Jump to content
FJB

cahyadi

Members
  • Jumlah Konten

    2,010
  • Bergabung

  • Kunjungan terakhir

Seller statistics

  • 0
  • 0
  • 0

Reputasi Forum

0 Neutral

Tentang cahyadi

  • Rank
    Gold
  1. JAKARTA, KOMPAS.com - Lama tak muncul dengan karya baru, Agnes Monica kembali hadir meramaikan industri musik Tanah Air. Ia hadir mempersembahkan album berjudul 'Agnez Mo'. Uniknya proses produksi album tersebut dilakukan di Amerika."Memang pertama kali dikeluarkan dari label kita sendiri, bekerja sama dengan produser di Amerika," kata Steve, kakak Agnes Monica mewakili label Enterteinment Incorported saat jumpa pers di Jakarta, Jumat (30/8/2013). Direkam di Amerika, 'Agnez Mo' berisikan 10 lagu Agnes berbahasa Inggris. Awalnya akan ada 14 lagu yang siap dimasukan ke dalam daftar album tersebut. Kemudian disusutkan dan dipilih yang terbaik untuk penikmat musiknya. "Sebelumnya ada 14 lagu, milih yang terbaik. Fokusnya ke produksinya, harus the best, kerjasamanya harus yang the best. Karena nanti resultnya juga the best. Kalau kita dengan hati yang baik, prosesnya baik, kerjanya baik," papar Steve. Lagu-lagu yang ada dalam album tersebut adalah Walk, Renegade, Bad Girl, Let's all In Love, Be Brave, Flying High, Shut 'em Up, Hide and Seek, Got Me Figured Out dan Thinks Will Get Better. Album yang dibandrol dengan harga Rp 35 ribu itu bisa didapatkan di mini market. Sumber
  2. JAKARTA, KOMPAS.com - Pagelaran Miss World 2013 yang akan diadakan di Bali menuai protes dari FPI (Front Pembela Islam) juga MUI (Majelis Ulama Indonesia). Meski tidak ada bikini contest namun Miss World tetap ditentang.Lantas apa kata raja dangdut yang juga berambisi untuk maju di Pilpres 2014, Rhoma Irama? "Saya rasa sudah dijawab MUI dan sudah melarang Miss Wolrd. Karena ada eksploitasi aurat wanita, tidak sesuai dengan adat ketimuran," ujar Rhoma saat ditemui di Jakarta, Jumat (30/8/2013). Selain adat ketimuran, pagelaran Miss World juga dianggapnya tidak sesuai dengan ajaran mayoritas agama yang ada di Indonesia. Menurut Rhoma, penentuan wanita tercantik sedunia itu bukan hanya dinilai dari segi fisik semata. "Wanita tidak harus dieksploitasi secara aurat, tapi bisa secara fikiran atau yang lain. Masih banyak hal yang lebih dibangun dari perempuan, misalnya secara politis, ekonomi, ini sudah urgent ketimbang kecantikan," terangnya lagi. Sumber
  3. JAKARTA, KOMPAS.com - Penyanyi Ashanty Siddik (28) dan Titania Aurelie Nurhermansyah (15) kini rambah dunia seni peran. Keduanya beradu akting dalam film berjudul 'Romantini'. Tak ketinggalan, Anang Hermansyah (44) juga ikut berperan meski tidak mengambil peran besar.Awalnya Anang meragukan kemampuan akting anak dan istrinya mengingat baru kali pertama mereka bermain film layar lebar. "Awalnya aku tanya sama mereka (Ashanty dan Aurel) 'yakin nih sanggup main film?" ujar Anang saat ditemui di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta, Sabtu (30/8/2013). Keraguan itu hilang setelah Anang melihat hasil jadi dari film tersebut. Bukan satu atau dua kali, namun Anang sudah menyaksikan film itu sebanyak lima kali. Dan sebanyak itu pula pipinya dibasahi air mata. "Tapi yang aku lihat mereka tidak malu-maluin. Jujur aku lihat film ini sudah 5 kali dan aku nangis, sedih," terang Anang. Mendengar hal itu Ashanty mengaku bangga. Pasalnya, Anang yang ia kenal adalah orang paling jujur dalam memberi kritik atau memberikan apresiasi. "Mas Anang sebagai penyanyi dia pengkritik yang pedas. Kalau nyanyi false ya dia bilang jelek meski itu istri atau anaknya. Ternyata mas Anang bilang nangis pas nonton, buat aku itu pujian," kata Ashanty. Selain keluarga kecil Anang Hermansyah, ada pula Marion Irwinsyah, Tia Irawan dan Dwi Sasono yang ikut meramaikan 'Romantini'. Sumber
