar terkait usulan cetak uang ratusan triliun tersebut. Pembahasan terkait usulan cetak uang ini dilakukannya bersama tokoh lain yakni ekonomi Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Prof. Dr. Didik J. Rachbini, anggota Komisi XI DPR RI dari fraksi Golkar Mukhamad Misbakhun, dan mantan Ketua KEN (Komite Ekonomi Nasional) Sutrisno Bachir dalam sebuah webinar yang digelar Keluarga Besar Pelajar Islam Indonesia (KB PII) Sabtu (9/5) lalu. Pembahasan-pembahasan panas yang terdapat dalam webinar tersebut diungkapkan Dahlan dalam tulisannya di laman disway.id. Menurut Dahlan, dalam diskusi panas tersebut Didik sudah berulang kali mengingatkan risiko 'menyeramkan' yang bisa timbul dari pencetakan uang ratusan triliun rupiah tersebut. "Memang begitulah teori ekonomi yang paten. Pencetakan uang hanya akan menghasilkan inflasi. Masih ditambah melemahnya kepercayaan internasional," kata Dahlan seperti dikutip dari laman disway.id, Senin (12/5/2020). Dahlan menuturkan, Didik bahkan kembali mengingatkan semua pihak terkait risiko inflasi tinggi yang sudah pernah 'ditelan' Indonesia pada tahun 1950. "Itu pernah dilakukan oleh Menteri Keuangan Syafruddin Prawiranegara dari Partai Masyumi. Inflasi langsung naik 1.000%," tulis Dahlan yang menguraikan pernyataan Didik. Namun, Misbakhun terus menolak pendapat tersebut. "Tapi DPR menolak teori itu. Tokoh utamanya adalah Mukhamad Misbakhun. Dari Partai Golkar. Yang dulu aktivis PKS itu," tulis Dahlan. Dalam tulisannya, Dahlan mengungkapkan alasan fraksi Golkar yang sudah bulat terkait usulan cetak uang ke BI. Alasan itu diungkapkan Misbakhun bahwa partainya itu punya kepedulian besar agar ekonomi Indonesia kembali pulih akibat gempuran virus Corona (COVID-19). "Golkar sangat peduli bagaimana membangun kembali ekonomi yang hancur ini. Coba, siapa yang tidak setuju cetak uang ini. Tanya mereka, lantas apa jalan keluarnya? Nggak ada kan? Hanya utang kan. Golkar harus cari jalan keluar," ungkap Misbakhun. Menurut Misbakhun, partainya itu sudah bertekad untuk tetap meneruskan usulan pencetakan uang. Ia pun yakin usulan dari Golkar ini punya posisi yang kuat. "Kuat sekali. Apalagi posisi Golkar di pemerintahan sangat kuat. Ketua Umum Golkar, Ir. Airlangga Hartarto kan menjadi Menko Perekonomian," kata Misbakhun. Namun, Dahlan menuliskan bahwa Sutrisno mengingatkan skenario bisnis dibalik usulan cetak uang itu menurut keterangan Dahlan. "Sutrisno Bachir kelihatannya cocok dengan ide cetak uang itu. Mungkin karena ia juga pengusaha sukses. Hanya ia mengingatkan jangan-jangan ada skenario bisnis di balik cetak uang itu," tulis Dahlan. Simak Video "Kayu Putih Hidupkan Desa Wonoharjo" [==] (toy/eds) Sumber
-
Jakarta - Kengototan DPR RI agar Bank Indonesia (BI) mencetak uang Rp 600 triliun menjadi sorotan akhir-akhir ini. Bahkan Mantan Menteri BUMN Dahlan Iskan ikut menyoroti alasan DPR RI terutama salah satu anggota fraksi Golkar terkait usulan cetak uang ratusan triliun tersebut. Pembahasan terkait usulan cetak uang ini dilakukannya bersama tokoh lain yakni ekonomi Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Prof. Dr. Didik J. Rachbini, anggota Komisi XI DPR RI dari fraksi Golkar Mukhamad Misbakhun, dan mantan Ketua KEN (Komite Ekonomi Nasional) Sutrisno Bachir dalam sebuah webinar yang digelar Keluarga Besar Pelajar Islam Indonesia (KB PII) Sabtu (9/5) lalu. Pembahasan-pembahasan panas yang terdapat dalam webinar tersebut diungkapkan Dahlan dalam tulisannya di