  4. JAKARTA, KOMPAS.com — Butuh waktu dua tahun bagi gitaris grup band GIGI, I Gede Dewa Budjana, untuk merampungkan buku seni keduanya, Dawai Dawai Dewa Budjana. Buku itu berisi 34 potret koleksi gitar kesayangannya yang dilukis ataupun diukir oleh para perupa kenamaan."Selama dua tahun Budjana berjibaku, dia melaksanakan cita-citanya, alhamdulillah hari ini apa yang dicita-citakannya tercapai, 34 gitar yang dilukis dan diinstal. Dan sekaligus ini adalah hari bahagianya bahwa pada hari ini Budjana genap berumur 50 tahun," ujar manajer GIGI, Dhani "Pette" Widjanarko, dalam peluncuran buku seni Dawai Dawai Dewa Budjana di Museum Nasional, Jakarta Pusat, Jumat (30/8/2013). Budjana memang membutuhkan dua tahun dalam proses penulisan buku seni tersebut. Namun, dirinya sudah mulai mengoleksi gitar berlukis atau yang berukir sejak 2002. "Tadi sudah dijelaskan sama Dhani, dua tahun pembuatan bukunya, tapi gitarnya lebih lama lagi, dari 2002. Tapi koleksinya belum banyak (ketika kali pertama mengoleksi), 2007 baru saya tambah koleksinya lagi," jelas Budjana. Agar gitar bermerek Parker, Gibson, Fender, Godin, Takamine, hingga Epiphone miliknya menjadi lebih indah dengan lukisan atau ukiran, Budjana menggandeng para perupa kenamaan, seperti Jango Paramarta, Made Sumadiyasa, Putu Sutawijaya, dan Wayan Tuges untuk berekspresi. "Jadi kalau konsepnya memang beda-beda, kebanyakan saya bebaskan. Kecuali satu gitar Parker, saya bawa konsepnya ke Wayan Tuges, dia pengukir di Sukowati (Bali), saya ingin konsepnya Dewi Saraswati yang berarti Dewi Pengetahuan," kata Budjana. Budjana mengaku sering menghilang dari GIGI hanya untuk mencari para perupa kenamaan tersebut. "Kalau saya sama GIGI lagi main di Semarang, saya jalan ke Yogya karena di sana banyak perupa. Kalau lagi main sama GIGI saya suka menghilang," ungkapnya lalu tertawa. Pengerjaan lukisan atau ukiran ini, menurut Budjana, membutuhkan waktu yang berbeda-beda. "Waktunya mungkin beda-beda, I Nyoman Gunarsa (tahun pembuatan 2010) melukis di gitar PRS soapbar bisa enam bulan," cerita Budjana. "Terus ada satu pelukis legend di Kamasan, yang saya hubungi dia enggak bisa lagi karena sakit. Tapi dua tahun kemudian dia hubungi saya mau lukis, berarti ini nambah lagi. Tahun ini dia usianya 97 tahun. Saya enggak siap suruh dia bikin, kasihan sudah tua. Saya datang dia bilangnya, 'Saya sudah mau mati'. Waduh ngomongnya kok itu terus. Akhirnya cuma tanda tangan sama foto itu cukup," lanjutnya. Menariknya, Budjana mengaku sama sekali tak mengeluarkan uang sedikit pun untuk gitar-gitar yang dilukis atau diukir para perupa itu. "Kalau ngomongin biaya, saya bingung karena saya enggak pernah bayar. Untuk melukis semua mungkin rumah saya habis buat lukis gitar. Kebetulan dari para perupa ini belum pernah melukis gitar, dan dia tidak mau lagi. Satu pun enggak ada yang ngomong, 'Kamu punya (uang) berapa?'," ujar Budjana. Sumber
  5. JAKARTA, KOMPAS.com - Butuh waktu dua tahun bagi gitaris grup band GIGI, I Gede Dewa Budjana untuk merampungkan buku seni keduanya, Dawai Dawai Dewa Budjana. Buku itu berisi 34 potret koleksi gitar kesayangannya yang dilukis atau pun diukir oleh para perupa kenamaan."Selama dua tahun Budjana berjibaku, dia melaksanakan cita-citanya, alhamdulillah hari ini apa yang dicita-citakannya tercapai, 34 gitar yang dilukis dan diinstal. Dan sekaligus ini adalah hari bahagianya, bahwa pada hari ini Budjana genap berumur 50 tahun," ujar manajer GIGI, Dhani "Pette" Widjanarko dalam peluncuran buku seni Dawai Dawai Dewa Budjana di Museum Nasional, Jakarta Pusat, Jumat (30/8/2013). Budjana memang membutuhkan dua tahun dalam proses penulisan buku seni tersebut. Namun, dirinya sudah mulai mengoleksi gitar berlukis atau yang berukir sejak 2002. "Tadi sudah dijelaskan sama Dhani, dua tahun pembuatan bukunya, tapi gitarnya lebih lama lagi, dari 2002. Tapi koleksinya belum banyak (ketika kali pertama mengoleksi), 2007 baru saya tambah koleksinya lagi," jelas Budjana. Agar gitar bermerk Parker, Gibson, Fender, Godin, Takamine, hingga Epiphone miliknya menjadi lebih indah dengan lukisan atau ukiran, Budjana menggandeng para perupa kenamaan, seperti Jango Paramarta, Made Sumadiyasa, Putu Sutawijaya, hingga Wayan Tuges untuk berekspresi. "Jadi kalau konsepnya memang beda-beda, kebanyakan saya bebaskan. Kecuali satu gitar Parker saya bawa konsepnya ke Wayan Tuges, dia pengukir di Sukowati (Bali), saya ingin konsepnya Dewi Saraswati yang berarti Dewi Pengetahuan," kata Budjana. Budjana mengaku sering menghilang dari GIGI hanya untuk mencari para perupa-perupa kenamaan tersebut. "Kalau saya sama GIGI lagi main di Semarang, saya jalan ke Yogya karena di sana banyak perupa. Kalau lagi main sama GIGI saya suka menghilang," ungkapnya lalu tertawa. Pengerjaan lukisan atau ukiran ini, menurut Budjana, membutuhkan waktu yang berbeda-beda. "Waktunya mungkin beda-beda, I Nyoman Gunarsa (tahun pembuatan 2010) melukis di gitar PRS soapbar bisa enam bulan," cerita Budjana. "Terus ada satu pelukis legend di Kamasan, yang saya hubungi dia enggak bisa lagi karena sakit. Tapi dua tahun kemudian dia hubungi saya mau lukis, berarti ini nambah lagi. Tahun ini dia usianya 97 tahun. Saya enggak siap suruh dia bikin, kasihan sudah tua. Saya datang dia bilangnya 'Saya sudah mau mati'. Waduh ngomongnya kok itu terus. Akhirnya cuma tanda tangan sama foto itu cukup," lanjutnya. Menariknya, Budjana mengaku sama sekali tak mengeluarkan uang sedikit pun untuk gitar-gitar yang dilukis atau diukir para perupa itu. "Kalau ngomongin biaya, saya bingung karena saya enggak pernah bayar. Untuk melukis semua mungkin rumah saya habis buat lukis gitar. Kebetulan dari para perupa ini belum pernah melukis gitar, dan dia tidak mau lagi. Satu pun enggak ada yang ngomong, 'Kamu punya (uang) berapa?'," ujar Budjana. Sumber