laman disway.id. Menurut Dahlan, dalam diskusi panas tersebut Didik sudah berulang kali mengingatkan risiko 'menyeramkan' yang bisa timbul dari pencetakan uang ratusan triliun rupiah tersebut. "Memang begitulah teori ekonomi yang paten. Pencetakan uang hanya akan menghasilkan inflasi. Masih ditambah melemahnya kepercayaan internasional," kata Dahlan seperti dikutip dari laman disway.id, Senin (12/5/2020). Dahlan menuturkan, Didik bahkan kembali mengingatkan semua pihak terkait risiko inflasi tinggi yang sudah pernah 'ditelan' Indonesia pada tahun 1950. "Itu pernah dilakukan oleh Menteri Keuangan Syafruddin Prawiranegara dari Partai Masyumi. Inflasi langsung naik 1.000%," tulis Dahlan yang menguraikan pernyataan Didik. Namun, Misbakhun terus menolak pendapat tersebut. "Tapi DPR menolak teori itu. Tokoh utamanya adalah Mukhamad Misbakhun. Dari Partai Golkar. Yang dulu aktivis PKS itu," tulis Dahlan. Dalam tulisannya, Dahlan mengungkapkan alasan fraksi Golkar yang sudah bulat terkait usulan cetak uang ke BI. Alasan itu diungkapkan Misbakhun bahwa partainya itu punya kepedulian besar agar ekonomi Indonesia kembali pulih akibat gempuran virus Corona (COVID-19). "Golkar sangat peduli bagaimana membangun kembali ekonomi yang hancur ini. Coba, siapa yang tidak setuju cetak uang ini. Tanya mereka, lantas apa jalan keluarnya? Nggak ada kan? Hanya utang kan. Golkar harus cari jalan keluar," ungkap Misbakhun. Menurut Misbakhun, partainya itu sudah bertekad untuk tetap meneruskan usulan pencetakan uang. Ia pun yakin usulan dari Golkar ini punya posisi yang kuat. "Kuat sekali. Apalagi posisi Golkar di pemerintahan sangat kuat. Ketua Umum Golkar, Ir. Airlangga Hartarto kan menjadi Menko Perekonomian," kata Misbakhun. Namun, Dahlan menuliskan bahwa Sutrisno mengingatkan skenario bisnis dibalik usulan cetak uang itu menurut keterangan Dahlan. "Sutrisno Bachir kelihatannya cocok dengan ide cetak uang itu. Mungkin karena ia juga pengusaha sukses. Hanya ia mengingatkan jangan-jangan ada skenario bisnis di balik cetak uang itu," tulis Dahlan. Simak Video "Kayu Putih Hidupkan Desa Wonoharjo" [==] (toy/eds) Sumber
-
Jakarta - Keputusan pemerintah menaikkan iuran BJPS Kesehatan menuai banyak protes masyarakat. Pasalnya di tengah pandemi Corona banyak masyarakat yang terdampak penghasilannya, sehingga dianggap keputusan itu hanya menambah beban saja. Presiden Joko Widodo (Jokowi) merilis kenaikan tersebut lewat Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 64 Tahun 2020 tentang Perubahan Kedua Atas Peraturan Presiden Nomor 82 Tahun 2018 tentang Jaminan Kesehatan. Kenaikan iuran terjadi untuk semua peserta kelas mandiri dan penerima bantuan iuran (PBI). Tapi jangan marah dulu, karena pemerintah kali ini memberikan subsidi kepada peserta aktif khususnya di kelas III mandiri atau peserta bukan penerima upah (PBPU) dan bukan pekerja (BP) yang jumlahnya sekitar 35,4 juta orang, di mana PBPU sebanyak 30,4 juta orang, dan BP sekitar 5 juta orang. Apalagi untuk peserta PBI yang mencapai 96,5 juta orang ini seluruh kewajibannya ditanggung oleh pemerintah alias gratis. Melalui cuitannya di Twitter, Staf Khusus Menteri Keuangan, Yustinus Prastowo mengatakan pemerintah memberikan bantuan subsidi kepada peserta mandiri khususnya yang berada di kelas III. Sehingga yang dibayarkan tetap sama seperti iuran sebelumnya. "Kita bandingkan dengan biaya menurut aktuaris jauh di bawah. Bandingkan dengan iuran di Perpres 75/2019 lebih rendah. Bahkan