  6. JAKARTA, KOMPAS.COM - Boyband asal Korea Selatan, Infinite diam-diam mempelajari lagu berbahasa Indonesia. Masing-masing anggota pun menunjukkan kefasihannya dalam berbahasa meski terbata-bata.Kata-kata yang mereka kuasai sekedar ucapan sapaan konser seperti 'Aku Cinta', 'Selamat Malam', 'Terimakasih' dan 'Saya Senang'. Woohyun, salah satu anggota yang nampaknya paling lancar dalam berbahasa bahkan menyanyikan lagu anak-anak, 'Pelang-pelangi'. "Pelangi...pelangi..ciptaan Tuhan, pelangi..pelangi alangkah indahmu," Woohyun bernyanyi sambil melambaikan tangannya saat jumpa pers di JW Marriot Hotel, Kuningan, Jakarta, Jumat (30/8/2013). Setelah menancapkan bendera di negeri asalnya, mereka memang berencana untuk berkarir di negara lain. Mempelajari budaya dan bahasa dari negara tujuan pun menjadi salah satu usaha mereka. "Dengan lagu kami kami mau tur di seluruh dunia, kami bersiap untuk membangun karir di negara lain. Kalau ada kesempatan kami senang sekali untuk konser di seluruh dunia," lanjut Dongwoo, salah satu personel Infinite. Dalam konser '2013 Infinite 1st World Tour One Great Step in Jakarta si Mata Elang International Stadium (MEIS), Ancol, Sabtu (31/8/2013), Infinite menjanjikan sesuatu yang spesial. Bahkan promotor beberapa waktu lalu menjanjikan Infinite akan membawakan lagu dalam bahasa Indonesia. Sumber
  7. LOS ANGELES, KOMPAS.com -- Paul McCartney mempromosikan musik terbarunya dengan cara kekinian yakni lewat Instagram. Bekas anggota band legendaris The Beatles itu baru membuat akun Instagram Rabu lalu, dua post pertama yang diunggahkan berisi musik terbaru miliknya. Lagu tersebut berjudul "New". Menurut keterangan dari situs resmi McCartney, single itu kini tersedia di iTunes. Single tersebut menjadi awal dari album berjudul sama yang akan dirilis pada 14 Oktober di Inggris dan 15 Oktober di Amerika Serikat. Album New adalah album solo pertama yang berisi komposisi baru setelah "Memory Almost Full" yang dirilis enam tahun silam. "Kita bisa melakukan apa pun yang kita inginkan, kita bisa hidup sesuai pilihan kita," kata McCartney dalam pernyataan tentang lagu tersebut. Sumber
  8. JAKARTA, KOMPAS.com -- Nama bekennya di lingkungannya adalah Budi Cilok. Pria kelahiran Bandung, 28 Mei 1978 bernama lahir Budi Mulyono ini kerap disebut-sebut memiliki kedekatan warna vokal atau timbre dengan vokalis yang juga pencipta lagu kawakan Iwan Fals. Namun, akibat kemiripan tersebut, Budi justru sempat frustrasi."Apa pendapat orang? Jika saya nyanyi dianggap niru suara Bang Iwan. Saya nyaris frustrasi, malah dari situ kepikiran enggak mau lanjut nyanyi lagi, tapi kayaknya enggak bisa," kata Budi dalam jumpa pers peluncuran album pertamanya, Sewajarnya, di Rolling Stone Cafe, Jakarta Selatan, Kamis (29/8/2013). Namun, beruntung Budi segera bertemu dengan produser rekaman asal Cimahi, Jawa Barat, Ainul Hidayat, yang berhasil memompa semangat mantan pengamen jalanan itu untuk kembali bernyanyi. Dari situ, Budi lantas berkonsultasi kepada pemusik Heirrie Buchaery, yang akhirnya mencipta empat lagu untuknya. "Warna suara itu berkah Allah, kamu harus optimalkan. Menurut saya, karakter vokal Budi tetap beda dengan Iwan Fals, terutama jika diolah untuk beda. Kebetulan saya pernah menggarap rekaman Iwan Fals, jadi tahu harus dibawa kemana album Budi Cilok ini," jelas Heirrie. Selanjutnya, Budi juga mendapat dukungan dari para pemusik lainnya, seperti Sonata, Deny Kurniawan, dan Edi Daromi, yang pernah mendukung rekaman dan panggung musik Iwan. Mereka memainkan musik untuk album Budi tersebut. "Dan, saya jamin ini sudah mendapat restu Iwan Fals. Saya bilang, 'Ini suaranya mirip kamu, boleh kan dikembangkan?' Dia bilang, 'Ya enggak apa-apa, ini kan orang mau berkarya, tapi asal jangan dipaksakan sama dengan saya'," cerita Buchaery mengenai tanggapan Iwan. Dengan dukungan itu, Budi akhirnya menjadi lebih siap menghadapi penilaian publik mengenai kemiripan vokalnya dengan sang legenda hidup tersebut. "Kalau kesiapan, saya enggak bisa ngukur. Saya sudah lillahita'ala, apa pun kejadiannya saya akan terus bernyanyi. Ya itu, saya enggak bisa apa-apa, alhamdulillah saja apa pun yang terjadi. Walau orang bilang mau jadi bayang-bayang saya syukuri saja, mudah-mudahan berguna," kata Budi. "Saya dari awal menekankan bahwa Budi adalah Budi, tinggal orang menilai mirip sama Iwan enggak masalah toh Iwan sudah merestui," ujar Ainul. Begitu juga dengan jenis musik balada yang dimainkan oleh Budi. Dirinya tak menampik banyak terpengaruh oleh musik Iwan. "Kampung saya itu kampungnya Iwan Fals, dari anak-anak, ibu-ibu, dan nenek-nenek suka Iwan Fals. Di sana saya ngamen dan orang semua nyanyi lagu Iwan Fals. Tapi, waktu itu saya enggak pernah kepikiran mirip Iwan Fals dan saya enggak pernah sengaja nyanyi lagu balada," terang Budi. Ainul pun berharap bahwa, pada album berikutnya, Budi harus mulai lepas dari bayang-bayang Iwan. "Mungkin di album berikutnya orang insya Allah enggak (terbayang) Budi Cilok yang seperti Iwan Fals. Album kedua pasti kami akan lebih selektif lagi dan pasti akan berwarna, karena album pertama kan masih mencari, kalau album kedua nanti akan lebih ketahuan warna Budi Cilok," ucap Ainul. Sumber
  9. LOS ANGELES, KOMPAS.com -- Kelakuan nyeleneh berbentuk ”tarian seronok” dari seorang artis penyanyi Amerika Serikat, Miley Cyrus, saat tampil di ajang penghargaan MTV, beberapa waktu lalu, ternyata ”menyumbangkan” sebuah kata atau istilah baru dalam kamus bahasa Inggris bergengsi dunia, Oxford. Secara online kata baru ’twerking’ itu muncul, Rabu (28/8/2013), di situs jejaring Kamus Oxford. Hal itu dibenarkan Katherine Connor Martin dari situs Oxford Dictionaries Online. Kata itu digunakan untuk mendefinisikan gaya tarian seronok nan nyeleneh ala Miley saat tampil berduet dengan penyanyi pria Robin Thicke di panggung MTV. Miley sendiri mengawali kariernya di dunia hiburan sebagai artis cilik film Disney. Ter- minologi yang sebetulnya sudah ada sejak 20 tahun terakhir dan ”dipinjam” dari budaya populer hip-hop di Amerika Serikat (AS). Istilah itu didefinisikan sebagai gaya menari dengan pose membungkuk dan memutar-mutarkan pinggul secara provokatif, sebetulnya macam atraksi pedangdut koplo di Tanah Air. Aksi panggung tersebut memang sempat memicu protes keras di kalangan orangtua di AS. Mereka menyebut tarian itu cabul dan tidak pantas ditonton anak atau bahkan remaja berusia di bawah 14 tahun. Miley yang seolah tak ambil pusing menyatakan justru bangga. Apalagi aksi panggungnya itu diketahui mengundang 306.000 kicauan (tweets) per menit. Walau kontroversial, boleh jadi lantaran telanjur sudah sangat populer, kamus Oxford merasa perlu memasukkannya ke dalam koleksi perbendaharaan kata mereka. (AFP/BBC) Sumber