untuk kelas III, cukup bayar Rp 25.500, karena pemerintah pun mensubsidi Rp 16.500, tahun 2021 baru jadi Rp 35.000 dengan subsidi Rp 7.500," kata Prastowo seperti dikutip detikcom, Sabtu (16/5/2020). Dalam Perpres Nomor 64 Tahun 2020, iuran untuk kelas I peserta mandiri atau PBPU dan BP menjadi Rp 150.000 per orang per bulan atau naik 85,18%, kelas II menjadi Rp 100.000 per orang per bulan atau naik 96,07%, sedangkan kelas III menjadi Rp 42.000 per orang per bulan atau naik 64,70%. Perlu diketahui, kenaikan untuk kelas III peserta mandiri dilakukan secara bertahap dan setiap peserta akan mendapat subsidi atau bantuan pembayaran dari pemerintah. Bantuan diberikan kepada peserta yang berstatus aktif. Penyesuaian iuran baru ini berlaku mulai 1 Juli 2020, khusus untuk peserta kelas III iuran yang dibayarkan hanya Rp 25.500 per orang per bulan atau mendapat subsidi Rp 16.500 sepanjang tahun 2020. Sedangkan di tahun berikutnya peserta kelas III hanya bayar Rp 35.000 per orang per bulan atau tetap mendapat subsidi Rp 7.000. Menurut Prastowo penyesuaian iuran BPJS Kesehatan untuk PBPU dan BP alias peserta mandiri disesuaikan dengan prinsip ability to pay. Sebab kelompok non-karyawan ini penghasilannya bervariasi. Sehingga setiap peserta berhak memilih layanan sesuai kemampuannya. "Silahkan yang mampu bayar lebih tinggi. Yang tidak mampu silahkan ikut kelas III. Bukankah cukup fair? Layanan medisnya sama kok," ujarnya. Meski begitu, Pengamat Perpajakan ini juga mengungkapkan tingkat kepatuhan kelompok PBPU dan BP baru mencapai 54%. "Banyak yang hanya menggiur saat butuh layanan, sesudahnya menunggak. Ya ini potret masyarakat kita yang masih butuh edukasi dan sosialisasi," ungkapnya. Simak Video "Bos BPJS Kesehatan Yakin Naiknya Iuran Bisa Atasi Defisit" [==] (hek/eds) Sumber
-
Jakarta - Keputusan pemerintah menaikkan iuran BJPS Kesehatan menuai banyak protes masyarakat. Pasalnya di tengah pandemi Corona banyak masyarakat yang terdampak penghasilannya, sehingga dianggap keputusan itu hanya menambah beban saja. Presiden Joko Widodo (Jokowi) merilis kenaikan tersebut lewat Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 64 Tahun 2020 tentang Perubahan Kedua Atas Peraturan Presiden Nomor 82 Tahun 2018 tentang Jaminan Kesehatan. Kenaikan iuran terjadi untuk semua peserta kelas mandiri dan penerima bantuan iuran (PBI). Tapi jangan marah dulu, karena pemerintah kali ini memberikan subsidi kepada peserta aktif khususnya di kelas III mandiri atau peserta bukan penerima upah (PBPU) dan bukan pekerja (BP) yang jumlahnya sekitar 35,4 juta orang, di mana PBPU sebanyak 30,4 juta orang, dan BP sekitar 5 juta orang. Apalagi untuk peserta PBI yang mencapai 96,5 juta orang ini seluruh kewajibannya ditanggung oleh pemerintah alias gratis. Melalui cuitannya di Twitter, Staf Khusus Menteri Keuangan, Yustinus Prastowo mengatakan pemerintah memberikan bantuan subsidi kepada peserta mandiri khususnya yang berada di kelas III. Sehingga yang dibayarkan tetap sama seperti iuran sebelumnya. "Kita bandingkan dengan biaya menurut aktuaris jauh di bawah. Bandingkan dengan iuran di Perpres 75/2019 lebih rendah. Bahkan untuk kelas III, cukup bayar Rp 25.500, karena pemerintah pun mensubsidi Rp 16.500, tahun 2021 baru jadi Rp 35.000 dengan subsidi Rp 7.500," kata Prastowo seperti dikutip detikcom, Sabtu (16/5/2020). Dalam Perpres Nomor 64 Tahun 2020, iuran untuk kelas I peserta mandiri atau PBPU dan BP menjadi Rp 150.000 per orang per bulan atau naik 85,18%, kelas II menjadi Rp 100.000 per orang per bulan atau naik 96,07%, sedangkan kelas III menjadi Rp 42.000 per orang per bulan atau naik 64,70%. Perlu diketahui, kenaikan untuk kelas III peserta mandiri dilakukan secara bertahap dan setiap peserta akan mendapat subsidi atau bantuan pembayaran dari pemerintah. Bantuan diberikan kepada peserta yang berstatus aktif. Penyesuaian iuran baru ini berlaku mulai 1 Juli 2020, khusus untuk peserta kelas III iuran yang dibayarkan hanya Rp 25.500 per orang per bulan atau mendapat subsidi Rp 16.500 sepanjang tahun 2020. Sedangkan di tahun berikutnya peserta kelas III hanya bayar Rp 35.000 per orang per bulan atau tetap mendapat subsidi Rp 7.000. Menurut Prastowo penyesuaian iuran BPJS Kesehatan untuk PBPU dan BP alias peserta mandiri disesuaikan dengan prinsip ability to pay. Sebab kelompok non-karyawan ini penghasilannya bervariasi. Sehingga setiap peserta berhak memilih layanan sesuai kemampuannya. "Silahkan yang mampu bayar lebih tinggi. Yang tidak mampu silahkan ikut kelas III. Bukankah cukup fair? Layanan medisnya sama kok," ujarnya. Meski begitu, Pengamat Perpajakan ini juga mengungkapkan tingkat kepatuhan kelompok PBPU dan BP baru mencapai 54%. "Banyak yang hanya menggiur saat butuh layanan, sesudahnya menunggak. Ya ini potret masyarakat kita yang masih butuh edukasi dan sosialisasi," ungkapnya. Simak Video "Bos BPJS Kesehatan Yakin Naiknya Iuran Bisa Atasi Defisit" [==] (hek/eds) Sumber
-
Jakarta - Fitbit perusahaan yang membuat perangkat wearable dan layanan pelacak kebugaran, kini mengalihkan sementara produksinya untuk membuat ventilator selama pandemi COVID-19. Dilansir detikINET dari CNBC CEO Fitbit James Park mengatakan akan mengirimkan teknologinya ke FDA (Food and Drug Administration) Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat untuk dapat dipakai kepada pasien Corona. Perusahaan pun akan bekerja sama dengan vendor asal Taiwan untuk produksi ventilatornya begitu FDA menyetujui permintaannya. Dan tim Fitbit pun juga berkonsultasi dengan dokter, termasuk di Massachusetts General Brigham dan Oregon Health & Science University (OHSU). "Ada banyak kekhawatiran tentang kekurangan ventilator dan kami menyadari kami sudah memiliki di sekitar rantai pasokan." Kata Park. Ia melihat pada bulan Maret lalu saat terjadi gelombang pertama pasien COVID-19 di mana banyak yang mengalami pernapasan parah, dan beberapa negara bagian AS mengalami kesulitan karena kekurangan ventilator. Meski ada beberapa penelitian medis baru-baru ini di mana mengatakan bahwa ventilator tidak terlalu efektif dalam mencegah kematian pada pasien virus Corona. Namun kemungkinan terjadinya kasus bisa meningkat lagi di saat banyak negara sudah mulai melonggarkan aturan lockdown sehingga ada kemungkinan gelombang kedua bisa terjadi sehingga perminta ventilator mungkin dapat meningkat kembali. Park mengatakan perusahaannya akan membuat ventilator untuk memenuhi tingkat permintaan baik di Amerika Serikat maupun di negara-negara di seluruh dunia. "Saya pikir salah satu keuntungan bagi kami adalah kami memiliki infrastruktur dan kemampuan manufaktur. Kami menghasilkan 10 juta perangkat wearable pertahun dan kami berencana untuk meningkatkan itu untuk menghasilkan produk dengan volume berapapun yang dibutuhkan," jelas Park. Park tidak menjelaskan bagaimana kemampuan ventilator tersebut, namun ika mengklaim ventilatornya itu akan dibuat dan didesain dengan teknologi paling canggih dan akan tersedia dengan harga lebih murah. Simak Video "Bentuk Dukungan Selebriti untuk Memerangi COVID-19" [==] (jsn/asj) Sumber