  10. JAKARTA,KOMPAS.COM - Bagi sebagian orang, musik metal bukan sekadar genre alunan nada melainkan juga sebuah "kehidupan" dengan makna tersendiri. Tak heran bila para fans musik ini kerap melakukan aksi "gila" demi menonton band pujaannya. Menginap di lokasi konser, menjadi salah satu "kegilaan" itu. Tak terkecuali untuk konser grup Metallica Gelora Bung Karno, Jakarta, Minggu (25/8/2013). Samsudin Harahap (34) adalah salah satu fans yang bela-belain menginap di stadion demi menonton konser ini. Bersama beberapa kawan, dia berangkat dari Kudus, Jawa Tengah, Jumat (23/8/2013) malam menumpang bus. Tiba di Jakarta pada Sabtu (24/8/2013) dini hari, Samsudin langsung menuju stadion Gelora Bung Karno, untuk mendapatkan tiket konser. "Saya ingin menginap di (sini dengan) atap langit. Asyiknya itu di sini," kata Samsudin lugas kepada Kompas.com, Sabtu malam. Dia mengaku tak punya saudara maupun kenalan di Jakarta untuk menumpang menginap. Sejak awal mereka memang berencana menginap di stadion tersebut. Mengaku menyukai Metallica sejak duduk di bangku SMP, 20-an tahun lalu, Samsudin mengaku musik metal sudah mendarah-daging buatnya. Pilihan menginap di stadion, selain alasan praktis tak ada tumpangan, menurut dia adalah untuk membuat momen menonton band idolanya ini punya sejarah dan kisah tersendiri. Lagi pula, tambah Samsudin, Metallica baginya juga tak cuma grup band. Menurut dia, Metallica sudah menginspirasi anak bangsa untuk kreatif melalui karya seni. "Biar musik keras, dia bisa menyiasati kehidupan yang keras dengan jalan yang kreatif dan positif," ujar dia. "Kegilaan" serupa juga ditunjukkan Budi Santoso (33) yang jauh-jauh datang dari Surabaya, Jawa Timur. Meski punya kenalan untuk tumpangan menginap di kawasan Kebun Jeruk, Budi pun memilih menginap di stadion sejak Sabtu malam, selepas dia mendapatkan tiket. "Sudah niat seandainya Metallica datang ke sini (Indonesia) pasti akan lihat. Eh ternyata dikabulin datang juga," ujar dia sumringah. Pilihannya menginap di stadion, kata dia, selain bisa melepas lelah juga memudahkannya masuk saat konser berlangsung. "Bagi saya ini momen dan sekaligus untuk cerita ke anak-anak nanti. Saya bela-belain ninggalin istri, anak-anak, dan kerjaan hanya demi Metallica," kata Budi yang mengaku suka Metallica sejak 1999. Dia merasa konser Metallica di Indonesia belum tentu akan terulang lagi. Samsudin dan Budi, hanyalah dua wajah dan nama asing di antara banyak wajah dan nama yang tiba-tiba menyemuti Gelora Bung Karno demi Metallica. Hanya bermodal kegemaran yang sama, mereka saling sapa dan terlibat perbincangan hangat di bawah langit Jakarta. Di sela itu semua, tak sedikit yang seperti Budi kemudian menelepon kerabat di daerahnya, memastikan dia akan menjadi bagian dari konser kedua Metallica setelah konser pertama pada 1993 di Stadion Lebak Bulus. Metal!! Sumber
  11. JAKARTA, KOMPAS.com - Dalam hitungan jam band asal Amerika Serikat Metallica akan menggetarkan Jakarta. Keriuhan ribuan penggemar Metallica sudah terlihat di areal Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Minggu (25/8/2013) sore. Umumnya mereka mengenakan beragam atribut serta hitam, mulai dari celana, kaos, sepatu, tas, hingga penutup kepala. Namun, ada pula sejumlah penonton yang datang dengan bertelanjang dada. Pada punggungnya tertulis besar-besar dengan tinta hitam "Metallica" Bukan hanya warga Indonesia yang datang menonton. Beberapa orang warga negara asing juga terlihat di tengah kerumunan. Pantauan kompas.com kepadatan terlihat di setiap loket maupun pintu masuk. Para penonton yang memiliki tiket diwajibkan mengenakan gelang sesuai kategori warna tiket. Hentakan musik keras dari sejumlah panggung mini di sekitar luar area membuat suasana semakin meriah. Sejumlah penonton tampak ikut menghentakkan tubuh mereka sesuai dentuman musik. Di sisi kanan pintu utara, dari atas sebuah panggung mini, seorang pemandu acara mengajak para penonton mengikuti gelar tantangan berhadiah. Tantangannya adalah naik "kuda jingkrak". Jika penunggang mampu bertahan selama tiga menit ia akan mendapatkan uang Rp 100.000. Konser Metallica akan digelar pukul 20.00 WIB. Konser akan dibuka dengan penampilan band lokal Seringai. Sumber
  12. JAKARTA, KOMPAS.com - Beberapa orang 'Metal Militia' fans berat Band Metallica mengaku kecewa lantaran tak dapat melihat dari dekat personel band kesayangannya dari dekat sesaat mendarat di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Minggu (25/8/2013).Tepat pukul 16.45 WIB, rombongan band asal Amerika Serikat tersebut melesat lewat pintu kargo barang Bandara Halim. Tanpa menyapa atau sekadar membuka kaca mobil, James Hetfield cs dikawal ketat aparat kepolisian. Empat motor polisi dan dua mobil Patwal Lantas Polda Metro Jaya mengawal rombongan. "Yah sudah nunggu dari pagi tetap ngga bisa lihat langsung," kata Bowie (35) pria asal Bandung yang telah menunggu dari pagi. Panitia sebelumnya juga berpesan agar pewarta tak mengambil gambar personel Metallica, lantaran khawatir mood-nya rusak. Sedianya, Lars Ulrich (drum), Kirk Hammet (gitar), dan Robert Trujillo (bas) keluar lewat pintu kedatangan, panitia menjemput mereka begitu turun dari pesawat. Pertunjukkan Metallica akan dimulai pada pukul 20.00 WIB. Sebelumnya, penonton akan dihibur oleh band cadas asal Jakarta. Sumber
  13. NEW YORK, KOMPAS.com -- Film Perancis peraih nominasi Piala Oscar 2001, Amelie, yang dibintangi oleh aktris Perancis Audrey Tautou, akan diadaptasi menjadi drama musikal di Broadway, New York (AS).Komposer asal AS Dan Messe akan menulis lagu-lagu untuk adaptasi musikal dari film karya sutradara Perancis Jean-Pierre Jeunet ini, menurut akun band miliknya di Facebook, Hem. Messe akan berkolaborasi dengan dramawan Craig Lucas dan komposer Nathan Tysen. Amelie bercerita tentang seorang pelayan pemalu yang tinggal di distrik Montmartre di Paris yang bertekad membuat orang lain bahagia. Film ini sukses menjual 8,6 juta lembar tiket di Perancis, memperoleh 152 juta dollar AS di seluruh dunia, dan membuat Tautou terkenal. Messe membenarkan berita ini setelah sempat tersebar bocorannya di sejumlah media. "Sudah bukan rahasia lagi, tetapi saya dengan gembira mengumumkan bahwa saya akan mengadaptasi film Amelie ke Broadway," tulis Messe pada akun Facebook-nya. Penggemar Amelie Sebagai penggemar film itu, Messe mengatakan kepada Paste Magazine bahwa lagu grup Hem, yang berjudul "Half Asleep", dipengaruhi oleh film tersebut. "Saya menulis lagu itu dengan membayangkan adegan Amelie dan Nino berbicara melalui pintu," kata dia. Messe menyebutkan, musik pada film itu, yang dibuat oleh Yann Tiersen, merupakan "salah satu musik untuk film yang terbaik yang pernah ada," dan menambahkan, "Itu merupakan salah satu alasan kenapa saya menyukai film ini." Namun, ia mengatakan musik pada pertunjukan di Broadway akan berbeda. "Saya tidak tertarik untuk membuat musik-musik Paris. Saya bahkan tidak akan menggunakan akordion," ujar dia. "Musiknya akan terdengar seperti musik-musik saya. Tetapi tentu saja saya tidak akan memasukkan elemen-elemen Amerika di dalamnya. Ini akan menjadi hyper-romantic dan lebih jenaka," lanjut dia. Amelie memenangkan empat penghargaan Cesar Awards di Perancis dan mendapat lima nominasi Piala Oscar, termasuk film berbahasa asing terbaik. Sumber