-
Jakarta - Kejahatan dalam perbankan kembali terjadi. Modus yang digunakan pembobolan rekening menggunakan metode skimming. Saat musim THR ini skimming membuat resah masyarakat. Lalu bagaimana caranya mengamankan uang THR yang ada di rekening dari skimming? Masyarakat Wajib Waspada Analyst Digital Forensic Ruby Alamsyah mengungkapkan dengan munculnya kembali kasus ini maka masyarakat juga harus meningkatkan kewaspadaan. "Masyarakat saat ini harus meningkatkan kewaspadaan dan mengerti modus pembobolan menggunakan skimming," kata Ruby saat dihubungi detikcom, Sabtu (16/5/2020). Dia mengungkapkan sebelum menggunakan mesin ATM masyarakat harus memperhatikan jika ada keanehan yang ada di mesin ATM. Misalnya memperhatikan mulut ATM normal atau tidak hingga tempelan-tempelan yang biasanya tidak ada di mesin. "Alat skimming biasanya dipasang di mulut mesin ATM. Jadi kalau dirasa melihat ada yang aneh, lebih baik jangan transaksi di situ. Atau bisa langsung ditarik dan dicopot saja," imbuh dia. Cara lain adalah, masyarakat bisa bertransaksi di mesin ATM yang ada di kantor cabang bank. Hal ini karena biasanya mesin ATM di kantor cabang memiliki pengamanan yang tinggi dibandingkan mesin ATM di tempat lain. Ruby mengungkapkan sindikat skimming ini memang seperti memanfaatkan momen pembatasan sosial berskala besar (PSBB) dan momen pemberian THR sampai bantuan sosial (bansos). "Jadi memang seperti memanfaatkan ya, mereka memetakan oh tanggal segini pemberian THR, tanggal segini bansos. Jadi mereka juga bisa mengira-ngira. Memang harus waspada dari diri sendiri," jelas dia. Simak Video "Menaker Ingatkan Perusahaan Bayar THR Karyawan" [==] Sumber
-
Jakarta - Kejahatan dalam perbankan kembali terjadi. Modus yang digunakan pembobolan rekening menggunakan metode skimming. Saat musim THR ini skimming membuat resah masyarakat. Lalu bagaimana caranya mengamankan uang THR yang ada di rekening dari skimming? Masyarakat Wajib Waspada Analyst Digital Forensic Ruby Alamsyah mengungkapkan dengan munculnya kembali kasus ini maka masyarakat juga harus meningkatkan kewaspadaan. "Masyarakat saat ini harus meningkatkan kewaspadaan dan mengerti modus pembobolan menggunakan skimming," kata Ruby saat dihubungi detikcom, Sabtu (16/5/2020). Dia mengungkapkan sebelum menggunakan mesin ATM masyarakat harus memperhatikan jika ada keanehan yang ada di mesin ATM. Misalnya memperhatikan mulut ATM normal atau tidak hingga tempelan-tempelan yang biasanya tidak ada di mesin. "Alat skimming biasanya dipasang di mulut mesin ATM. Jadi kalau dirasa melihat ada yang aneh, lebih baik jangan transaksi di situ. Atau bisa langsung ditarik dan dicopot saja," imbuh dia. Cara lain adalah, masyarakat bisa bertransaksi di mesin ATM yang ada di kantor cabang bank. Hal ini karena biasanya mesin ATM di kantor cabang memiliki pengamanan yang tinggi dibandingkan mesin ATM di tempat lain. Ruby mengungkapkan sindikat skimming ini memang seperti memanfaatkan momen pembatasan sosial berskala besar (PSBB) dan momen pemberian THR sampai bantuan sosial (bansos). "Jadi memang seperti memanfaatkan ya, mereka memetakan oh tanggal segini pemberian THR, tanggal segini bansos. Jadi mereka juga bisa mengira-ngira. Memang harus waspada dari diri sendiri," jelas dia. Simak Video "Menaker Ingatkan Perusahaan Bayar THR Karyawan" [==] Sumber