  14. JAKARTA, KOMPAS.com — Keakraban dan kehangatan langsung terasa di Tennis Indoor, Senayan, Jakarta, Jumat (23/8/2013), ketika grup band KLa Project yang terdiri dari Katon Bagaskara (vokal), Lilo Romulo (gitar), dan Adi Adrian (piano dan keyboard) menyapa sekitar 3.000 penonton konser "KLa Project 25 Years: The Glamorous Electronic Journey". Aroma nostalgia pun begitu kental ketika KLa Project menggelindingkan lagu "Tinggal Sehari", "Hey", dan "Menjemput Impian". "Terima kasih buat yang sudah dengerin KLa dari umur empat tahun, dan sekarang jadi (sudah berusia) 21 tahun. Terima kasih juga yang sudah setia dengerin KLa 25 tahun ini," sapa Katon yang disambut dengan nyanyian Lilo untuk lagu "Romansa". Sesuai tajuk "KLa Project 25 Years: The Glamorous Electronic Journey", aransemen musik elektro sentuhan Adi pada keyboard, hammond organ, dan synthesizer miliknya seakan menjadi bumbu utama lagu-lagu "Bahagia Tanpamu", "Baiknya", dan "Sudi Turun ke Bumi" yang kini bertempo cepat hingga penonton betah dibuatnya. Apalagi, tata cahaya berwarna-warni terus memancar memanjakan mata. "Terima kasih bisa terus menyimak, dari awal kami selalu terpancing membuat lagu bernuansa tekno. Dan malam ini kami bisa merasakan awal kami mencipta lagu KLa," ujar Katon. "Buat yang belum mengenal lagu KLa, mungkin bisa menyimak lagu KLa yang bernuansa elektro. Elektro adalah dunia masa depan, Andalah bagian dari KLa Project," lanjutnya, sebelum Adi memainkan piano klasik secara solo pada bagian intro "Jiwa Merapuh". Meski bermain dengan aransemen baru, beberapa lagu KLa Project tetap dipertahankan keaslian warna musiknya, seperti pada lagu "Waktu Tersisa", "Terpurukku", dan "Yogyakarta", yang melengkapi selusin lagu persembahan Katon, Lilo, dan Adi. "Terima kasih banyak, kami ambil napas dulu. Sebagai pengganti, karena kami enggak kuat main sejam lagi, jadi kami bagi-bagi snack. Kayak pesawat telat," kata Lilo berbumbu canda sesaat "Rahasia Semesta" digelindingkan. Lagu-lagu KLa Project lainnya, "Kidung Mesra", "Cinta Bukan Hanya Kata", "Meski Telah Jauh", "Semoga", "Satu Kayuh Berdua", "Prahara", "Lagu Baru", "Tak Bisa ke Lain Hati", dan "Tentang Kita", terus membuat penonton koor bernyanyi bersama hingga ke akhir pertunjukan. Namun, mereka seakan belum rela pertunjukan usai dan meminta KLa Project untuk memberikan lagu pamungkas "Anak Dara" dan "Gerimis" sebagai perpisahan. Sumber
  15. JAKARTA, KOMPAS.com -- Robby Purba pembawa acara X Factor Around The World menjadi salah satu pria beruntung pada Sabtu (24/8/2013). Pasalnya, permintaan Robby agar mengecup pipi dikabulkan oleh Anggun. "I miss her so much. Kecup dong," pinta Robby. Tanpa pikir panjang Anggun yang usai membawakan lagu 'Mimpi' dan 'In Your Mind' mengecup pipi Ronby Purba. Ia juga mengutarakan kebanggaannya bisa tampil di acara tersebut dengan tata panggung yang berbeda dari biasanya. "Seneng, panggungnya naik kelas, megah buat ulang tahun RCTI," kata Anggun. Pada Gala Show 4 Besar, 3 Mei 2013 lalu, Anggun juga pernah mengecup pipi Ahmad Dhani. Hal itu dilakukan tiba-tiba sebagai tanda perdamaian dua juri yang lebih banyak berselisih paham dalam acara tersebut. Sumber
×
×
  • Create New...